Episode 4

1.3K 66 0
                                    

Pebrian menunggu Siska di pintu depan apartemen dimana Siska menginap. Dia melihat Siska dari kejauhan berjalan mendekatinya dengan seorang pria. Yang membuatnya terkejut adalah pria itu menggandeng Siska dengan mesranya. Terlihat wajah panik Siska saat menyadari Pebrian telah di depannya ia langsung melepaskan gandengan tangan Leo.

"Pebrian, sudah sampai? " tanya Siska menghampirinya.

"Sudah dari lima menit yang lalu. " ucap Pebrian tersenyum masih melihat pria yang datang bersama Siska.

"Ah kenalkan ini temanku namanya Leo, " ucap Siska memperkenalkan.

"Leo. "Ucap leo mengulurkan tangannya.

"Pebrian, calon suami Siska. " ucap pebrian menyalaminya.

"Ah Leo aku pergi ya? " ucapa Siska menggandeng Pebrian.

"Jangan pulang malam-malam. "Ucap Leo membuat Pebrian menghentikan langkahnya sesaat.

"Ah dia hanya bercanda. "Ucap Siska takut Pebrian tersinggung dengan ucapan Leo.

Saat perjalanan ke rumah Pebrian, mereka hanya saling diam tanpa ada yang berbicara. Merasa canggung dan bersalah Siska membuka pembicaraan.

"Kamu suka makan apa? " ucap Siska.

"Apapun. " jawab pebrian.

"Wah Bagus dong. Aku gak suka makan sayur tapi Leo suka memaksaku katanya biar sehat buat pencernaan dan juga tubuh. "

Mendengar ucapan Siska Pebrian menghentikan laju mobilnya.

"Leo itu pria seperti apa? " tanya Pebrian.

"Baik, tapi nyebelin. Dia itu paling bisa di andalkan pokoknya. " ucap Siska tertawa pelan.

"Kalian sepertinya dekat ya? "

"Ah itu karena kita teman sejak kecil. "

"Apa kamu menyukainya? " tanya Pebrian mengagetkan.

"Mana mungkin kami itu cuma sahabatan. Lagian dia bukan tipe akulah. "Ucap Siska tersenyum.

"Maaf, apa kamu semalam tidur dengannya? "

"Ah,, nggak lah dia kan punya dua kamar aku tidur di kamar yang lain. " ucap Siska.

Bagaimanapun mereka memang tidak tidur bersama semalam karena leo pindah ke Sofa. Dan jika Pebrian tidak percaya, Siska akan menunjukan kamar yang satu lagi milik Leo yang kuncinya di berikan padanya.

"Tapi tetap saja kamu tidur di apartemen pria, nanti malam kamu tidur di rumahku saja ya! " ucap Pebrian.

"Tapi, nanti apa kata tetangga? " ucap Siska merengek.

Lagi-lagi kebiasaannya merengek pada Leo di lakukannya pada Pebrian.

Setelah sarapan bersama dan jalan-jalan sampai sore, Pebrian mengantar Siska ke apartemen karena Siska kukuh tak mau menginap.

"Jadi ini kamarnya? " tanya Pebrian saat Siska membuka pintu kamar 200 B milik Leo yang di berikan padanya.

"Iya, dan leo tidur di kamar sebelah. " ucap Siska menunjuk kamar Leo yang satunya lagi.

Setelah mereka masuk terlihatlah kamar yang begitu cantik dan rapi. Sepertinya Leo memang sudah mempersiapkannya. Mata Pebrian tertuju pada sebuah foto yang terpampang cukup besar di dinding.

"Ah itu foto kami tahun lalu, aku tidak tahu kalo sampai di pajang begini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ah itu foto kami tahun lalu, aku tidak tahu kalo sampai di pajang begini. " ucap Siska.

"Tapi Bagus. " ucap Pebrian.

"Ah kamu tidak cemburu? "

"Kenapa?  Kalian kan cuma berteman. " ucap Pebrian duduk di sofa panjang di ikuti Siska.

"Princess..! " teriak Leo tiba-tiba datang.

"Eh ada tamu ya? " ucap Leo lagi menyapa Pebrian.

"Bawa apa? " tanya Siska pada Leo yang memegang beberapa kantung plastik.

"Ini makanan tadinya aku mau makan tapi ingat kamu yang pasti suka makanan ini aku gak tega jadi kesini. " ucap Leo berbohong padahal dia memang berniat makan bersama Siska.

"Wah mauu.. " ucap Siska antusias.

"Yah tapi cuma dua bungkus. "Ucap Leo sengaja pada Pebrian.

"Gapapa, kalian makan saja. " ucap pebrian.

"Kalo begitu punyaku buat Pebrian aja. " ucap Siska menyodorkan makanan ke depan Pebrian.

"Yasudah kita makan berdua saja.," ucap Pebrian.

"Ah nggak kamu makan punyaku aja, kita kan biasanya juga begitu. " ucap Leo tak terima melihat Siska makan sepiring berdua dengan Pebrian.

"Iya, nanti kamu gak kenyang. Aku makan punya Leo aja dia makannya sedikit. " ucap Siska membuat Leo senang.

Di dalam hatinya Leo bersorak karena merasa unggul untuk kali ini. Melihat wajah pebrian yang masam membuat Leo semakin sok perhatian pada Siska.

"Princess kamu makan sayurnya yang banyak ya, biar sehat. " ucap Leo.

"Aku kan sudah bilang gak suka sayur. " ucap Siska merengek.

"Yaudah aku gak makan kalo kamu gak makan sayur. " ucap Leo pura-pura ngambek.

"Iya deh bawel, nyebelin. "Ucap siska.

Pemandangan apa ini?  Pebrian merasa sangat gemas melihat kelakuan mereka berdua.


*****

PEMUJA RAHASIA  ( TAMAT )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang