[11] Kode

1.3K 42 2
                                        

Aku dan Mita berjalan menyusuri koridor sekolah. Bel pulang sudah berbunyi 10
menit yang lalu, tapi aku dan Mita masih berada di sekolah karena ada sedikit pekerjaan yang harus kami selesaikan.

"Dyy, lo ngerasa gak kalau si Fahmi tu perhatian banget sama lo?" tanya Mita di
selasela perjalanan kami.

"Hah! Emm biasa aja perasaan."

"Ish, Udyy lo tuh peka sikit napa, sih. Gue tuh ngerasa kalau si Fahmi udah move on
dari gue dan sekarang dia tuh suka sama lo. Lo peka napa sih."

"Apaan sih lo. Gak jelas tahu gak. Fahmi tuh dekatin gue karena elo."

"Ish lo tuh gak---"

"Haii Mit, Udyy." belum sempat Mita melanjutkan perkataannya, kehadiran Fahmi dari sudut koridor membuat Mita menghentikan kalimatnya.

"Ehh, Fahmi panjang umur," ucap Mita Aku hanya tersenyum begitu pun Fahmi.

"Kalian berdua, kok, belum pulang?" tanya Fahmi. Namun wajahnya melihat ke arah
ku. Merasa pertanyaan tersebut di lontarkan untukku dengan sedikit gugup aku menjawab.

"Emm, kita tadi ada urusan osis," jawabku sedikit gugup. Fahmi hanya ber-oh ria sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

"Elo sendiri kenapa masih di sekolah?" tanyaku.

"Gue tadi latihan basket," Sekarang giliran aku yang ber-oh. Aku tak tahu kalau
Fahmi ikut ekskul basket dan Mita juga tak memberi tahuku.

"Kalau gitu kita duluan ya," ucapku pada Fahmi. Aku tak mau pulang terlambat lagi, karena nantinya Mama sama Papa pasti akan curiga padaku.

"Kalian berdua naik apa? Mau bareng gue?"

"Ehh, gak usah---"
"Aduh Fahmi lo tu kalau mau ngantari Udyy pulang langsung bilang aja. Jangan kode-kodean gitu," ucap Mita.

"Apaan sih, Mit." Fahmi terkekeh pelan.

"Tau aja Mit," ucapnya setelah itu

Mendengar pengkuan Fahmi membuatku semakin gugup. Untuk yang ke sekian
kalinya Fahmi membuat jantungku berdetak tak beraturan.

"Gimana, Dyy. Gue boleh gak ngantari lo pulang. Sekalian jumpa orang tua lo,
kemarin kan gue gak sempat tuh jumpa sama mereka," ucap Fahmi lagi.

"Emm-m gimana ya? Kayaknya jangan sekarang deh, Mi. Soalnya Abang gue ntar jemput," jawabku. Aku menggaruk tengkukku yang tak gatal.

"Beneran?" tanya Fahmi sedikit tak percaya.

"Iya benar."

"Aduhh, gue jadi nyamuk dah disini," ucap Mita yang sedari tadi hanya diam
mendengarkan percakapan kami berdua.

Aku dan Fahmi tertawa pelan. Kami hampir melupakan Mita yang masih berada di sampingku.

"Udah ya kangen-kangennya. Udyy kita harus pulang, gue udah lapar banget," rengek Mita. Ia menarik pergelangan tanganku dan membawaku berjalan meninggalkan Fahmi yang masih berdiri di koridor.

"Gue deluan ya, Mi," ucapku di sela-sela perjalanan.

Fahmi hanya mengangguk kemudian tersenyum simpul.

[] [] [] []


Fahmi apa kamu ingat saat itu? Sebenarnya aku tahu maksud mu, hanya saja aku
purapura tidak tahu. Maafkan aku ya.

BACKSTREET (COMPLETED)✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang