*****
Ini tentang sebuah rasa yang sudah bermetamorfosa, menerobos masuk ke dalam hati.
Langit, dia apa kabar? Aku rindu dengannya. Rindu tawa dia yang dengannya sanggup membawaku pada sebuah kenyamanan, aku rindu candaan recehnya yang meskipun tak lucu namun tetap saja mulutku refleks tertawa, aku rindu menyusuri jalan menerpa angin dengannya, aku rindu tentang waktu yang kita lewati bersama, aku rindu masa yang telah menjadi kenangan itu.
Ah, membicarakan rindu memang tak akan ada habisnya. Selalu ada saja topik yang mengundang untuk di bicarakan, entah itu tentangnya, atau tentang waktu lahirnya hal itu. Dan akhirnya kata ini pun terucap, keluar dari persembunyiannya.
Untuk kamu yang sedang dalam dekapan jarak...
Bagaimana kabarmu hari ini? Baik? Sedih? Sedang sakit? Ataukah selalu bahagia? Aku harap keadaanmu saat ini ada pada pilihan yang terakhir.
Aku tau, tak ada yang benar-benar rela mengalami perpisahan. Sebaik apapun perpisahan itu, tak ada hati yang baik-baik saja menerima perpisahan. Sejauh apapun kita berlari, hal itu akan tetap mendekat. Namun kita mengenal rindu karena adanya sebuah jarak bukan?
Dulu kita hanya belum siap menerima perpisahan, hingga kita menahannya dan memilih bertahan yang justru akan lebih menyakitkan. Dan sekarang, tanpa menahannya lagi kita telah bertemu dengannya. Dengan perpisahan yang menghadirkan jarak juga rindu. Kita hanya butuh waktu untuk memahami semuanya, jadi percayakan saja semuanya. Waktu akan menjawab semua kegelisahan kita, karena semua berawal dari waktu dan waktu juga yang akan mengakhirinya. Dia tak pernah memberi harapan palsu, selagi kita percaya akan waktu itu sendiri.
Untuk kamu yang sedang dalam dekapan jarak...
Katanya obat rindu adalah bertemu, tapi tak semua rindu bisa berujung temu. Imajinasiku mengajakku bermain, mengalihkan sekejap tentang rinduku padamu. Dia adalah temanku yang selalu ada untukku apalagi ketika aku sedang teringat akan masa-masa itu, dia adalah teman yang Setia. Tapi pernah aku berfikir, pernahkah aku kamu rindukan juga? Setidaknya aku tidak rindu sepihak, karena jika iya sulit kemungkinan untuk kita bertemu.
Bersabarlah... Jika memang kita saling merindu. Hanya butuh beberapa waktu untuk kita bisa saling melepas rindu, hanya jika kita bersabar.
Kita akan menceritakan kisah masing-masing bersama, kita akan membuat tawa itu kembali terlihat kala kita bersama, kita akan kembali menyusuri jalan bersama, berjabat tangan, membuat kisah kembali, dan tentang apa yang kita lakukan bersama.
Aku merindukanmu, entah itu nyata atau hanya ilusiku saja.
Aku jatuh dan merindukanmu di waktu bersamaan, dia (rindu) tak pernah mengabariku kapan Ia akan datang, kapan Ia akan pergi, dan kapan Ia akan memberi obat atau bahkan luka karenanya. Andai saja Ia berkompromi dulu denganku, mungkin aku tak akan sesakit ini.
****
When I wake up to your footsteps
As you get up out of bed
They make a sound that sounds so simple
But dances in my head
A melody so perfect
That it gets me through the day
And the thought of us forever
Is one that won't ever go away
All I need to know is
Where to stop
Take my hand and show me forever
So never will I ever let you go
So let's hold on together
To this paper and this pen
And write down every letter
To every word we've ever said
All I need to know is
Where to stop
Take my hand and show me forever
So never will I ever let you go
Let's write our story
And let's sing our song
Let's hang our pictures on the wall
All these precious moments
That we carved in stone
Are only memories after all
Memories after all
Memories after all, and oh
You gave me hope
But I've got to let go
I've got to let go
Oh
It's deep in my soul
Deep in my soul
Now I've got to let go
We wrote our story
And we sang our songs
We hung our pictures on the wall
Now those precious moments
That we carved in stone
Are all the memories after all
Shawn Mendes - Memories
****
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA 😊
VOTMENT KALIAN AKU TUNGGU 🙏
FOLLOW IG;
@sketsarasa_
