"*"

7.7K 401 19
                                    

🐁



Malam hari jimin masih sendiri, jungmyeon belum pulang. Ia sedikit merasa bebas tanpa adanya jungmyeon di rumah itu. Jimin duduk disofa sambil menonton tv dan memakan cemilan yang ia ambil dikulkas tanpa menggunakan kacamata yang biasanya bertengger manis dihidungnya. Tak lama kemudian pintu rumah itu terbuka dan menampilkan sosok namja jakung, tinggi dan kekar bahkan terlihat masih tampan meskipun penampilannya begitu acak-acakan. Siapa lagi kalau bukan jungnyeon-paman jimin.

"menikmatinya sayang" ucap jungmyeon mulai duduk disebelah jimin. Jimin yang mendengar suara pamannya itu menoleh dan sefikit menegang saat jungmyeon mulai menghampirinya.

"kau cantik tanpa kacamatamu sayang" kata jungmyeon lagi dengan mengelus pipi jimin membuat yeoja itu gemetar.

"pa-paman engh men-jau-hhlaah" ucap jimin terbata-bata akibat sentuhan jungnyeon.

"aku menginginkanmu sayang" jungmyeon sudah tak tahan lagi melihat tubuh jimin yang sudah naked. Ya, sejak tadi jungmyeon melepas satu persatu pakaian jimin. Ia memilih untuk tak berlama-lama bermain dengan yeoja itu, ia ingin meraup habis(?) apa yang ada didepannya sekarang. Tak usah menunggu waktu lama untuk jungmyeon melepaskan semua pakaian yang ia pakai. Jadilah sekarang mereka berdua full naked. Jungnyeon mulai mengungkung tubuh jimin dengan kedua tangannya yang menjadi tupuan agar tak menindih jimin. Dengan tak sabaran, jungmyeon mulai meraup bibir jimin yang sejak tadi bergumam menolak keinginannyq. Tapi, sayangnya semua itu tak diindahkan oleh jungmyeon. Ia mulai melumat kasar bibir tebal milik jimin. Jimin bersikeras menutup rapat-rapat bibirnya ketika diketuk oleh lidah jungmyeon. Dengan terpaksa jungmyeon menggigit bibir jimin membuat sang empupunya bibir berteriak dan membuka mulutnya. Dengan itu jungmyeon melesakkan lidahnya kedalam rongga hangat mulut jimin, mengapsen setiap inci isi dalamnya dan mengajak lidah itu bertarung dengan lidahnya, tapi hal itu tak langsung disambut jimin membuat jungmyeon menggeram marah. Ia kemudian menyentuh dada jimin dengan gerakan sensual, menyentuh putingnya, menekannya dan melintirnya membuat jimin mendesah tertahan dengan sentuhan itu. Jungmyeon tersenyum disela-sela ciuman mereka yang masih berlangsung. Sekarang ia menggunakan kakinya untuk menyangga tubuhnya, karena tangan satunya ia gunakan untuk menyentuh setiap inci tubuh jimin dengan tangan yang menganggur.

"kau begitu indah ye seulie" kata jungmyeon membayangkan ye seul sedang ia cumbui.

"pa-manhhh ahhkuu bu-bukaanh bi-aaaaaaah" desah jimin disela ucapannya, karena jungmyeon menyentuh lubang jimin dengan jari tengahnya. Dengan begitu lihai ia mengusap lubang itu, membuat jimin mendesah tertahan.

"jangan gigit bibirmu yeseulie....aku tak mau kau terluka" perintah jungmyeon pada jimin, tapi jimin tetap tak mau membuka mulutnya meskipun sekarang jungmyeon sudah memposisikan miliknya yang sudah terbungkus kondom didepan lubang jimin dan dengan sekali hentakan membuat jimin berteriak dan meronta kesakitan.

"pamanhh keluarkanhh ituh sahhkit" tangisnya.
Jungmyeon tak menggubris kesakitan yang dirasakan oleh jimin, ia tetap memaju mundurkan pinggangnya, berusaha menemukan prostat jimin.

"aah seulie kauhhh sempithhhh" racau jungmyeon. Sedangkan jimin sudah mengeluarkan air mata dan menggigit bibirnya agar tak mengeluarkan desahan yang tak ia inginkan.

"jangan gigit bibirmu"

Plak

Satu tamparan mendarat dipipi jimin dan kekesalan jungmyeon mulai memuncak saat jimin berteriak padanya,

"AKU BUKAN YE SEUL AHJUMA PAMAN!"

Dengan keluarnya kalimat itu, jungmyeon tak peduli ia malah memanpar pipi jimin dan terus mengeluar masukkan miliknya dengan sangat kasar membuat jimin menangis terisak. Jungmyeon sudah tak peduli ia bermain kasar atau tidak yang terpenting hasratnya terpenuhi.

(end)Nerd's sexTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang