---
Singto dan Krist sedang menonton TV dirumah Krist. Singto pulang dari kerja dan mampir ke rumah Krist. Krist mengatakan padanya jika jadwalnya senggang. Karena cukup lama dia tidak menghabiskan waktu dengan Krist, segera saja dia kerumah Krist dengan membawa cemilan.
Seharusnya mereka bisa saja menghabiskan waktu diluar jika Krist belum setenar ini. Ya, Krist berhasil membawa perannya di series Teenage Mom sehingga namanya dielu – elukan. Krist tidak menyangka dirinya akan memiliki fans. Maka dari itu dia tidak bisa seenaknya keluar jalan – jalan bersama Singto.
Kini Krist bergelayut manja pada lengan Singto. Kepalanya ia sandarkan pada bahu Singto. mereka sedang menonton series yang dimainkan oleh Krist. Syuting Krist sudah selesai dan kini series yang dimainkannya sudah tayang.
"Aktingmu bagus" Komentar Singto.
"Tentu saja, kau pasti bangga padaku" Balas Krist sembari memeluk Singto dari samping.
"Tapi aku tidak suka cerita series ini" Celetuk Singto.
"Kenapa?"
"Apa – apaan itu, mereka membuatmu menghamili seorang perempuan. Kau akan jadi ayah muda disitu." Protes Singto.
Krist terkikik mendengar Singto mengomel sendiri.
"P' itu hanya peran.."
"Aku tau tapi kau tidak pantas, harusnya kau yang dihamili" Ucap Singto yang membuatnya mendapatkan cubitan manis di pinggangnya.
"P' bisa diam tidak? Sembarangan saja kalau bicara. Bagaimana bisa aku yang dihamili" Gerutu Krist sambil mengerucutkan bibirnya.
Singto gemas dan mengacak rambutnya. Singto sangat merindukan moment seperti ini. Dimana hanya dia dan Krist berdua saling bertukar pikiran dan saling menggoda.
Beberapa bulan ini Krist begitu sulit untuk menyempatkan waktu untuknya. Palingan mereka bertemu saat Singto mengantar jemput Krist selebihnya berencana untuk bertemu pasti sering gagal. Krist sering membatalkan janjinya. Selalu ada saja yang membuat Kristnya sibuk.
Untung saja jadwal Krist sementara ini hanya ada fanmeeting dan menghadiri beberapa acara talk show. Walaupun begitu tetap saja menyita waktunya. Singto cukup bersabar hanya saja ada yang dipikirkannya. Pernikahan. Krist sudah berjanji padanya.
"Emm...Krist, jadi kapan kita akan mengurus pernikahan kita? Kau tidak lupa kan?" Tanya Singto sambil memilin rambut Krist.
Krist terdiam. Dia masih sibuk dan ini sudah mendekati waktu yang dijanjikan. Krist lagi – lagi merasa bersalah. Krist tersenyum manis memandang Singto.
"P'Sing, P' taukan aku masih sibuk tidak ada waktu untuk mengurus pernikahan?" Singto mengangguk. Dia tau apa yang akan dikatakan Krist. "P' kumohon lebih sabar lagi na..kita pasti akan menikah kok. Nanti jika aku sudah memiliki banyak waktu kita akan menikah. Jadwalku benar – benar padat hingga aku lelah dan tak bisa istirahat dengan benar." Ujar Krist.
"Iya P' mengerti kok. P' akan menunggumu..kapan pun itu"
Singto sebisa mungkin menunjukkan senyumannya. Dia tidak ingin terlihat sedih atau kecewa didepan Krist. Krist seorang public figure sekarang, jadi dia harus membuat Krist tetap berada dalam mood yang bagus. Krist cukup moody orangnya.
____
Krist berada di gedung GMM bersama manajernya. Mereka baru saja ada briefing tentang fanmeeting yang akan diadakan. Krist memainkan game diponselnya sedangkan Yui sibuk menata barang bawaan Krist.
Sebentar lagi Krist akan ada acara talk show. Dia sudah berpenampilan keren dengan rambut yang sudah ditata rapi oleh hair stylist nya.
"Krist, ayo kita berangkat.." Ajak Yui.
KAMU SEDANG MEMBACA
In Between [Singto X Krist - Completed]
Fanfiction~PERAYA FANFICTION~ Kisah tentang Krist yang seorang idol dan Singto yang seorang fotografer. SingtoXKrist BLB DLDR Cover by me
![In Between [Singto X Krist - Completed]](https://img.wattpad.com/cover/138342623-64-k732966.jpg)