Chapter 17 : Target Sebenarnya

315 17 2
                                        

hari ini sangat melelahkan...

ku segarkan tubuhku dengan berendam di air hangat di dalam kamar mandi, rasanya sangat nyaman...

di tubuhku terdapat beberapa luka goresan akibat latihan sepanjang hari dengan Toru juga yang lain, walaupun tiap hari kami berlatih ,tapi waktu latihan kami di atur oleh Kak Wiliam, karena dia takut akan membuat tubuh kami lemah karena terlalu kelelahan

ada benarnay juga, sekarang saja kau sudah merasakannya, rasa lelah yang menyerang tubuhku,  namun disamping itu juga, tubuhku jadi tidak kaku seperti dulu saat di duniaku, aku jarang sekali menggerakkan seluruh tubuhku ini, membuat semua uratku kaku.

sekitar 30  menit ku bersantai, ku kembali kedalam kamar dengan rasa nyaman, ku pilih pakaian santai untuk ku istirahat, sambil bersiul ku memilih pakaian yang ada di lemari, satu per satu ku lihat dan kupilih hingga aku mendapatkan pakaian yang sesuai

saat ku mengenakannya, ku tertarik dengan selembar  kertas yang ada di atas meja rias ku "apa ini?" ku ambil dan ku baca isi dari kertas itu 'maaf meletakkan ini tanpa izin di kamarmu, bisakah kita bicara berdua saja? aku tunggu di belakang Kastil, Ken'

ini surat dari Kak Ken "kenapa pakai surat segala? tidak biasanya... padahal dia bisa langsung menemuiku disini" aku tidak tau apa yang ingin dibicarakannya sampai ingin bertemu berdua saja, tanpa menunggu lama aku pergi meninggakan kamar dan menuju kebelakang Kastil

sepi sekali di dalam kastil... semuanya pasti sedang beristirahat dan menunggu makan malam... aku bertekat tidak akan bicara terlalu banyak pada Kak Ken, selain sudah sore aku juga tidak mau membuatnya lebih sakit dengan berbicara banyak enganku, karena aku tau, dia pasti ingin membahas hubungan ku dia dan Toru

sesampainya di tempat janjian, aku tidak dapat menemukan sosok dari Kak Ken "dimana dia?" mungkin dia telat itulah pikirku hingga aku mendengar suara langkah kaki dari arah belakangku "kak Ken?"

"bukan sayang... Ken tidak ada disini...khukhukhu" betapa terkejutnya aku, bukan Kak Ken yang muncul melainkan sosok Kembaranku "Pixie?!"

"sesuai rencanaku... kau kesini sendirian...." wajahnya yang dingin dengan senyuman jahatnya membuatku makin membencinya "dimana Kak Ken!" ku harap Kak Ken tidak di sakiti olehnya

"Ken? dia sejak awal tidak ada disini... surat itu aku yang buat... untuk memintamu kesini seorang diri... dan itu berhasil..."

'aku termakan jebakannya mentah-mentah''

"mau apa kau memanggilku kesini?" firasatku sudah tidak enak, aku harus bagaimana? tapi di sekelilingnya tidak ada siapapun begitu juga dengan Sarnax, apa mungkin ia kesini sendirian? nekat!

"kau menanyaiku untuk apa aku menemuimu?... itu sudah sangat jelas kan?" samar-samar  dan makin jelas dapat kulihat pedang di tangannya "aku ingin membunuhmu dengan tanganku saat ini JUGAAA!!!!!" Pixie menyerangku dengan tiba-tiba membuatku tidak sempat menghindar hingga tanganku tergores oleh pedangnya "hkuhkukhu... refleks mu makin bagus Lia..." pujinya padaku yang jelas-jelas bukan pujian yang membuatku senang

"cih... apa kau melumuri pedangmu dengan racun sama seperti dulu saat kau membunuh Kak Shiho!?" ku memegangi luka yang ada di tanganku ini berharap jawabannya adalah Tidak

"tentu saja.... TIDAK... aku tidak mau melihatmu mati begitu saja tanpa aku cincang tubuhmu di tiap bagiannya"

melihat kuda-kudanya yang siap menyerang, ku keluarkan kedua pedang milikku dengan posisi bersiap, ku akan menerima semua serangannya

"Twin Sword... pedangmu itu akan patah oleh pedangku!" Pixie maju menyerang, ku tahan hujaman pedangnya dengan kedua pedangku ini dengan sekuat tenaga

DeepBlue KingdomTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang