Target yang harus dicapai dalam pekan ini adalah menjadi seorang kesatria pemula dan magi pewaris, sesuatu yang umumnya diimpikan untuk dicapai dalam jangka waktu beberapa tahun. Sayangnya, aku tidak memiliki banyak waktu untuk itu, atau tepatnya – tidak memiliki waktu sama sekali.
Aku melompat di puncak-puncak kanopi, menyusuri hutan bambu ungu dan tiba di pinggiran danau sembilan warna.
Terdiam sejenak di tepian danau menerima terpaan angin dingin yang lembut, aku bisa merasakan diriku berada dalam dekapan semesta. Pelbagai bunga teratai mancawarna menghiasi pinggiran danau sembari menari-nari bersama angin. Mekarnya ribuan teratai ini seketika memberikan warna-warni yang indah dipandang mata. Mungkin inilah sebabnya, danau ini dikenal sebagai danau sembilan warna.
Aku menatap sekelilingku, hanya menemukan rasa ketenangan yang tidak terbatas.
Sepertinya memang benar, bahwa di dalam belantara Wasswa, ada sebuah danau yang lebih aman dibandingkan penjara bawah tanah kerajaan Glaedwine sekali pun. Tidak ada hewan buas atau jejak mereka di sekitar Danau Sembilan Warna, bahkan tidak di sekitar Hutan Bambu Ungu.
Dalam setengah jam berikutnya, aku mengumpulkan sejumlah batu dan menggunakan sebuah batang bambu kecil untuk melukis diagram sihir di tepi danau. Diagram ini berbentuk elips, dengan sejumlah aksara kuno yang kutulis dengan hati-hati di sekitarnya, dan pada dua titik fokusnya kutempatkan beberapa batu yang juga telah ditulis dengan aksara kuno.
Ini adalah diagram sihir beban langit, salah satu diagram sihir tingkat atas. Hanya saja, aku menggunakan versi yang lebih sederhana. Versi asli hanya bisa digunakan oleh seorang santomagi dan dengan sekali tembakan cukup untuk meratakan sebuah benteng pertahanan atau kota kecil.
Dibandingkan menghasilkan diagram sihir dengan lepasan nirmantra, aku lebih suka melukisnya secara manual pada medium tertentu, seperti di atas misalnya. Ini bisa melatih motorik halusku, karena sedikit demi sedikit, tanganku akan terbiasa melukis pelbagai diagram sihir.
Melukis juga bisa menjadi bagian dari setapak pono, sebagaimana menggunakan mantra atau mengayunkan pedang. Setiap aktivitas manusia memiliki misteri masing-masing, hanya saja, seberapa dalam manusia menyadari hal itu – tidak akan sama pada masing-masing orang.
Dengan setetes mana murni dari gerbang ethereal-ku, "Beban langit, Aktif!"
Aku bisa melihat diagram sihir di bawah kakiku bergetar kecil dan memancarkan cahaya lembut selama beberapa saat sebelum kemudian tenang kembali.
Dan kemudian sejumlah mana yang berada di alam bergerak cepat masuk ke dalam kedua fokus elips yang merupakan inti diagram sihir beban langit. Ini bermakna, modifikasi pertama yang kulakukan pada diagram sihir ini berhasil, yaitu – swasangga.
Pada umumnya, diagram sihir memerlukan pasokan mana yang tetap dan berkelanjutan dari penggunanya – namun dengan modifikasi yang kulakukan setelah beberapa percobaan sebelumnya, diagram sihir ini bisa memenuhi kebutuhan mananya sendiri dan menyerap mana dari alam di sekitarnya.
Diagram sihir cukup digerakkan dengan pikiran penggunanya, walau terkadang beberapa lebih yakin dengan mengeluarkan perintah lisan.
Dengan sejumlah perintah dari dalam batinku, aku bisa merasakan berat tubuhku bertambah. Ini adalah efek sihir beban langit, menambah berat pada sebuah benda baik hidup atau mati.
Bayangkan jika sebuah benteng pertahanan yang dibangun dari batuan kokoh ratusan hingga ribuan ton mendadak beratnya bertambah, niscaya bangunan kokoh tersebut serta merta ambruk tak tersisa. Sehingga kebanyakan sihir ini hanya digunakan untuk melakukan serangan mendadak, dan karena mana yang diperlukan begitu besar, tidak ada yang berani menggunakan selain santomagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Legenda Eiwa
FantasiAda anak manusia yang dilahirkan dengan kecerdasan yang tidak biasa. Ketika orang lain mungkin berkata bahwa takdir tidak adil. Maka dia justru melangkah jauh dalam intrik yang tidak dilalui oleh anak-anak lainnya. Mimpinya adalah menjadi seorang Ke...
