Tin!! Tin!!
Suara kalkson mobil tiba - tiba membangunkan seorang Ten yang sedang asyik mengarungi alam mimpinya. Ia bangun dengan makas melihat ke luar dari jendela, "Siapa sih, mengganggu orang tidur saja," ucap Ten sebal.
Tapi rasa sebal itu berganti dengan rasa senang karena ternyata Taeyong yang berada di bawah. Saat melihat Ten dari arah jendela, Taeyong langsung melambaikan tangannya.
"Cepat turun!" teriaknya yang membuat penghuni apartemen lainnya melihat ke arah keluar.
"Kau jangan berteriak - teriak, itu menggangu. Aku akan segera turun," balas Ten dan langsung turun ke lantai bawah.
"Wahhh, siapa dia? Tampan sekali!!!"
"Heol, dia tampan bak pangeran,"
"Kyaaaa!!! Kau sangat tampan!!!!"
"Sudah kuduga pasti ahjumma - ahjumma itu menyerbu Taeyong,"
"Taeyong!" panggil Ten yang membuat perhatian para ahjumma itu berpusat kepada Ten.
"Hai, Ten!" balas Taeyong yang membuat ahjumma itu kaget karena mereka saling mengenal.
"Eoh, ternyata kau berteman dengan Ten," ucap salah satu dari mereka.
"Kapan - kapan ajak teman tampanmu ini untuk mampir, Ten," ucap ahjumma yang berambut bob.
"Hehe, iya ahjumma," jawab Ten sambil menggaruk - nggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Ten kau sudah siap?" tanya Taeyong yang membuatnya agak ambigu. "Siap apa?" respon Ten agak ling lung.
"Maksudku, kita harus segera ke kantor," jawab Taeyong.
"Wow, ternyata kalian kerja sekantor," seru ahjumma yang berbadan kurus.
"Tapi akukan belum mand...."
"Sudah itu gampang, ayo kita berangkat! Kau sudah mengunci apartemen mu?" potong Taeyong.
"Sudah, tapi aku masih berantakan," jawab Ten sambil mengacak rambutnya.
"Ayo kita pergi ke kantor!" Taeyong langsung menarik tangan Ten menuju mobilnya. "Permisi ya ahjumma," pamit Taeyong. "Hati - hati ya tampan!" balas mereka kompak.
Dan akhirnya mereka masuk ke dalam mobil dan tentu saja Ten duduk di sebelah Taeyong.
"Tae, aku masih memakai celana pendek. Masa aku harus pergi dengan pakaian seperti ini," keluh Ten dan agak sebal dengan perlakuan Taeyong.
"Ada kaos dan celana jeans di belakang, ganti saja pakaianmu," balas Taeyong sambil menunjuk ke arah jok belakang.
"Eh?" Ten menegok ke belakang dan benar saja ada sepasang aks dan celana yang terlipat rapi di kursi belakang.
"Kau mau tidak?" tawar Taeyong lagi.
"Tapi aku belum mandi," Ten beralasan lagi.
"Itu untuk sementara, kau bisa mandi di studioku,"
"Ya sudahlah, aku ganti celananya saja," akhirnya Ten memutuskan untuk mengganti celananya di belakang.
Ia pindah ke belakang melewati celah diantara kursinya dan Taeyong. Taeyong menepikan mobilnya sebentar agar Ten tidak terganggu saat mengganti celananya.
Perlahan - lahan Ten mulai melorotkan celana boxer pendeknya hingga terekspos paha putih nan mulus bak bidadari yang membuat Taeyong harus benar - benar menahan napasnya. Diam - diam Taeyong melihat dari kaca spion yang ada di depannya. Taeyong benar - benar tidak bisa memalingkan padangannya dari pemandangan yang sangat indah ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
사랑을했다 «Love Scenario»📝 •TAETEN•
Fanfic🔞Warning🔞 Hidup Ten benar - benar hancur hingga ia memutuskan akan bunuh diri. Namun, semua itu berubah ketika seorang pria super tampan bernama Lee Taeyong yang menawarinya untuk menjadi bintang film pornonya. «Start from 12일 1월 2019년»