Kebersamaan

2.7K 291 64
                                        

Disclaimer: Snk by Hajime Isayama

Pairing: RivaEre/RiRen

Rate: M

Warning: OOC, OC, Boyxboy/yaoi, romance, alur kecepetan, Mpreg, Typos.

.

.

.

.
~Happy Reading~
.

.

.

.
Chapter 11: Kebersamaan
.

.

.

.

Eren Zoe : 24 tahun.
Levi Zoe : 5 tahun.
Rivaille Ackerman : 32 tahun.
Farlan Church : 29 tahun.
Hanji Smith : 32 tahun.
Erwin Smith : 33 tahun.
Armin Arlert : 24 tahun.
Petra Ral : 23 tahun.
.
.
.

Angin berhembus lembut, menyejukkan setiap orang yang merasakan hembusannya. Namun, hembusannya masihlah kalah dengan panasnya terik matahari di siang hari ini.

Disebuah restoran ramai pengunjung, terdapat seorang anak kecil dengan surai hitam legam duduk sendirian di depan meja yang penuh dengan makanan.

Raut wajah anak tersebut terlihat bosan. Matanya yang sewarna batu obsidian terus-menerus menatap kearah satu tempat -lorong toilet-, berharap seseorang yang ia tunggu segera datang.

Tak lama dari tempat yang terus ia perhatikan, muncul seorang pria dewasa dengan postur badan tegap namun memiliki warna rambut yang sama dengannya -hitam legam-.

Levi -nama anak kecil tersebut- beranjak dari kursi tempat ia menunggu sedari tadi. Walau yang muncul bukanlah orang yang sejak tadi ditunggunya, namun ia tetap menghampiri pria tersebut.

"Paman mesum!" panggil Levi.

Pria tersebut berbalik karena merasa familiar dengan panggilan itu.

"Kau! Bocah, apa yang kau lakukan disini?"

Rivaille berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Levi.

"Hehehe, aku cedang makan dengan papa dicini. Tlus aku lihat paman mesum, jadi aku mendatangi paman."

"Ck, sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu. Mana papamu?"

"Papa pelgi ke toilet. Oh iya paman, kalna kita beltemu lagi, cecuai kataku waktu itu, aku akan kacih tau namaku!"

"Hm, baiklah. Siapa namamu?" tanya Rivaille lebih dulu.

"Namaku Levi, calam kenal paman. Nama paman ciapa?"

"Namaku-"

Tringgg~

Ponsel Rivaille berbunyi, menghentikan ucapannya. Ia segera bangkit berdiri dan menjawab panggilan tersebut.

"Hm, aku akan keluar." ujar Rivaille menyelesaikan panggilannya.

"Maaf bocah, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa." ucap Rivaille seraya mengusap surai milik Levi penuh sayang.

Rivaille berbalik pergi keluar dari restoran. Levi belum beranjak dari posisinya meskipun Rivaille sudah tak terlihat. Sampai akhirnya ada yang menepuk lembut bahunya. Membuat Levi membalikkan badan.

Destiny (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang