CH 15 - Lies

2.2K 258 94
                                        

🎵Bigbang - Lies

Happy Reading

Didalam sebuah kamar, tampak Singto mengelus rambut Krist yang tengah tertidur disampingnya. Setelah menangis hebat sembari memeluk Singto, Krist menjadi lelah dan tertidur. Bahkan pria imut itu menolak saat Singto mengajaknya makan. Singto khawatir dengan keadaan Krist saat ini.

Melihat Krist yang terlihat sangat sedih dan tertekan membuatnya menyalahkan dirinya sendiri. Ini bukan salahnya namun entah kenapa Singto merasa ia bersalah. Jika saja ia dapat mencegah Krist untuk melakukan skinship ditempat umum dan tidak memperlihatkan hubungan mereka saat itu, semuanya tidak akan seperti ini.

Singto mengambil ponsel Krist dan mengeceknya. Berbagai hujatan, cacian, bahkan lecehan pun bertubi – tubi masuk kedalam ponsel Krist. Walaupun ada yang mendukung mereka namun itu tak sebanyak cacian yang diterimanya.

Singto mengusap wajahnya kasar lalu memandang wajah damai Krist yang tampak lelah tersebut. ia memikirkan nasib kisah mereka kedepannya karena Krist mengatakan jika ia besok akan mengadakan conferensi pers dengan awak media. Singto takut jika Krist berbohong demi karirnya dan hubungan mereka tidak akan berlanjut dengan adanya rumor ini. Tapi walau bagaimana pun, Singto akan tetap disisi Krist dan mempercayai Krist semampunya.

"Apapun keputusanmu, walaupun hasilnya menyakitkan bagiku aku akan tetap mendukungmu karena aku selalu percaya padamu. Tapi aku harap kau tidak mengecewakanku Krist. Berfikirlah lebih peduli pada perasaanku. Jika kau bertanya apa aku lelah denganmu? Jawabannya adalah tidak. Aku tidak pernah sedikitpun lelah bersamamu. Bukan lelah yang kurasakan, aku lebih takut pada apa yang akan menjadi kekhawatiranku selama ini. Berpisah denganmu adalah suatu hal buruk dalam kehidupanku. Jika itu memang sangat diperlukan maka aku........" Singto menghentikan ucapannya. Tangannya mengelus pipi tembam Krist. ".... tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Semoga saja kita selalu bersama. Yeah semoga..."

_____

Keesokan harinya, Krist berada di gedung GMM sedang di briefing oleh Yui. Siang nanti dia akan melakukan konfirmasi atau conferensi pers kepada seluruh wartawan yang membutuhkan penjelasan tentang rumor tersebut.

Tampak diruangan itu Krist sedikit berdebat dengan Yui. Entah apa yang mereka debatkan yang jelas itu membuat Krist tampak frustasi. Terlihat dari pancaran matanya yang kecewa. Krist mengacak rambutnya kasar, ia terduduk sembari menunduk. Yui menepuk pundaknya dan mengangguk. Krist menatap Yui dengan mata berkaca – kaca. Yui membisikkan sesuatu pada telinga Krist.

"Ingat Krist, kau bisa menjadi seperti sekarang ini dengan perjuangan yang tak mudah " Bisik Yui setelah itu ia meninggalkan Krist di dalam ruangan tersebut.

.

Di studio foto, Singto tampak melamun diruangannya dengan beberapa surat kabar tentang pemberitaan tentang Krist. New, Gunsmile, dan Vin menatap Singto dari kejauhan dengan iba. Saat ini mereka tengah berada di pantry yang terletak didepan ruangan Singto yang kebetulan saat itu tengah terbuka pintunya.

"Kata Singto nanti siang agensi Krist akan mengkonfirmasi tentang berita itu" Celetuk New pada kedua temannya.

"Aku penasaran Krist akan mengatakan apa?!" Ucap Gunsmile.

"Kalian yakin tidak, Krist akan mengatakan yang sesungguhnya?" Tanya Vin sembari mengaduk minuman panas dalam cangkir.

"Entahlah, Krist terkadang menjadi sangat egois. Akhir – akhir ini aku sedikit tidak menyukainya, dia terlalu banyak membuat Singto terluka" Ungkap New sembari mengambil gelas dan menuang beberapa sendok gula dan kopi.

In Between [Singto X Krist - Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang