Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
■■■■■
Jungkook menunggu dengan sabar sang hyung yang hingga sore ini belum juga pulang dan menampakkan wajahnya. Berkali-kali tatapan matanya melihat kearah jam dinding yang menempel diatas almari besar yang terletak disudut ruangan.
Neo eodiga hyung...??
Wae..?? Hyung belum pulang juga, apa yang terjadi padamu hyung. Jebal... pulanglah, kookie tidak akan makan sebelum kookie melihat hyung.
"Kookie-ya ohh ayolah saeng makanlah, bagaimana jika kau sakit" ujar seokjin pelan sembari mengusap kepala jungkook hangat.
"Shireo hyung, nan shireo..." jawab jungkook cepat hingga seokjin hanya menghela nafas kasar dan mencibir pelan kelakuan dongsaeng terkecilnya tersebut.
"Yakkk jika kau terus seperti ini hyung tidak akan segan-segan memotong uang sakumu kim jungkook" teriak jin kesal.
Sedangkan jungkook tetap saja diam dan tetap pada pendiriannya.
"Terserah padamu hyung, karena kookie tidak perduli... jika hyung mau, hyung bisa tidak memberi uang saku pada kookie dan kookie bisa pergi dari rumah ini dan pergi bersama V hyung, karena V hyung masih sanggup untuk membiayai semua kebutuhan kookie" ujar jungkook pelan hingga membuat seokjin terdiam dan masih tidak percaya apa yang sudah dikatakan oleh magnaenya tersebut.
"Yakk apa yang kau katakan, neo micheoseo...??? Apa kau sudah kehilangan akalmu" teriak seokjin lebih keras lagi hingga pada akhirnya teriakannya tersebut malah memanggil semua penghuni rumah yang sedang beristirahat dan datang menghampiri mereka berdua dengan wajah yang penuh dengan tanda tanya.
"Yakk wae geureseo...?? Waee hyung berteriak, jangan teriaki magnae kita hyung" ujar jimin, sedangkan seokjin hanya menghela nafas kasar dan mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Hyung tidak bisa berkata apapun lagi, dia sudah kehilangan akal sehatnya... hanya karena namja pembawa bencana itu, ia rela untuk pergi dari rumah ini" ujar seokjin lagi dan tangannya menunjuk kearah wajah jungkook.
"Yakk kookie-ya apa benar kau mengatakan hal itu, apa yang dikatakan seokjin hyung benar" tanya namjoon.
Namun jungkook hanya dapat diam, dirinya diam seribu bahasa untuk waktu yang cukup lama hingga pada akhirnya kepalanya menangguk dengan lemah dan menatap semua hyungnya dengan mata yang memerah.
"Yakk andwe, pemikiran apa yang ada didalam otakmu itu hanya karena namja sialan itu kau ingin pergi dari rumah ini" kesal namjoon.
"Taehyung namanya kim taehyung, dia hyungku dan kalian tidak berhak memanggilnya dengan panggilan namja sialan.. Apa pintu hati kalian sudah tertutup hyung, wae?? Kalian memperlakukan dongsaeng kalian sendiri seperti maid dirumah ini. Wae?? Kalian tidak pernah menganggap keberadaan dirinya dirumah ini hyung. Wae?? Kalian memperlakuka V hyung seperti itu, apa dosa yang ia perbuat hingga dirinya harus mendapat perlakuan tidak pantas dari kalian" teriak jungkook lebih keras lagi, seakan emosi yang selama ini ia tahan pada akhirnya dapat ia luapkan.