Aksa tidak akan pernah main main dengan ucapannya ia benar benar datang kerumah Savana lebih awal. Aksa datang pukul 5:30 membawa mobil berwarna hitam miliknya.
"Tu cowok gila!" Umpat Savana dalam kamarnya.
Savana tersenyum picik. Sebuah rencana telah disusun dalam otaknya.
6:30 Savana belum juga keluar dari rumahnya dengan kesabaran tingkat tinggi Aksa selalu menunggunya.
Dalam kamar Savana terus berdecak kasar rencananya tidak tersusun dengan sesuai. Niatnya yang membuat Aksa kesal dan pergi tidak berhasil Aksa terus menunggunya didalam mobil.
7:00 Savana keluar dengan wajah malasnya tatapan nya bertemu dengan iris mata Aksa walau hanya sepersekian detik Savana langsung memutus kontak matanya itu.
"Cepet!" Getak Savana tiba tiba.
"Lo mandi apa luluran?" Tanya Aksa.
"Cepet!" Ulang savana dengan nada yang sama.
Kali ini Aksa hanya menurutinya tidak ada pertanyaan lagi yang akan ia tanyakan ia rasa mood wanita ini sedang jelek tapi Aksa tidak tau bahwa itu karnanya.
"Na.." panggil aksa lirih.
"Hm."
"Gue suka..." ucap aksa menggantung.
Savana tak menggubris pertanyaan itu pandangannya terus lurus kedepan tak ada niatan bagi mulutnya untuk terbuka.
"Na?" Panggil aksa lagi.
"Turunin gue!!" Bentak savana spontan.
"Kenapa?" Tanya aksa bingung.
"Gue loncat atau berenti?!" Tawar savana penuh penegasan.
"Ok ok." Jawab aksa pasrah.
Aksa meminggirkan mobilnya. Dengan cepat Savana turun dan meninggalkan mobil Aksa yang masih belum berjalan. Dalam mobil, Aksa masih kebingungan.
Kan gue suka kalau ada dideket savana tapi kenapa tu cewek marah? Batin Aksa.
Aksa tetap berada dalam mobilnya tapi ia terus berada di samping savana yang berjalan di trotoar.
"Yakin lo gak mau naik mobil gue? Nanti telat loh." Penawaran aksa memang ada benarnya mereka berangkat jam 7:00 datang kesekolah mau jam berapa?
"Banyak omong lo!!"
"Galak amat si mbanya."
Savana lagi lagi tidak mengubris ucapan Aksa ia terus berjalan mempercepat langkahnya. Begitu juga Aksa ia memempercepat laju mobilnya.
Mereka berdua kini ada di depan gerbang yang sudah tertutup.
Persetan!! Umpat Savana kesal.
"Sial!!!" Gumam Aksa.
Savana sama sekali tidak merasa panik ia membalikan tubuhnya berniat untuk pergi.
"Mau kemana lo?" Tanya aksa cepat.
"Bolos." Enteng, santai, pelan begitu lancar kata itu terlontarkan.
"Heh kalian berdua!!!" Bentak seorang pria paruh baya.
Aksa dan Savana tersontak kaget mendengar teriakan seorang pria paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah pak Satya. Teriakan itu benar benar spontan, tegas, dan penuh amarah.
"I...i..ya..pak? Tanya aksa gelugupan.
"Ada apa pak?" Tanya Savana enteng.
Aksa yang ada di dekat savana langsung menempelkan punggung tangannya mengecek suhu normal gadis ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
SAVANA
किशोर उपन्यासHidup yang tengah ada di sudut gelap ini harus ku apakan. Rasanya lelah ketika tak ada satupun orang yang ada didekatmu saat kamu memang benar benar jatuh. Dia Savana. Gambaran diriku di dunia nyata. Dan Aksa hanya sosok ilusi yang belum pernah dat...