Perihal Mengutarakan

135 6 0
                                        

Jika aku mengutarakan, maukah kamu mendengarkan? Bagaimana saat-saat kita bersama masih tersimpan di dalam benakku, walaupun sudah tidak ada gunanya mengharapkanmu.

Masih tertinggal bayanganmu yang membekas dalam relung hatiku. Ingatkah kamu menghubungiku lewat tengah malam hanya untuk memetik gitarmu?

Senandung suara yang kamu langitkan malam itu masih bisa kudengarkan. Kalimat-kalimat manis juga canda tawa, masih tersimpan rapi di dalam kepalaku, menciptakan rindu yang kian mendalam.

Enam ratus detik yang kita lewatkan bersama saat orang lain sudah terlelap dalam tidurnya, hanya ada kamu dan aku yang masih terjaga di atas ranjang, aku yang diam sembari mendengarkan kamu bersenandung pelan.

Tuan, jika aku mengutarakan, maukah kamu mendengarkan? Aku masih terjaga setiap malam memandang bulan, kian berharap kamu berpaling dan berlutut di depanku lagi. Kian berharap bahwa semua ini mimpi buruk dan kamu masih setia berada di sisi.

Namun, rupanya dunia bukan pengabul permohonan, bukan pula ia pewujud permintaan. Dan aku masih tetap berharap akan kepulanganmu selagi mendengarkan rekaman suara yang kamu kirim sebagai pengantar tidur.

Sajak Acak Tentang DiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang