~*~

5.8K 371 14
                                    

🐁



Ujian kenaikan sudah berlalu satu bulan yang lalu. Sekarang mereka sudah naik kelas Jimin yang berada dikelas 3, Jungkook dan Taehyung yang berada dikelas 2 sedangkan Yoongi suduh lulus dan melanjutkan sekolahnya disalah satu Universitas di Seoul.
Saat ini mereka berempat sedang berada di cafe langganan mereka dengan Jimin yang mentraktir. Ya! Kalian ingat kan tentang janji Jimin pada Jungkook dan Taehyung kalau mereka bisa mendapat nilai bagus dimata pelajaran Matematika maka Jimin akan memenuhi permintaan mereka berdua. Seperti saat ini misalnya, Taehyung memilih ditraktir Jimin makan sepuasnya.

"noona setelah makan kita pergi berkencan ya!" ajak Taehyung pada Yoongi.

"ke lotte word bersama Jimin dan Jungkook" girang Yoongi.

"tap,  aku ingin berdua saja"

"maaf noona Jimin dan aku ada sebuah urusan hari ini" tolak Jungkook.

"yah"

"kau memang terbaik kook"

"lain kali saja ya Yoongi eonni"

"baiklah"

Akhirnya mereka selesai makan juga dan berpisah didepan cafe. Taehyung dan Yoongi yang pergi ke lotte word sedangkan Jungkook dan Jimin pergi ketaman sambil menjilati es krim yang tadi mereka beli dijalan saat menuju taman. Setelah sampai ditaman mereka berdua duduk diatas ayunan sambil bercengkrama ringan.

"eemzz..Jungkook kau meminta sesuatu padaku" kata Jimin dengan sedikit gugup.

"kalau aku meminta noona menjadi kekasihku bagaimana?"

"...."

"sudah kuduga kau ta-..."

"aku mau" potong Jimin.

"aku sedang tidak bercanda noona"

"aku juga tidak bercanda"

"aish!"

"aku menyukaimu sejak kau mendekatiku dulu, tapi aku merasa tak pantas bersamamu karena itu aku menjauhimu....tapi, sekarang malah aku tinggal bersamamu....maafkan aku" jelas Jimin.

"aku tak masalah dengan keadaanmu seperti apa karena aku mencintaimu, Jimin noona"

Mendengar perkataan Jungkook membuat Jimin tak bisa membendung air matanya. Jadilah ia menangis dan Jungkook yang mengetahui Jimin menangis itupun langsung berdiri dan memeluk Jimin.

"sudahlah noona jangan menangis yang penting aku benar-benar mencintaimu"

"karena hiks kau mencintaikulah hiks yang membuatku manangis kookie hiks" kata Jimin sambil terisak.

"tapi, kau juga mencintaiku kan?" tanya Jungkook. Jimin hanya mengangguk dalam pelukan Jungkook membuat namja tampan itu tersenyum dan mencium pucuk kepala Jimin dengan sayang membuat Jimin merasa tenang.

"jadi kita resmi menjadi pasangan kekasih kan?" tanya Jungkook saat Jimin sudah tenang.

"kita sepasang kekasih sekarang" jawab Jimin malu-malu membuat Jungkook gemas melihat tingkah malu-malu Jimin. Ia pun mendekatkan wajahnya kewajah Jimin dan mengecup sekilas bibir Jimin. Kemudian mereka tertawa bersama menertawakan apa yang mereka bicarakan beberapa menit lalu.

Kediaman Jeon, Jungkook dan Jimin berjalan memasuki rumah sambil berpegangan tangan dan tertawa bersama.

"kami pulang" teriak mereka bersama sambil terus berjalan menuju kamar mereka.

Sedangkan kedua orang tua Jungkook memandang aneh dengan tingkah kedua anaknya yang terus bergandengan tangan sambil tertawa.

"mereka kenapa?" tanya tuan Jeon.

"entahlah" jawab ny. Jeon sambil menata makan malam dimeja.

Tak selang beberapa lama pasangan yang baru jadian itu keluar dari kamar masing-masing dengan tertawa karena kesengajaan mereka yang keluar kamar bersama itu lucu menurut mereka. Akhirnya mereka berdua turun dari lantai dua menuju meja makan sambil bergandengan tangan (lagi). Sampainya dimeja makan, Jungkook memperlakukan Jimin dengan romantis seperti menarik kursi untuk Jimin duduk. Hal itu membuat dua orang dewasa didepan mereka memandang mereka dengan heran.

"kalian kenapa?" tanya ayah Jungkook akhirnya.

"kami tidak kenapa-napa appa" jawab Jungkook dengan cengiran.

"tidak mungkin, kenapa tadi pulang tertawa sambil bergandengan tangan?" tanya ibu Jungkook.

"kami berpacaran eomma" jawab Jimin.

"APA!" teriak kedua orang tua jungkook.

"kenapa? Apa aku tak boleh pacaran dengan Jimin noona?"

"bukan begitu Kookie, hanya saja eomma dan appa terkejut dengan hal ini"

"ya, aku memang sudah lama menyukai Jimin noona, appa....bahkan sebelum aku mengajaknya tinggal disini"

"oh-"

"akhirnya aku punya menantu seperti Jimin" girang ibu Jungkook. Setelah sesi perbincangan itu, mereka memutuskan untuk makan malam.

Jungkook dan Jimin berjalan memasuki area sekolah dengan bergandengan tangan dan saling melontarkan candaan yang membuat mereka tertawa bersama. Bahkan mereka mengabaikan tatapan heran dari setiap siswa dan siswi yang berada dikoridor sekolah. Mereka saling berbisik-bisik dengan teman-teman lainnya membicarakan hubungan Jungkook dan Jimin.

"wah wah sepertinya ada yang sudah berkencan, noona" kata Taehyung kepada Yoongi yang berada dibelakang pasangan KookMin.

"kau meledekku ya Kim" kata Jungkook sambil menolehkan kepalanya kebelakang.

"tidak, tapi selamat atas hubungan kalian"

"terimakasih..aku antar Jimin noona dulu ya" pamit Jungkook. Yoongi dan Taehyung hanya memandang kepergian Jungkook dan Jimin.

"mereka sangat serasi...banarkan Tae?" kata Yoongi.

"seperti kita kan noona" balas Taehyung sambil menoel hidung Yoongi. Yoongi yang mendapat perlakuan seperti itu hanya berjalan meninggalkan Taehyung dibelakangnya. Bukan apa-apa sih cuma Yoongi hanya merasa malu, pasalnya setiap mata yang ada dikoridor memandang mereka berdua. Ngomong-ngomong soal Yoongi ke sekolah hanya untuk mengambil ijazah SHS nya.

*

Sampainya pasangan Kookmin dikelas baru Jimin, mereka melihat Taemin yang berdiri didepan kelas sambil melipat tangannya didepan dada. Jungkook yang melihat itupun semakin mengeratkan genggamannya pada tangan Jimin.

"hai Chim" sapa Taemin.

"eemz hai" balas Jimin.

"aku dengar kau pacaran dengan Jungkook-"

"iya! Memangnya kenapa" potong Jungkook dengan ketus.

"tak apa...selamat atas hubungan kalian dan maaf untukmu Chim"

"untuk apa minta maaf?"

"untuk kejadiam waktu lalu"

"emzz i-tu sudah kumaafkan kok"

"terimakasih Chim" kata Taemin sambil memeluk Jimin dengan reflek jangan lupakan tangan Jungkook dan Jimin yang masih bertautan.

"ehemzz" dehem Jungkook.

"ok aku pergi dulu" pamit Taemin pada keduanya.

"kau cemburu?" tanya Jimin saat Taemin sudah pergi.

"tentu saja, siapa yang tak cemburu jika kekasihmu dipeluk oleh orang lain"

"hehe! Sudah sana masuklah kekelasmu"

Cup!

Sebelum Jungkook melayangkan protes, Jimin sudah mencium pipi kanan Jungkook membuat namja itu tersenyum sumringah. Ia pun meninggalkan kelas Jimin dengan tersenyum bahagia. Baru pertama kali ini Jimin menciumnya didepan umum. Dia sangat bahagia dapat menjadi kekasih Jimin sekarang.




Tbc

(end)Nerd's sexTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang