Semalam merupakan momen paling mengharukan yang pernah Anya lihat. Walaupun butuh waktu lama untuk Al membalas pelukan Papanya, tapi akhirnya Al mau menerima Papanya itu kembali.
Anya berharap hubungan keduanya segera membaik, walaupun ia tahu tidak bakal secepat itu.
Pagi ini Anya tidak bisa berhenti tersenyum, masih kebawa perasaan haru kemarin. Terlebih lagi melihat Al menelponnya.
"Halo,"
"Selamat pagi Anya."
"Pagi Mahesa. Gimana tidur kamu?"
"Tidak pernah sebahagia ini Anya," cowok itu terdiam sejenak, "Mama dateng ke mimpi aku."
Anya tidak bisa menahan diri untuk tidak bersorak senang. Seakan Mama Al memberi tahu anak semata wayangnya itu untuk berbaikan dengan Papanya, dan pamit untuk terakhir kalinya.
"Aku bahagia sekaligus sedih Anya, Mama benar-benar udah pergi," suara cowok itu berganti lirih.
"Al, kamu janji ga bakal sedih lagi. Nanti Mama cemas mikirin kamu, bukannya kamu mau Mama beristirahat dengan tenang?" Anya berusaha mengingatkan Al.
"Iya Anya. Terima kasih kamu mau berada di sisi aku."
Rasanya hidup Anya tidak bisa lebih sempurna dari ini!
*
Setelah seminggu, akhirnya Al masuk sekolah kembali. Syukurlah pihak sekolah mentoleransi absen cowok itu, karena memang selama dua minggu kemarin Al bukannya bolos seperti yang sering ia lakukan. Tapi menjaga Mamanya di Rumah Sakit dan mengurus pemakaman Mamanya.
Lagipula cowok itu tidak kesulitan mengejar ketinggalan pelajaran. Bahkan cowok itu yang mengajari Anya matematika.
"Anya!" Thalia melambaikan tangannya dari pintu kelas, gadis itu dan Shaka menghampiri Anya dan Al yang berkutat dengan buku pelajaran.
"Ini aku udah fotokopiin catatan-catatan aku buat kalian belajar," Thalia menyodorkan lembaran kertas yang sudah di clip rapi.
"Ya ampun makasih banyak Thal. Al kan ketinggalan banyak pelajaran makanya butuh banget ini." kata Anya gembira. Thalia memang juara umum angkatan mereka, jadi bisa dijamin catatannya pasti rapi banget.
"Kamu yang lebih butuh," cibir Al, "Catatan dia sama sekali ga membantu Thal. Kayaknya selama aku ga masuk sekolah, jiwa dia juga ga masuk. Masa dia ga punya catatan satu pun," ucapan Al itu membuat Thalia dan Shaka tergelak.
"Ada ih itu yang biologi kemarin," protes Anya.
"Tapi tulisannya ga bisa dibaca Anya, jadi percuma aja," Al mengacak rambut gadis itu, "Makanya jangan galauin aku."
"IH APA SIH ENGGAK!"
Thalia dan Shaka hanya bisa tertawa melihat sepasang sejoli ini. Al benar-benar berubah sekarang. Ia tidak lagi segalak dulu, dengan Anya ia lebih sering tertawa.
Dalam hati Thalia tidak sabar melaporkan perubahan Al ini kepada Keira.
Gadis yang sedang pacaran dengan Aldo di kantin itu pasti juga sangat senang mendengar bahwa Al sudah kembali seperti dulu. Dan karenanya ia harap mereka semua bisa kembali berteman. Seperti dulu.
*
Anya sudah menyiapkan kencan istimewa. Tapi rencana itu harus ditunda karena mereka akan menghadapi ujian akhir semester. Ia dan Al sudah memutuskan untuk tidak saling berhubungan selepas sekolah agar masing-masing bisa fokus belajar.
Al bilang ia ingin menebus kesalahan dengan membuat Papanya bangga dengan prestasinya, sedangkan Anya juga sama. Ingin membuat kedua orang tuanya bangga dan tidak menyesal menyekolahkan dia di Althea. Sekaligus ingin membuktikan bahwa pacaran tidak mengganggu prestasinya nanti.
Maka dari itu, kali ini gadis itu giat belajar dengan dibantu Keira dan Thalia. Entah bagaimana mereka jadi lumayan akrab sejak huru-hara kemarin.
Dari Keira, Anya banyak tau apa yang disukai dan tidak disukai oleh Al. Jadi selain belajar untuk meraih nilai tinggi dipelajaran, ia juga belajar untuk menambah nilai plus dimata Al.
Walaupun sebenarnya tidak perlu, karena cowok itu hanya melihat ke arahnya.
*
KAMU SEDANG MEMBACA
[5] ALWAYS ✔
Novela Juvenil*BOOK FIVE* ALTHEA gempar! Gimana enggak kalo Anya murid pindahan yang famous mendadak jadian sama Almahendra si biang onar. Start : May, 31st 2018 End : July, 29th 2018 #altheaseries
![[5] ALWAYS ✔](https://img.wattpad.com/cover/147879250-64-k294819.jpg)