disaat semuanya berjalan meninggalkan aula, diriku tidak bisa menahan keinginan yang selalu meledak-ledak didalam dada, ku hentikan langkah kaki dan kutarik nafas dalam-dalam "Putri..." panggilku
Putri menghentikan langkahnya dan berbalik menghadapku "ada apa Lia?"
dengan sedikit ragu akhirnya ku beranikan diri untuk mengutarakan keinginan hati "jika diperbolehkan... aku ingin menghadapi Pixie seorang diri..." kataku perlahan "tapi bukan maksudku lancang ataupun sok hebat karena terlalu percaya diri untuk menghadapinya sendirian, hanya saja..." ku mantapkan hatiku untuk mengatakannnya "aku ingin menghadapinya langsung agar aku merasa puas apapun hasil akhirnya, kumohon... bisakah diriku melakukannya?"
aku tidak terlalu berharap Putri meng iya kan permintaanku ini karena aku sendiripun sudah tahu benar kalau apa yang akan aku hadapi sangatlah berbahaya, namun aku hanya ingin mengutarakan harapanku padanya.
tanpa kuduga Toru ikut berdiri tepat disamping kananku dengan tatapan penuh rasa harap pada Putri "aku juga meminta hal yang sama seperti Lia, biarkan aku menghadapi Sarnax dengan tanganku sendiri"
Putri menatap dalam-dalam mata kami seolah sedang mencari tau kesungguhan hati kami "baiklah jika itu keinginan kalian, tapi bila terjadi sesuatu yang tidak di harapkan pada kalian.... kalian jangan pernah menyalahkan siapapun termasuk diri kalian sendiri, apakah bisa kalian berjanji akan hal itu?"
kami saling bertatapan dan diriku mengangguk pelan padanya kemudian kami kembali memandang Putri "baiklah, kami janji tidak akan menyalahkan siapapun ataupun diri sendiri"
"lakukan apapun yang kalian mau..." itulah keputusan akhir yang diberikan Putri sambil ia berlalu meninggalkan aula disusul dengan kelima orang kepercayaannya
________________________________
____________________
__________
diluar istana, lima orang kepercayaan Putri sudah bersiap ditempat mereka masing-masing diikuti oleh pasukan yang mereka pimpin. Vivamus melihat sekelilingnya kemudian ia mengambil nafas panjang dan menghembuskannya dalam sekali tiupan kearah langit tepat dikepalanya, samar-samar terlihat bayangan putih ikut keluar dari mulutnya dan menyebar keudara kemudian menghilang.
"ini bisa sedikit menghalangi mereka" jelas Vivamus
"ini akan menjadi hari yang panjang..." lanjut Cleric sambil memainkan tasbih yang ada di tangannya
"walau sejak awal sudah dicegah agar hal ini tidak terjadi, namun siapa sangka ternyata kebencian itu membuatnya dapat menemukan jalan yang ia cari" Aria menutup mata dan merasakan udara disekelilingnya "udara semakin bergemuruh tidak tenang, mereka akan tiba sesaat lagi"
____________________________
_________________
_________
aku tidak bisa berdiam seperti ini saja, ku putuskan beranjak dari dudukku tanpa perdulikan yang lain dan berjalan menuju pintu keluar "mau kemana kau Lia?!" teriak kak Lisa
"aku tidak bisa berdiam diri saja disini, apa kalian kuat dan tahan melihat mereka bertarung sendirian demi kita? lagipula aku ada urusan dengan Pixie... aku harus menyapanya bukan?" kataku tegas
Toru ikut melangkah tepat kesampingku "aku juga ada urusan dengan Sarnax, jadi aku akan ikut denganmu"
semua yang ada didalam aula hanya bisa terdiam tidak dapat berkata apapun namun kak Shin angkat bicara "sepertinya mereka tidak bisa melawan hanya berdua, kita semua akan ikut keluar siapa tahu ada yang bisa kita lakukan diluar sana daripada kita hanya menyaksikan semua orang mati tanpa berbuat apapun"
KAMU SEDANG MEMBACA
DeepBlue Kingdom
Fantasyini adalah kisah seorang gadis yang mencari jati dirinya, dan harus memilih dunianya untuk hidup, apakah dia lebih pantas di dunia manusia seperti sebelumnya, atau dia akan tianggal bersama teman-teman seperjuangannya di DeepBlue kingdom. mulai da...
