delapan belas.

21 6 0
                                        

"Ra, mau kemana kita?" Tanya Riola kepada Clara, yang sudah duduk dengan nyaman di dalam mobil.

Clara yang sedang menatap luar jendela langsung menoleh ke sumber suara. "Terserah kamu saja."

"Kenapa cewek sering bilang terserah sih?" Tanya Riola yang sedang mengemudi dengan sesekali melirik Clara.

Cewek itu hanya terkekeh sebagai respon, dan menatap ke luar jendela lagi.

Clara sedang memikirkan kejadian saat baru keluar kelas tadi. Dimana Riola sudah tiba dan menagih janji Clara. Sebenarnya, Clara lupa dengan janji itu. Dimana Clara harus pergi dengan Riola.

Sebenarnya Clara ingin menolak, sebab Clara merasa tidak nyaman dengan Riola. Tapi, apaboleh buat? Clara sudah berjanji.

°°°°

"Anak ibu sudah pulang?" sambut ibu Alfariel saat telah sampai di rumah.

Alfariel pun mencium tangan ibunya, dan meletakkan tas punggungnya di kursi ruang keluarga.

"Ibu, anakmu ini sedang kesal" adu Alfariel kepada ibu kesayangan nya. Sambil duduk di kursi tersebut, dan di susul oleh ibunya.

"Clara hari ini pergi dengan Riola" lanjut Alfariel.

"Wah wah, anak ibu bisa cemburu" ucap ibu Alfariel sambil terkekeh.

"Ibuu, bagaimana Arkan gak cemburu, mereka pasti makan di restoran mahal, dan Riola pasti memberikan barang barang mahal, Arkan yakin itu bu. Arkan takut kalau Clara jadi suka sama Riola, bu?"

Ibu Alfariel tersenyum lalu mengusap rambut Alfariel.

"Nak, jika Clara mencintai dengan tulus,maka dia tidak akan menilai seberapa banyak seseorang memberinya barang barang mahal. Jika kamu memang mencintainya, tetaplah beri dia cintamu, tunjukan pada Clara, bahwa kamu benar benar mencintainya. Cinta tidak di ukur dari materi,ingat itu" nasehat dari ibunya membuat Alfariel menjadi berfikir positif.

"Makasih, bu" ucap Alfariel sambil tersenyum.

"Dan ingat, kamu jangan lupa belajar, itu juga penting" lanjut ibu.

"Itu sih,Arkan gak bakal lupa"

"Oh ya bu. Arkan udah pernah bilang cinta ke Clara" ungkap Alfariel kepada ibunya.

"Kapan kamu bilangnya?" Tanya ibu Alfariel sambil mengernyit.

"Waktu Clara ulang tahun bu" ucap Alfariel sambil melepas kancing seragam nya perlahan.

Mendengar hal itu, ibu pun langsung menjitak kepala Alfariel.

"Aduh" rintih Alfariel.

"Kamu ini. Itu terlalu cepat,nak. Kamu kan sudah tau kalau Clara susah di dekati. Malah keburu buru ngungkapin cinta, maksudnya gimana? Perempuan kayak Clara pasti mikir kalau kamu itu main main" jelas Ibu Alfariel.

"Kok bisa? Arkan gak main main" bela Alfariel.

"Clara pasti mikirnya gitu, karena kalian kan baru kenal, dan kamu udah jatuh cinta secepat itu. Bukankah orang yang mudah memberikan hati juga mudah berpindah ke lain hati?" Oke, Ibu Alfariel kayak ABG emang°^°

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 17, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

(Regrets) of DisbeliefCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang