CH 3 - Penasaran

2.4K 291 37
                                        

______

Singto barusaja mengantar Krist pulang kerumah, saat ini ia berjalan gontai memasuki studio fotonya. Disana ada Gunsmile dan New yang sedang memperdebatkan sesuatu di depan komputer.

"Kau kenapa Sing?" Tanya New saat menyadari Singto yang berjalan tak bersemangat.

Singto menggeleng dan tersenyum lemah. New dan Gunsmile tau pasti Singto sedang ada masalah, namun mereka tidak ingin bertanya lebih pada Singto. Mungkin masalah Singto bersifat pribadi dan sahabatnya yang juga bosnya itu pasti membutuhkan waktu untuk sendiri.

"Apakah ada sesuatu yang dikerjakan?" Tanya Singto.

"Ada tapi kau tenang saja, kami bisa menghandlenya. Hanya mengedit beberapa foto klien kita yang kemarin saja kok" Jawab Gunsmile.

"Baiklah kalau begitu aku keatas dulu ya, jika ada apa – apa bilang saja padaku, aku ada diruangan" Ujar Singto yang diangguki kedua sahabatnya.

Singto memasuki ruangannya dan segera merebahkan tubuhnya diatas single badnya yang terletak disudut ruangan. Sebelah lengan tangannya ia gunakan untuk menutupi matanya yang terpejam. Helaan nafas halus keluar dari mulutnya. Sebenarnya ia memikirkan kejadian beberapa saat lalu saat dirinya dan Krist berada di taman pinggir danau.

"P'Sing, kita tunda dulu ya pernikahannya.."

Singto terkejut tak menyangka Krist akan mengucapkan hal itu.

"Hah? Ke-kenapa Krist?" Tanya Singto terbata.

Krist menunduk merasa bersalah. Sebenarnya ia juga tidak ingin mengatakan ini tapi jika ia meneruskan pernikahannya bagaimana dengan karirnya yang baru saja ia mulai. Ia akan sangat sibuk dan pastinya waktu untuk mempersiapkan pernikahan tidak cukup untuknya. Egois memang, tapi keinginannya untuk menjadi sebuah bintang besar sudah memenuhi relung hatinya mengalahkan keinginannya untuk melangsungkan pernikahan bersama sang kekasih yang sudah enam tahun ini dikencaninya.

"Aku akan sangat sibuk P'. Sebulan lagi aku sudah mulai syuting dan-"

"Bukankah kau mengatakan akan menyempatkan waktu untukku?" Potong Singto dengan nada kecewa.

"Aku memang menyempatkan waktu untukmu P' tapi bukan berarti untuk mempersiapkan pernikahan kita. Itu butuh waktu yang banyak dan aku tak akan ada waktu untuk itu. Kumohon mengertilah P' ini impianku dari dulu dan sekarang adalah kesempatanku."

"Menikah denganmu juga impianku Krist" Ucapan Singto membuat Krist terdiam sesaat. Ada sesuatu dalam dirinya yang retak mendengar Singto berbicara seperti itu.

"Aku harap P' mendukung keputusanku." Ucap Krist. Singto mendongak menahan air matanya. "Kita hanya menundanya bukan membatalkannya. Tuxedo bisa kita simpan dulu, undangan, dan keperluan lainnya bisa kita cancel. Setelah syuting seriesku ini selesai, kita akan menikah. Aku janji" Lanjut Krist seraya memeluk Singto.

"Berapa lama lagi?" Tanya Singto.

"Tujuh bulan dari sekarang.." Jawab Krist. Ia yakin dengan jawabannya karena ia sudah menanyakan estimasi waktu syuting selama penggarapan drama seriesnya kepada Yui.

"Baiklah, kita tunda dulu" Putus Singto. Krist tersenyum senang Singto mau menurutinya.

Tok tok tok

Ceklek

Mendengar pintunya terbuka setelah diketuk, Singto terbangun dan mendapati ruangannya yang gelap. Astaga ia ketiduran. New dan Gunsmile pelaku yang mengetuk pintunya masuk.

In Between [Singto X Krist - Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang