NOH POV
"Ming..." bisikku pelan agar tak terdengar oleh siapapun penjaganya.
"Ming..." Ming masih menutup matanya.
Setelah memanggil beberapa kali dan menunggu dengan sabar, akhirnya dia melihatku juga.
"P'Noh" katanya lemah. Sungguh kasihan anak ini. Wajahnya pucat, badanny penuh lebam, bibirnya pecah-pecah. Bersabarlah calon adik iparku, aku akan segera menolongmu.
"Ming, kau tak apa-apa ?" Tanyaku mencemaskan keadaanya yang terkulai lemas. Ming hanya menatapku dan menganggukan kepala.
"Hei kau cepat." Teriak salah satu penjaga.
"Iya, ini saya binggung makanan akan ditaruh dimana ? Pintunya terkunci." Seruku ke penjaga yang berteriak tadi.
"Taruh saja di sembarang tempat." Katanya tak sabar.
"Tapi bagaimana ia makan nanti ?" Tanyaku.
"Bukan urusanmu." Bentaknya.
Aku menaruh makanan ditempat yang mudah dijangkau oleh Ming lalu pamit ke para penjaga.
Aku harus cepat menghubungi Phun.
***
Tok...Tok...Tok...
"Siapa ?" Kata si imut yang membukakan pintu tapi lebih imut aku sih 😅.
"Ada Phun ?" Tanyaku padanya.
"P'Phun sedang keluar. Ada perlu apa dengan P'Phun ?"
"Kau siapa ?" Wajahnya terlihat bingung dengan sikapku.
"Aku Kit P, harusnya P memperkenalkan diri dulu baru bertanya aku siapa ?"
"Aku calon kakak iparmu."
"EHHH!!"
"Apa perlu bukti ?" Tanyaku melihat wajah kagetnya yang lucu. Dia hanya mengeleng-gelengkan kepala, entah karena takut atau terpana aku yang imut ini. (Author : Please deh P'Noh 😑😑).
"Udah boleh masuk atau belum nih, masih ada pertanyaan ?"
"Er... silakan masuk P." Katanya sambil mengaruk tengkuk lehernya.
Aku masuk dan duduk di ruang tamu.
"P, mau minum apa ?" Tanyanya sopan. Adik ipar yang baik. 😅.
"Apa saja. Adik ipar, tapi kenapa matamu hitam ?"
"P, kenapa memanggilku adik ipar."
"Terserah P donk. Memang kau adik ipar P kok."
"Aku tak kenal adik P."
"Kau itu calon Ming, N'Kit. Kau milik adikku."
"Ehh???"
"Sudah jawab saja pertanyaan P."
"Ooh.. itu karena aku tidak tidur P."
"Kenapa ?"
"Ada suara berisik yang membuatku tak bisa tidur tenang."
"Mank ada anjing mengongong malam-malam."
"Bukan anjing P tapi serigala kelaparan."
"Ehhh disini ada serigala, kok P baru tahu ya. Kalian aman kan disini ?" Tanyaku serius.
"Aman kok P." Katanya tersenyum malu-malu.
Seseorang keluar dari kamar dan memanggilku.
"P'Noh." Panggil Forth.
"Forth, duduk. Kata adik ipar disini ada serigala lapar ?" Tanya Noh serius kepada Forth. Forth melirik Kit dengan tampang 'dapat masalah nih.'.
"Tidak kok P, disini aman-aman saja."
Phana keluar dengan tampang acak-acakan dan diikuti Wayo dari belakangnya. Aku melihat bolak balik ke arah Forth dan Phana. Tanpa diperkenalkanpun aku sudah tahu siapa mereka. Akhirnya aku mengerti serigala kelaparan yang dimaksud Kit.
"Jadi dua orang ini serigala yang melolong membuat adik iparku tak bisa tidur hah!." Kataku yang menbentak mereka.
Forth dan Phana hanya tersenyum sedangkan Wayo tertunduk malu.
"P'Noh ada apa kesini ?" Tanya Forth.
"Tentu saja untuk menyelamatkan adikku."
"Ming adik P'Noh?" Kata Kit kaget yang sedang menaruh minuman dihadapanku.
"Iya."
"Ehh bukannya Ming hanya punya seorang kakak, P'Noh itu apanya P'Phun?" Sepertinya si imut benar-benar bingung.
" Temannya."
"Jadi kau temanku Noh." Kata Phun yang entah muncul darimana. Tanpa suara seperti hantu saja.
" Iya, aku temanmu. kenapa ? Mau bilang aku musuhmu." Kataku menantangnya.
Dia berjalan mendekatiku dan langsung menarik tengkuk leherku dan mencium bibirku tanpa basa basi.
BRUGG. Kutinju perutnya hingga ia merintih. Rasakan itu Phun 😆😆.
***
KIT POV
Aku tercengang melihat kelakukan P'Phun kepada P'Noh. Baru kali ini aku melihat kelakuan P'Phun yang seperti itu.
"Jadi kau kesini bukan karena rindu padaku ?" Kata P'Phun merayu P'Noh.
"Siapa yang merindukanmu ? Tak sudi. Aku disini mau memberitahu kabar tentang adikku, si Ming." Kata P'Noh yang membuat kami semua menengok kepadanya.
"Bagaimana Ming P ?" Tanyaku khawatir. Wayo duduk mendekat mengenggam tanganku.
"Ming terkulai lemah, kita harus membebaskan ia secepatnya. Kalau tidak, Ming akan susah bertahan."
"HUAAA...MINGGG" Tangisan Wayo meledak begitu mendengar keadaan Ming. Phana langsung memeluk Wayo.
"Ceritakan." Kata P'Phun serius.
"Ming dikurung dilantai basement dengan ditemani 2 orang penjaga. Luka-luka ditubuh Ming sepertinya tidak diobati. Kurang ajar!! Mereka akan membiarkan Ming mati membusuk disana. " kata P'Noh dengan suaranya makin meninggi.
"Keterlaluan." Pandangan P'Phun menakutkan seperti ingin membunuh seseorang.
"Apa rencana P'Noh ?" Kata Forth.
"Begini, aku minta bantuan kalian."
"Apa P?" Kata kami berbarengan.
"Forth kau hubungi polisi yang tak terima suap, Phun dan Wayo kau menekan kepala polisi & hakim pengadilan Bangkok dengan kekuatan keluargamu. Beam tolong bantu sebarkan foto-foto ini disosial media biarkan kita memakai kekuatan media massa . Dan Kit kau tinggal disini, jangan berbuat apa-apa."
Semua menganggukan kepala kecuali aku. Kenapa aku tak dilibatkan ?
"P, aku juga ingin ikut andil dalam menyelamatkan Ming." Kataku pada P'Noh.
"N'Kit, adik iparku yang imut. Tugasmu adalah merawat Ming setelah Ming terbebas dari sana. Ingat jangan sekali-sekali kau mencoba ikut andil, jika aku tahu kau melakukannya. Jangan harap kau akan bertemu dengan Ming." Ancam P'Noh.
"Kit, jangan buat Noh marah. Nanti aku gak dikasih jatah sama dia." Kata P'Phun yang mendapatan hadiah pukulan diperutnya untuk kedua kalinya.
"Lalu P'Noh ?" Kataku menanyakan tugas P'Noh.
"Aku akan menghubungi mata-mataku dikeluarga Varodom mengenai rencana ini. Kalian semua siap ?" Kata P'Noh.
"SIAPP"
"Kita hancurkan keluarga Varodom."
"Yeayyyy."

KAMU SEDANG MEMBACA
2. Private Doctor (Bahasa - Complete)
FanficIni cerita 2 moons di masa - masa menjadi dokter training. Melenceng dari filmnya tapi gak pa pa ya ?. Apa yang dilakukan 3 dokter ini sehari - harinya ? Stay tune ya. Seperti biasa , cerita ini murni punya saya tapi meminjam karater dari 2 moons (...