25 (a)

175 17 4
                                        


Karna chapter ini panjang, jadi aku bagi dua yaaa 😁😁

Typo bertebaran
Happy reading 🙏

.

.

.

"Kamu yakin ga mau aku temenin? Atau aku anter deh?"

"Engga rel. Aku udah gede,bukan anak kecil lagi"

"Atau kamu perginya bareng Aira aja deh?"

Naya menghela nafasnya sambil mondar-mandir dikamar.

"Rel. Aku pergi sendiri aja. Lagian Irene juga ngirim pesan ke aku aja, ga ke Aira. Itu artinya dia mau ketemu aku"

"Naya, kamu bisa bilang gitu. Tapi aku khawatir Nay."

"Apa yang kamu khawatirin sih?"

Karel mendecak kesal.

"Nay, kita ga tau apa yang direncanain Irene dibalik kata maafnya Nay. Kamu tolong dengerin aku dong Nay"

"Karel. Kamu ini kenapa sih? Aku itu cuma mau ketemu Irene, bukan penjahat. Lagian rencana apasih? Kalian ini kenapa ? Dari tadi malam ngomongin nya rencanaaa terus!" Omel naya.

Karel menghela nafasnya pasrah.

"Enggak. Bukan apa-apa. Terserah kamu lah. Kalo ada apa-apa cepat telpon aku atau yang lain!"

Naya menautkan alisnya bingung. Ada apa sebenarnya? Kenapa semua teman-teman nya sangat khawatir dia ingin bertemu dengan irene.

"Apa yang kalian sembunyikan dari aku rel?" Tanya Naya dingin.

Karel tersentak kaget mendengar penuturan Naya. Karel tidak ingin Naya mengingat kejadian buruk yang menimpa nya, itu bisa membuat Naya stres.

"Nanti kamu tau Nay. Yaudalah kamu hati-hati. Inget, kalo ada apa-apa langsung hubungin aku atau yang lain ya. Assalamualaikum"

Karel langsung mematikan sambungan telepon sepihak.

Sementara Naya, beribu pertanyaan sedang berputar di otaknya saat ini. Dia memijat pelipisnya, meredakan sedikit rasa pusing yang mendera.

Drrt drrt

From : Irene

Lo Dateng ke cafe xxxx di jalan xxxx, gue tunggu disana yaa. Lo Dateng sendiri aja, ada yang mau gue omongin juga.

To : Irene

Ok

Naya langsung mengganti bajunya, bersiap untuk menemui Irene. Gadis itu juga penasaran apa yang sebenarnya ingin Irene bicarakan.

____________________________

"Gimana?" Tanya jingga

"Naya bilang ok kok. Kita tinggal tunggu aja"

"Lo udah siapin semuanya?" Kali ini jenny yang bersuara.

"Udah. Dia bakal jadi milik gue hari ini!"

Irene dan jenny tersenyum licik.

____________________________

"Pak, ke alamat ini ya" pinta Naya pada supir taksi.

Supir taksi itupun mengangguk, kemudian menjalankan mobilnya menuju alamat yang dituju oleh Naya.

Naya benar-benar datang sendirian. Dia mengikuti perintah Irene.

___________________________

"Lo kenapa sih rel? Mondar-mandir Mulu kaya setrikaan Lo." Celetuk Rama

When I Met YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang