Sad

1.8K 76 3
                                        

Cekidott aja yah

Hehehhee

💞💞💞💞

"Dorr"

"Aaaa" teriak orang-otang yang berada di sekitar ruang itu.

_____VA_____

Disebuah ruangan serba putih seorang dokter dan beberapa perawat sedang menangani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di perutnya.

Terlihat di luar ruang opreasi seseorang tengah tertunduk dan berdoa agar operasinya berhasil. Orang itu menangis dalam diam ia berjanji akan melindungi orang itu.

"Vino" teriak rani adijaya ibu vino yang tengah berlari menghampiri anaknya yang duduk di kursi ruang tunggu Operasi.

"Mama" gumam vino yang melihat rani datang bersama merco adijaya.

Rani pun memeluk vino. "Mah..." vino menghapus air matanya dalam pelukan rani.

"Sabar ya sayang. Dia pasti baik-baik saja." Ucap rani mengusap punggung anaknya.

"Vino. Wilo akan baik-baik saja." Ucap marco yang duduk disebelah vino.

"Ini yang vino takutin pah. Vino takut ada yang celaka karena melindungi vino." ucap vino menunduk. "Lagi" batin vino melanjutkan.

"Semua kecelakaan vin. Jangan salahkan dirimu." Ucap marco pelan.

"Tetep pah semua salah vino. Vino harusnya yang-"

Ceklek

Pintu ruang operasi terbuka terlihat dokter keluar. "Keluarga pasien" ucap dokter itu.

"Kami dokter." Ucap marco, rani dan vino yang ikut berdiri untuk menghampiri dokter tersebut.

"Peluru yang bersarang ditubuh pasien sudah diangkat, kondisi pasien juga mulai stabil. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan keruangan VVIP." Ucap dokter tersebut.

"Terimakasih dok" ucap marco, dokter itu pun meninggalkan keluarga adijaya.

Tak lama wilo dipindahkan kekamar VVIP sesuai permintaan vino saat melakukan administrasi sebelum operasi. Vino tengah di kursi dekat ranjang wilo, tangan vino perlahan mulai mengenggam tangan wilo.

Flashback On

"Ara kamu jangan nangis." Ucap alvin pada ara.

"Aku gak nangis vin, nih nih gak nangis kan." Ucap ara menunjukkan wajahnya yang terlihat bekas air mata yang sudah menggering.

"Ini apa coba hmm" ucap alvin menghapus sisa air mata di pipi ara dengan sapu tangannya.

"Vin jangan lupain ara yah." Ucap ara dengan wajah manjanya.

"Hei.. siapa yang berani lupain gadis cantiknya alvin." Ucap vino memegang pipi chubby ara.

"Apaan si vin. Udah sana berangkat." Ucap ara.

"Sayang, ayo" panggil rani yang berdiri disebalah mobilnya.

"Iya mah." Ucap alvin mengacungkan jempolnya.

VOUS ATTENDRE(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang