#22 Ketetapan Terindah

101 3 1
                                        

🍁🍁🍁

Terkadang, yang terbaik bukanlah yang terindah, yang terindah tidak menjanjikan kebahagiaan. Tetapi jika kita menerima ketetapanNya dengan segenap hati, bahagia yang indah itu akan tercipta.

***

Tak dapat dipungkiri bahwa kita menginginkan apa yang kita inginkan itu bisa tercapai. Barisan mimpi yang telah direncanakan, jajaran ingin yang telah dijadwalkan, serpihan rasa yang terlanjur menetap, semuanya terekam indah dalam List harapan yang ingin menuju nyata. Namun dari semua daftar itu, kita tidak pernah tahu mana yang terbaik untuk kita.

Perihal mimpi, aku tahu pahitnya jatuh pada sebuah pengharapan. Tapi aku yakin, dibalik itu semua terdapat rencana yang lebih indah. Tak apa jika mimpiku belum menjadi nyata, karena aku percaya setiap orang memiliki zona waktu masing-masing.

Kau percaya, sejauh apapun jarak, setinggi apapun mimpi, do’a akan tetap sampai? Ya, do’alah sebaik-baik kekuatan.

Jika aku jajarkan setiap inginku, maka panjang kertas ini rasanya tak cukup untuk menuliskannya. Biarlah inginku mengalir mengikuti alur waktunya.

Dan perihal rasa yang terlanjur menetap, aku rasa tak akan pernah habis pembahasan jika membicarakan perihal rasa, cinta jelasnya.

Aku pernah menetapkan hatiku pada seseorang untuk waktu yang cukup lama menurutku. Namun hati yang telah lama menetap ini harus dikalahkan oleh ketetapanNya. Selama hati ini menetap pada hatinya, tak terbayang sekarang hanya menjadi berupa kepingan kenangan yang terhempas oleh harap. Dan lagi, Tuhan yang maha baik telah memberitahuku, bahwa dia bukanlah yang terbaik.

Kamu pasti tahu akan hal ini. 50.000 tahun sebelum kita diciptakan ke muka bumi ini, Allah sudah takdirkan siapa jodoh kita. Mau kita pacaran selama apapun, jika Allah sudah berkata dia bukan jodohmu, ya sudah, kamu tidak akan dipersatukan dengannya. Tapi sejauh apapun kamu dengan seseorang, yang bahkan tak pernah mengenal sekalipun, jika Allah tetapkan Ia jodohmu, maka mudah bagiNya mempersatukan kalian.

Imam Ghozali pernah berkata, segala sesuatu yang ditakdirkan untukmu akan sampai kepadamu meskipun jarak antara sesuatu itu denganmu sejauh antara dua gunumg. Dan segala sesuatu yang tidak ditakdirkan untukmu, tak akan sampai kepadamu meskipun jarak antara sesuatu itu dengan dirimu sedekat antara dua bibir.

Selain itu, ada pernyataan indah dari Ali bin Abi Thalib. Ketika saya meminta sesuatu kepada Allah, jika Allah mengabulkannya saya akan bahagia sekali. Namun jika Allah tidak memberikannya, maka saya sepuluh kali lipat lebih bahagia. Kenapa? Karena yang pertama itu pilihan saya, sedangkan yang kedua itu adalah pilihan Allah.

Jadi, apa yang Allah pilihkan untuk kita pasti yang terbaik dan Allah tahu kondisi mana yang terbaik untuk hambaNya.

Untuk kamu yang tengah merasakan letihnya mengejar mimpi dan mulai merasakan putus asa, beristirahatlah sejenak. Tidak apa-apa jika mimpimu belum menjadi, karena sekuat apapun kita berusaha, jika belum waktunya mimpi itu tak akan menjadi. Tidak apa-apa, untuk sekarang kita berada di zona yang sama.

Untuk kamu yang hatinya tengah patah. Aku percaya suatu saat diantara ribuan orang di muka bumi ini, akan ada seseorang yang tengah menantimu dengan sabar, kemudian maju paling depan karena dia telah terpilih menjadi seseorang yang terbaik bagimu.

Aku punya rencana, tapi Tuhan juga punya rencana.

Aku punya keinginan, tapi Tuhan yang berkehendak.

Kini ku serahkan semua, pada Ketetapan TerindahNya…

***

TERIMAKASIH TELAH HADIR DISINI :)

TERIMAKASIH TELAH MEMBACA SKETSA RASA :)

PERKENANKAN DIRIMU UNTUK MENEKAN TOMBOL BINTANG DI UJUNG BAWAH INI 🍁

SEMOGA RASA YANG HANYA TERUNGKAP LEWAT KATA, SUATU SAAT NANTI IA AKAN MENJADI KATA YANG NYATA.

SALAM KATA :)

FOLLOW IG;
@sketsarasa_

***

Sketsa RasaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang