CH 7 - Hadiah

2.2K 290 83
                                        

____

Sudah seminggu ini hubungan Krist Singto berperang dingin. Singto masih mendiamkan Krist, bahkan pesan dari Krist pun jarang ia balas. Singto masih kesal dengan Krist perihal cincin pertunangan itu. Hal ini juga terdengar hingga keluarga mereka. Orang tua Krist tak menyangka anaknya akan melakukan hal itu. mereka juga sudah berbicara pada Krist, namun Krist tetaplah Krist yang keras kepala. Kedua orang tuanya pun hanya pasrah dan percaya Krist tidak akan lebih menyakiti Singto lagi.

Kini Singto sedang bersama New duduk disebuah cafe yang terletak tak jauh dari studionya. Singto baru saja bertemu orang tua Krist dan membicarakan perihal cincin pertunangan tersebut. Orang tua Krist sangat menyayangkan dengan tindakan anaknya namun mereka mengatakan pada Singto untuk menuruti keinginan Krist lebih lapang dada lagi. Jelas, mereka membela anaknya daripada dirinya. Ini sama sekali tidak membantunya.

Singto menceritakan semuanya pada New. Hanya Newlah tempat curahan hati Singto. New merasa iba dengan temannya ini. Menurutnya Krist begitu tega terhadap Singto, Krist seperti memainkan perasaan Singto jika seperti itu.

Singto menghela nafasnya setelah panjang lebar menceritakan kisah romansanya pada New.

"Aku tidak tau harus memberi saran apa, Krist orang yang keras kepala sedangkan dirimu orang yang begitu tunduk pada Krist. Kadang aku heran, kau bisa tegas bersama teman – temanmu tapi kau tidak tegas pada Krist." Kata New.

"Krist orangnya moody New" Balas Singto.

"Kau selalu mengatakan itu, Krist orang yang moody lah, suka ngambeklah, tapi haruskah kau menuruti semua permintaannya? Jangan katakan kau menjaga perasaannya. Dia saja tidak peduli pada perasaanmu!" Sungut New.

"Aku hanya ingin menjadi yang terbaik untuknya" Lirih Singto.

"Dan tidak mempedulikan harga dirimu yang diinjak injak olehnya. Kau benar – benar buta Sing" Tambah New.

Lagi – lagi Singto menghela nafasnya. Sepertinya Singto benar – benar jatuh kedalam pesona Krist hingga ia menjadi seorang yang dungu sekarang.

"Entahlah New, aku tidak bisa menolak apapun yang menjadi keinginan Krist."

"Sebenarnya kau itu diapain oleh Krist huh? Sehingga kau menjadi seperti ini? Ingat Sing aku mengenalmu dari kecil, ini bukan seperti dirimu. Kurasa kau benar – benar sudah tunduk padanya" Ungkap New.

Singto bergeming, dia tidak membalas apapun perkataan New. Ia merasa apa yang dikatakan New itu semua benar adanya.

Singto dan New adalah sahabat sejak mereka masih ditaman kanak – kanak. New tau semua mengenai sifat Singto yang cuek namun tegas, sulit bersosialisasi, dan pendiam itu. Singto yang sekarang menjadi orang yang sangat peduli pada seseorang, sudah bisa sedikit bersosialisasi dan menjadi seorang yang banyak bicara. Oke itu perubahan yang positif jika saja itu ia tujukan tidak hanya pada Krist saja.

Singto berubah semenjak mengenal Krist, junior mereka dikampus dulu yang terkenal dengan sifat cerianya. New rasa Krist sudah menghipnotis Singto sejak saat itu. Hanya nama Krist, Krist, dan Krist yang menguasai pikiran Singto.

___

Sebuah mobil MPV berwarna hitam sedang melaju dijalanan kota Bangkok. Didalamnya ada Krist dan manajernya jangan lupakan juga ada sopir yang mengantar mereka. Saat ini mereka sedang menuju ke lokasi syuting iklan.

Namun saat diperjalanan, tepatnya di perempatan lampu merah ia melihat Singto bersama dengan Vin tengah berboncengan bahkan helm yang biasa dipakai Krist pun dipakai oleh Vin. Krist merengut melihatnya. Mereka juga tampak mengobrol sembari menunggu lampu hijau. Krist ingin saja membuka jendela kaca mobilnya dan menegur sapa mereka tapi itu tidak akan ia lakukan, bisa – bisa itu akan menjadi topik baru lagi bagi para pencari berita gosip.

In Between [Singto X Krist - Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang