Ali pun melangkah menuju Illya dan Adel. Mereka sangat takut karena ini pertama kalinya mereka menabrak mobil
"Aduhh gimana nih Illy"ucap Adel
"Aku juga gak tau"
"Terus kalo ketauan bokap lo gimana Illy, pasti lo gak boleh bawa motor lagi"..."Dan ini salah gue" sambung Adel
"Gak apa2 ko nati papah aku jelasin sama dia"
"Maaf bak Illy sama bak Adel maaf yaa gara2 mobil saya ngerem mendadak jadi gini"ya Ali mendengar ucapan Illy dan Adel
"Ehh gak pph ko mas Ali"ucap Illy dengan senyuman
"Bener gak pph. Ya udh kalo gitu saya masih ada urusan kalo ada sesuatu telfon aja yaa" pamit Ali
"Ehh mas kan, mas gak ada mobil atau apa"tanya Adel
"Nanti bisa pakai taksi"mereka berdua pun hanya bisa beroh ria saja
"Kalo begitu mas Ali saya sama Adel permisi yaa" pamit Illy sopan
"Iya, hati-hati Bawa motornya yaa"
"Mari mas!" Illya dan Adel pun pergi meninggalkan Ali sendiri. Dan di saat itu juga Ali pergi mengunakan taxi
🍃🍃🍃🍃
Erell dan Rayen pun tiba di rumahnya di kawasan elit. Mereka pun keluar dari mobil dan di sambut baik oleh pelayan2 dirumahnya dan tak lupa oleh kedua orang tua nya
"Selamat datang Anak kesayangan mami, anak kebanggan mami, anak paling super zuper top"pekik Angina sang mami
"Anak papi juga kali mih"guam Arya sang papi. Agina pun terkekeh apa yang di ucapkan suaminya itu
"Lo ko kalian cuma berdua, kakak kamu kemana?"tanya Agina bingung
"Iya son! Kakak kamu kemana?"sambung Arya
"Abang ada urusan pih. Mih sebentar kok!" jawab Rayen
"Kita gak ditanya nih pih mih"ucap Erell mengerutkan bibirnya
"Dihh anak mami satu ini kenapa? Ko bibirnya ngalahin bebek aja tau!" goda Agina sambil terkekeh geli karena salah satu kelucuan dari anak keduanya ini yang tak lain adalah Erell
"Ihh mami"ucap dengan manja
"Kan kalian ada disini. Dan abang kalian gak ada! Ya pantes lah kita tanya Ali bukan kailan sayang"tutur Agina lembut
"Udh gihh kalian masuk kekamar masing2 dan istirahat yaa"sambungnya lagi
Erell dan Rayen pun pergi ke kamar nya masing2 yang terletak di lantai 2. soal koper mereka, sudah di simpan di kamarnya masing masing
Kamar Ali bernuansa putih, abu-abu, dan hitam itu warna kesukaannya dan terlihat begitu rapih. Tidak seperti kamar laki2 yang seharusnya berantakan, kotor, dan bau beda dengan kamar Ali sangat rapih, bersih dan nyaman. Meskipun Ali di luar negri kebersihan dan kenyamanan kamarnya selalu di jaga begitu pun dengan adik2nya
Kamar Erell bernuansa hijau, putih, merah karena itu juga warna kesukaannya tak beda dengan kamar Ali sengat bersih, dan nyaman sama seperti kamar Rayen
Kamar Rayen bernuansa abu-abu, coklat, dan hijau itu warna kesukaannya dan tak beda dengan kamar kedua kakak nya baik, nyaman untuk tidur
🌿🌿🌿
"Omm..maaf'in saya yaa, jangan marah sama Illy. Ini salah saya, saya gak hati2 bawa motornya"ucap nya memohon2
"Tapi ini berbahaya buat kalian terutama Illy"jawabnya dengan lembut
"Omm..pliss!, jangan marah sama Illy ya..ya..yaya" ucapnya memohon lagi, ya dia Adel meminta maaf kepada ayah Illya
"Gamana om gak marah sama kalian! Kalian hampir aja kecelakaan"
"Pah maaf'in Illy.."ucap Illya menunduk
"Ya udh jangan diulang lagi yaa"Keduanya pun tersenyum sambil mengangukan kepala, dan Meraka memeluk dewa papah Illya
🍁🍁🍁🍁
Hujan turun membasahi ibu kota, hujan turun begitu labatnya, dan seseorang tersenyum begitu bahagia melihat hujan turun di dalam kaca Mobil taxi
"Tuan.. Kita sudah sampai"ucap sang supir tersenyum ramah
"Ohh iyaa.. Maaf pak"jawab Ali dengan ramah
"Iya tak apah"
"Mari pak"Ali pun turun dari taxi tak lupa membayarnya. Ia turun terbirit-birit karena hujan begitu derasnya
"Pak Didi...pak Didi"teriak Ali diluar gerbang rumahnya. Dan tak lama orang yang di panggil Ali pun datang dan langsung membukakan gerbangnya
"Aduhh tuan maaf.. Tadi saya gak denger"ucap pak Didi. Ya pak Didi adalah satpam dirumah Ali
"Tak apa pak"
"Mari tuan masuk" Ali pun disambut ramah oleh semua penghuni rumah dari pelayan, tukang kebun, sopir, satpam, dan bodyguardnya.
Ali pun masuk ke dalam rumah dan senyuman nya tak pernah lentur dari bibirnya ia menyapa semua orang dan itu yang paling mereka ridukan dari sosok tuan mudanya ini
"asalamualaikum mih, pih"salamnya
"Walaikumsalam"jawab keduanya dan mereka langsung menyambut Ali dengan bahagia
"Sayang mami"pekik Agina sang bunda
Ali pun memeluk Agina dengan kerinduan sorang anak ke pada ibunya yang lama tak bertemu
"Mih Ali kangen"ucap Ali
"Mami juga sayang"Agina pun mencium kening anak kesanyangannya itu. Ali pun memeluk Arya begitu rindunya sosok ayahnya ini
"Giaman kabar kamu?"tanya Arya
"Baik pih!"jawab Ali dengan senyuman khasnya
"Baju kamu basah nak"Ucap Angina meraba raba baju Ali
"Iya mih kan diluar hujan"
"Ya udh kekamar gih, adik kamu udh pada istirahat"
"Iya mih. Pih Ali ke atas dulu yaa"pamit Ali dan langsung menuju kamarnya itu
####
Baca terus dan vote yaa!
Dan gimana tanggapan kalian tentang cerita ini comment oke!
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Sama (End)
Roman pour AdolescentsGimana kalo ketiga saudara mempunyai cinta yang sama? Pasti begitu rumitnya! So gimana jalan keluar permasalahan cinta arik ali Achilles, arka erell Achilles, arkana rayen Achilles
