CH 8 - Coklat Panas

2.4K 252 86
                                        

Terlihat sosok pemuda menggeliat dalam tidurnya. Tak lama kemudian dia mulai mengerjapkan matanya saat ia merasa kasur disebelahnya kosong. Krist mendudukkan tubuhnya dan menguap dengan sebelah tangannya menutupi mulutnya. Ia mengusap matanya mencoba memfokuskan penglihatannya. Ia mengedarkan keseluruh sudut ruangan. Singto tidak ada. Sudah bangunkah?

Terdengar suara dentingan sendok dan gelas beradu seperti ada yang membuat secangkir minuman hangat dari arah bawah. Krist mulai turun dari kasurnya dan beranjak menuruni tangga. Dilihatnya Singto tengah membawa secangkir minuman yang masih mengepul.

Krist melirik jam dinding diruangan tersebut. pukul 5 pagi, ini terlalu pagi untuk orang beraktivitas.

"Au, kau sudah bangun?" Tanya Singto saat melihat Krist terdiam ditangga.

"Iya, aku terbangun" Jawab Krist seraya menghampiri Singto.

"Apa aku mengganggu tidurmu?" Krist menggeleng.

"Apa yang kau buat P'?" Tanya Krist sembari melirik cangkir yang dibawa Singto.

"Coklat panas, kau mau?" Tawar Singto. Krist mengangguk.

Krist hendak meraih cangkir tersebut dari tangan Singto namun Singto menjauhkannya membuat Krist cemberut.

"Gosok gigi dulu sana, dasar jorok!" Seru Singto sembari mencolek hidung bangir Krist.

Krist pun beranjak ke kamar mandi, Singto meletakkan secangkir coklat panasnya di sebelah meja kerjanya. Singto duduk dan berkutat pada layar komputer didepannya dengan headphone yang menutupi kedua telinganya.

Krist keluar dari kamar mandi, ia melihat Singto yang sepertinya sedang sibuk. Krist mendekat kearah Singto.

Grep.

Krist memeluk leher Singto dari belakang. Singto yang terkejut pun membuka headphonenya dan sedikit menoleh pada Krist yang meletakkan kepalanya dibahunya.

"Sedang apa?" Tanya Krist.

"Mengedit video pernikahan milik klien" Jawab Singto. "Lihatlah, mereka tampak bahagia" Ucap Singto sambil memutar video itu setelah sebelumnya mencabut kabel headphone dari CPU komputernya.

Krist terdiam menonton video tersebut. Ia merasa Singto sengaja menunjukkan video itu padanya. Singto tengah mengodenya untuk segera membahas pernikahan mereka.

"Emm..P' aku keatas dulu na.." Ucap Krist seraya melepas pelukannya dan beranjak menuju keatas, kamar mereka.

Singto menatap sendu pada Krist yang kini sudah menaiki tangga. Krist seolah menghindari pembicaraan tentang pernikahan. Mungkin Krist belum siap jika membicarakan tentang pernikahan, pikir Singto.

Krist POV

Aku duduk dipinggir ranjang dengan setengah melamun. Pikiranku berkecamuk saat ini. Sebenarnya aku tak bermaksud seperti itu pada P'Singto. Hanya saja, aku merasa kurang nyaman dengan segala sesuatu pembahasan tentang pernikahan.

Jujur saja, aku masih sangat merasa bersalah atas penundaan pernikahan bahkan cincin pertunangan yang kini sudah terlepas dari jari manisku. Aku tau, P'Sing pasti ingin segera menikah denganku begitu pula juga aku. Pasangan mana yang tak ingin terikat pernikahan setelah sekian lama berpacaran?

Tapi aku tak bisa menikah dalam jangka waktu dekat – dekat ini. selain karena kesibukanku, aku harus menjaga reputasiku juga. Aku tidak ingin mengecewakan fansku dan aku tak mungkin menghancurkan impianku sendiri.

Aku menunggu ini sudah sangat lama dan ini sekarang adalah kesempatanku. Aku tak mengerti kenapa ini harus bersamaan saat aku dan P'Sing akan menuju kebahagiaan bersama, membangun sebuah rumah tangga.

In Between [Singto X Krist - Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang