CH 9 - Video Call

2K 242 61
                                        

---

Vin dan Singto terkejut saat mendengar suara orang yang baru saja memasuki ruangan tersebut. Dasar orang itu tidak ada sopan santun sama sekali, main masuk ruangan saja. Vin mendengus melihat siapa yang mengganggunya.

Tunggu dulu,

Mengganggu?

Ya, mengganggu Vin yang sedang asyik mengamati wajah Singto. Bukan, Vin bukan terpesona dengan wajah Singto maupun menyukai Singto. Dia hanya berfikir, orang sebaik dan setampan Singto kenapa dari dulu jomblo?

Vin sedikit heran saja, bahkan jika Singto mau, dia bisa memiliki banyak kekasih. Dulu saat di kampus banyak para mahasiswi yang menyukai dan mengejar Singto. Tapi karena sifat pendiam dan cuek Singto membuat mereka kesal dan mundur satu persatu. Para gadis itu kesal karena Singto tidak pernah menggubris mereka.

"Kalian sedang apa sih?" Tanya orang itu lagi sembari mendekati Vin dan Singto.

"Tangan Vin tersiram coklat panas. Ada apa kesini?" Tanya Singto.

"Itu mau pinjam lensa.." Jawab Gunsmile sembari berjalan menuju etalase penyimpanan lensa.

Singto mengangguk. Gunsmile mengambil satu lensa dari dalam etalase. Saat ia hendak keluar dari ruangan, Singto memanggilnya.

"Oh ya Ai'Gunsmile, kau bantu Vin mengobati tangannya na.." Ucap Singto.

Gunsmile mengangguk. Akhirnya Vin dan Gunsmile keluar dari ruangan Singto.

"Kau itu kenapa bisa sih?" Tanya Gunsmile.

"Ini gara - gara singa itu tanganku tersiram jadinya" Gerutu Vin.

Gunsmile mengambil kotak p3k dan mulai mengobati tangan Vin dengan mengoleskannya salep. Rasa dingin terasa punggung tangan Vin.

"Oh ya, kenapa menatap Singto seperti itu? Kau menyukainya?" Tanya Gunsmile.

"Kau gila? Mana ada yang seperti itu, aku tidak menyukainya. Kau sudah mengenal kami dari dulu. Kau tau kan, aku tidak mungkin menyukai sahabatku sendiri" Pungkas Vin.

Singto, New, Gunsmile, dan Vin memang sudah saling mengenal sejak di bangku kuliah. New yang selalu menempel pada Singto membuat Vin mengenal laki - laki berkulit putih itu. Sedangkan Gunsmile, mereka bertemu saat ada pameran fotografi di kampus mereka. Ketertarikan mereka pada bidang fotografi membuat mereka cepat akrab.

"Iya juga sih, lagi pula kamu kan preman pasar jadi tidak mungkin juga Singto menyukaimu" Ungkap Gunsmile.

Plak.

Vin memukul lengan Gunsmile dengan keras hingga Gunsmile meringis dibuatnya. Ia kesal Gunsmile seenaknya saja mengatai dirinya preman pasar. Padahal jika dilihat dari penampilan yang mirip dengan preman adalah Gunsmile.

"Kau itu perempuan tapi kasar sekali. Benar - benar preman" Gerutu Gunsmile.

"Salah siapa mengataiku preman pasar, yang pantas menyandang nama itu kau bukan aku" Ucap Vin.

Gunsmile hendak membalas perkataan Vin namun sebuah suara menginterupsinya.

"Kalian ini sedang meributkan apa sih?"

"Ai'New tidak ikutan Gunsmile untuk mengejekku juga?" Tanya Vin pada New, orang yang menginterupsi mereka.

"Tidak. Karena mengejek itu perbuatan yang tidak baik." Jawab New.

Vin dan Gunsmile saling pandang sejenak lalu tertawa mendengar penuturan New barusan. New tumben sekali bijak, biasanya dia yang paling tidak waras diantara mereka.

In Between [Singto X Krist - Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang