CH 20 - Hari Terakhir

4.1K 305 386
                                        

Play lagu diatas

🎵Ailee - Ice Flower (OST. Queen Of Ambition)

P.S: Jika ada yang tau drama korea yang judulnya Queen of Ambition pasti tau endingnya gimana. Soalnya intinya sih ceritanya sama yaa ninggalin orang yang dicintai demi kesuksesan. Bedanya kalo di drama itu suami yang ditinggalin sang istri yang pengen sukses sampek dia nikah lagi dan jadi ibu negara :(

Pagi harinya, sebuah jam weker berbunyi nyaring dikamar tersebut membuat seorang pemuda yang bergelung dengan selimutnya terbangun. Ia membuka matanya serta tangannya meraih jam weker yang berdiri diatas meja nakas sebelah ranjangnya. Dimatikannya suara jam weker tersebut.

Jika dilihat dari matanya, ada pancaran yang meredup disana. Matanya begitu sembap karena semalaman ia habiskan dengan tangisan. Ia menoleh kearah samping dimana biasanya pria yang dicintainya itu terlelap disana.

Hanya kekosongan yang ia dapatkan disana. Bahkan ketika tangannya meraba kasur disebelahnya rasanya begitu dingin seolah belum ditempati. Ia pun bangkit dari tidurnya untuk beranjak mandi dan bersiap.

Setelah beberapa menit ia habiskan dengan membersihkan tubuhnya dan bersiap, ia mematut diri didepan kaca. Matanya pun menatap sebuah tas koper dibelakangnya melalui kaca. Sebulir air mata kembali menetes. Diusapnya air mata itu.

"Maafkan aku P'Sing..." lirihnya.

Ia pun meraih kopernya dan menyeretnya keluar. Ketika ia menuruni tangga, dilihatnya Singto yang masih terlelap di sofa ruang tengah dengan berselimutkan sebuah jaket. Krist menatap sendu pada Singto. Didekatinya Singto, ia mengamati lelaki yang sudah hampir tujuh tahun lebih ini sudah mengisi hatinya.

Dahi Krist mengernyit ketika matanya menangkap ada yang aneh pada tangan kiri Singto. mirip seperti luka bakar, melepuh dan memerah. Krist berjongkok dan meraih tangan Singto.

"Kau terluka?" Tanyanya yang hanya keheningan menyapanya.

Krist beranjak dan kembali dengan sekotak obat – obatan. Dibukanya sebuah salep kemudian mengoleskannya pada tangan Singto dengan telaten. Kemudian ia membalut tangan Singto dengan perban yang sudah tersedia di kotak obat tersebut.

"Jika aku pergi, jangan sampai kau terluka..." Ucap Krist.

Krist pun memberraskan kotak obat itu. Sebelum ia beranjak, ia mencium kening Singto lama sembari memejamkan matanya meresapi setiap sentuhan yang ia rasakan saat ini. Saat ia menyudahi acara cium kening Singto, tanpa ia sadari matanya mengalirkan sebulir liquid bening.

Tes...

Air mata Krist turun jatuh mengenai kelopak mata Singto yang masih setia tertutup itu. Krist pun melangkahkan kakinya meninggalkan tempatnya setelah sebelumnya meraih tas kopernya. Namun sebuah tangan menarik tangannya.

Krist tau itu Singto yang menahannya. Sebisa mungkin Krist menahan air matanya untuk turun lebih deras lagi. bahkan ia sedikit mendongakkan kepalanya dan beberapa kali berkedip.

"Sebelum kau pergi, bolehkah aku memelukmu?" Krist bergeming. "Jika kau diam kuanggap itu iya"

Singto bangkit dari tidurnya dan segera memeluk Krist dari belakang. Singto menempelkan kepalanya pada kepala belakang Krist. Ia menyesap aroma wangi yang menguar dari rambut Krist.

"Kumohon hentikan waktu sejenak. Aku ingin menghirup aroma ini lebih lama agar aku bisa mengingatnya..."

"Krist, terima kasih untuk selama ini" Ucap Singto.

In Between [Singto X Krist - Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang