Pasta

1.7K 88 1
                                        

Penasaran kan. Lanjut yuk cekidott..

"Ngapain lo diem disitu buruan naik." Bentak vino seperti biasanya.

Beruntung wilo sudah paham karakter vino yang suka membentak seenak jidatnya. Wilo pun berjalan menuju mobil yang di naiki vino ia segera naik ke kursi penumpang bagian belakang.

"Lo kira gue supir lo huh!!! Pindah!!!" Bentak vino yang sudah dibalik kemudi.

Dengan kesal wilo pun pindah kursi depan dengan wajah yang sedatar mungkin karena sejujurnya ia sangat kesal pada vino.

Vino pun melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. "Ya tuhan jangan ambil nyawaku. Aku belum menikah." Batin wilo berkecamuk. Wilo sangat benci dengan kecepatan apa lagi yang dilakukan vino membuat jantung wilo berdetak tak beraturan.

Sekitar 35 menitan mereka tiba di kota denpasar, vino memberhentikan mobilnya di sebuah anak perusahaan First AJ Corp.

"Lo gila ya?" Maki wilo yang nafasnya sudah naik turun. Wilo tak memperdulikan tata krama atasan dan bawahan karena saat ini ia sangat marah dengan vino.

"Oh lo berani sama atasan lo sekarang!!" Bentak vino tak kalas kencang.

"Gue gak akan berani sama lo kalau lo gak kayak tadi. Kalau lo mau bunuh diri, bunuh diri sendiri aja jangan bawa gue. Apa lagi dengan kebut-kebutan gak jelas kayak gitu." Ucap Wilo yang sudah marah pun mengeluarkan unek-uneknya.

"Lo!" Vino menunjuk kearah wilo.

"Apa?" Tantang wilo.

"Keluar!" Perintah vino dengan nada yang sangat marah.

Wilo pun langsung keluar mobil dan vino berjalan mendahului wilo memasuki kantor First AJ Corp.

"Selamat siang Mr. ADIJAYA." Ucap salah satu pegawai yang melihat kedatangan vino.

"Dimana Yongki?" Tanya vino to the point.

"Pak yonki sedang di ruangannya pak sedang ada tamu." Jawabnya.

Tanpa menjawab vino segera naik ke lantai 15 dimana yonki berada. Yonki Birowo adalah kepala di kantor cabang yang ada didenpasar.

Ceklek

Vino langsung membuka pintu ruang yonki sebelum sekertaris yonki menghadangnya.

"M-mr. Vino selamat datang" ucap yonki sedikit terkejut dan gugup.

Vino tak menjawab melainkan melihat seorang lelaki yang duduk berhadapan dengan yonki.

"Mr. Ini tuan dilan selaku kepala divisi kepegawaian." Jelasnya.

"Gak perlu basa basi kumpulkan semua kepala devisi dan bawa laporan selama setahun terakhir. 15 menit dari sekarang saya tunggu diruang metting." Ucap vino lalu berbalik meninggalkan mereka yang wajahnya sudah terlihat tegang dan gugup.

Wilo sangat yakin ada yang disembunyikan oleh yonki dan dilan, sedikit banyak wilo bisa membaca raut wajah seseorang.

Semua kepala divisi pun berkumpul dan melaporkan perkembangan secara beruntut. Kepala divisi keuangan sahlan menjelaskan tentang pembengkak anggaran di beberapa bulan terakhir tentang proyek pembangunan sebuah apartemen.

"Kenapa anggarannya bisa membengkak seperti itu?" Bentak vino yang sudah habis kesabarannya.

"Maaf tuan tapi pihak kontraktor meminta bahan yang lebih bagus. Sehingga ada kenaikan anggaran." Jelas sahlan.

"Hubungi pihak kontraktor suruh stop pembangunan dan suruh kepala kontraktor menemui saya. Saya tunggu besok jam 9 disini." Jelas vino.

"Kamu, bawa semua laporannya." Perintah vino yang menunjuk kepada wilo, kemudian keluar ruang metting.

VOUS ATTENDRE(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang