Terima kasih pernah bersedia untuk menemaniku melewati pahit dan manis yang ditawarkan hidup.
Terima kasih pernah menjadi bagian dari ganjil dan genap kisahku, serta melengkapi segala kurang yang kumiliki.
Terima kasih pernah menitipkan kepercayaan padaku, meredakan segala ketakutan, dan meyakinkanku bahwa semua kebaikan pasti ada.
Terima kasih pernah memberiku ruang dan kesempatan untuk hidup dalam ceritamu.
Terima kasih sudah mengizinkanku untuk merasakan rasanya jatuh cinta lagi, menemaniku melupakan hari lalu, dan mendampingiku.
Terima kasih sudah mau mengisi kekosongan dan kehampaan ruangku dengan meriah ceritamu.
Maaf atas apa yang tak ku selesaikan hingga akhir, maaf aku memilih kalah.
