Hari ini adalah hari kelulusan mereka dari universitas yang mereka pilih. Sesuai janji mereka dulu, mereka berkuliah di satu tempat yang sama.
Naya, Aira, Yola, Irene dan Anna sudah tampak menawan dengan pakaian yang mereka kenakan.
Rama dan Samuel pun sudah tampak gagah dengan pakaian mereka.
Merek berkumpul dilapangan untuk mengikuti beberapa acara. Mereka berhasil menyelesaikan S1 dengan lancar. Senyum mengembang dan tawa lepas terpancar jelas di raut wajah mereka.
Setelah mengikuti beberapa acara, mereka dipersilahkan bertemu orang tua mereka. Aira, yola, Anna dan Irene berlari memeluk orang tua mereka. Sementara Naya masih menunggu sang papa datang.
Tak lama sebuah mobil hitam berhenti, dan turun lah papa Naya dan orang tua Karel beserta adik Naya. Naya langsung menghambur ke pelukan mereka.
Tak lama setelah itu, tiba-tiba para mahasiswi lain datang menghampirinya dengan sebuket bunga dan menaruhnya di sekeliling Naya.
Naya sempat bingung, tapi dia tetap membiarkannya. Aira dan yang lainnya pun sama. Mereka sudah berdiri rapi didepan Naya. Bunga bunga tadi sudah tersusun rapi disekelilingnya.
Sebuah mobil putih berhenti, tampaklah seorang laki laki dengan balutan jas CEO nya turun dan menggenggam sebuket bunga.
Karel berjalan menghampiri Naya, dia tampak sangat gagah hari ini. Karel sudah lulus satu tahun lebih cepat berkat otak encernya itu, dan sekarang, dia menjadi CEO di perusahaan miliknya.
Karel tersenyum lebar, dia berhenti tepat di depan gadisnya itu. Sebuket bunga mawar berwarna putih diserahkannya pada Naya.
Naya menerima bunga pemberian Karel, Karel menatap dalam mata Naya. Dia menarik nafasnya.
"Nay, dari umur 6 tahun kita ngelewatin semuanya bareng bareng, dari umur 6 tahun juga kita ngalamin banyak hal. Dari mulai paling indah, sampe hal terburuk kita lalui bareng bareng. Reinaya gadis kecil yang aku kenal, sekarang udah jadi seorang gadis yang hebat, gadis yang kuat.
"Nay, aku gak bisa banyak basa basi" Karel merogoh saku jas nya mengambil sesuatu disana. Kotak berudu kecil berwarna silver itu dibuka nya, terpampang lah cincin bermata berlian.
"Aku mau kamu jadi orang yang aku liat setiap aku buka mata, aku mau kamu jadi orang yang buat aku semangat, aku mau kamu jadi ibu buat anak-anak kita nanti. Reinaya, Ayo nikah!" Ucap Karel
Naya menahan senyumnya,rasanya ingin tertawa sekaligus menangis disaat yang bersamaan.
Dia hanya mengangguk kan kepalanya. Karel langsung tersenyum lebar dan memasangkan cincin itu di jari manis Naya.
Semua mahasiswa dan mahasiswi disana bertepuk tangan dengan meriah, tak terkecuali orang tua mereka. Rasanya sangat bahagia melihat anak mereka akhirnya meneruskan ke jenjang selanjutnya.
*
*
*
Bali. Menjadi pilihan mereka untuk acara spesial ini. 3 bulan mereka melakukan persiapan pernikahan, akhirnya hari yang mereka tunggu sudah tiba.
Konsep outdoor yang mereka gunakan adalah pilihan Naya, dicampur dengan tema rusticpilihan Karel membuat perpaduan yang sangat sempurna.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.