8

4.4K 339 30
                                    

Tak terasa kini sudah hari H dimana Ten akan melakukan syuting. Ia sudah   mengemasi beberapa barang yang sekiranya nanti diperlukan, toh iakan akan pergi ke Pulau Jeju dahulu.

Agi sango tududududu.....kiyoun tudududu

Saat Ten selesai mandi, tiba - tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk. Sang pemilik langsung meraih benda kotak tipis itu, menggeser ikon telepon dan segera mendekatkan di telinganya.

"Yeoboseyo?"

"Hei, kau sudah siapkan Ten? Aku akan menjemputmu sekarang juga,"

"Oh, sudah - sudah kok,"

"Aku akan menuju apartemenmu sekarang juga,"

"Baiklah,"

Dan Tenpun langsung menutup panggilan dari Taeyong dan bergegas memilih baju yang akan ia pakai. Pilihannya jatuh pada sebuah kaos berwarna putih dengan tulisan supreme merah serta celana jeans yang terdapat beberapa sobekan di bagiannya. Itu membuatnya terlihat lebih fashionable.

"Nah, aku tampan sekali," ucap Ten berbangga saat menatap wajahnya ke arah kaca sambil menepuk krim ke wajahnya. "Kalau sudah tampan beginikan mudah untuk menggoda Taeyong, kkkk," kikik Ten kecil. Tapi sebenarnya jika dilihat - lihat Ten itu tidak tampan melainkan cantik bak yeoja.




Tin tin!

Saat mendengar suara klakson dari luar ia langsung menengok ke arah jendela dan benar saja itu adalah Taeyong. Ia langsung bergegas menarik kopernya dan mengunci apartemennya rapat - rapat lalu menuju ke bawah.

"Tak terlalu banyak kan?" tanya Ten sambil menunjukkan kopernya.

"Tidak kok, ayo cepat naik! Penerbangan sekitar satu jam lagi, para kru sudah ada di bandara," jawab Taeyong dan langsung mengambil alih koper Ten untuk dibawa ke bagasi belakang.

Ten hanya mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil Taeyong. Ia juga memasang sabuk pengaman untuk keselamatan.











-




Kini semua Taeyong dan Ten beserta kru lainnya sudah berada di dalam pesawat. Tidak usah ditanya Ten duduk bersama siapa, tentu saja ia berada di samping Taeyong. Awalnya Taeyong dan Jaehyun sempat berebut tempat duduk, tapi akhirnya Jaehyun yang mengalah dan ia duduk disamping Jinhwan. Walaupun begitu, Jaehyun itu malah seperti teman dengan Taeyong bukan atasan dan bawahan.





"Kau lelah?" tanya Taeyong kepada Ten karena sedari tadi menundukkan kepalanya.

"Tidak, aku hanya gugup," jawab Ten ragu lalu dagunya dipegang oleh Taeyong.

"Gugup? Ini aku, tidak usah gugup," dan Taeyong mengecup ringan bibir Ten.

"Hehe, iya iya," dan Ten menyandarkan kepalanya ke pundak Taeyong.

"Tidurlah," Taeyong membelai rambut Ten lembut.

"Jika kau terus bersikap manis kepadaku seperti ini bagaimana aku bisa mengurung perasaanku ini, sedangkan kau bahkan tak peka terhadap perasaanku,"




-

"Andwae!" tiba - tiba Ten berteriak di tengah tidurnya yang hampir membuat seisi pesawat melihat ke arahnya.

"Hei, kau kenapa?!" tanya Taeyong khawatir.

"Tidak, aku hanya bermimpi buruk," jawab Ten jujur sembari mengucek matanya.

"Kau ingin minum? Agar pikiranmu lebih segar," tawar Taeyong.

"Aku malah ingin meminum sperma mmhhhhh," Taeyong langsung membekam mulut Ten dengan tangannya karena tiba - tiba Ten seperti meracau.

"Sssttttt, ini tempat umum. Nanti jika sudah sampai kau bisa meminumnya sepuasnya," bisik Taeyong pada Ten.

"Tapi aku ingin sekarang," entah setan apa yang sedang merasuki diri Ten hingga ia berani mengatakan hal melantur yang seperti ini.

"Ini tempat umum, Ten," Taeyong berusaha menyadarkan Ten tapi percuma saja.

"Aahhh, daddy please give me yours......" kini Ten malah mendesah - desah, membuat Jaehyun yang berada tak jauh darinya menjadi penasaran.

"Damn it! Sadarlah, ini tempat umum!" Taeyong terus menolak, ia juga masih mempunyai otak yang sehat.

"Daddy jebal ~~~~ i want your cum give it to me~~~" Ten semakin menjadi - jadi.

Karena tidak tahan dengan sikap Ten, Taeyong langsung menariknya darj kursi. Ten tak tahu akan dibawa kemana dia oleh Taeyong. Ia hanya menuruti apa yang dilakukan Taeyong.

Saat sampai di barisan belakang, ia baru sadar jika Taeyong membawanya ke toilet. Taeyong membuka pintu perlahan lalu dengan cepat menarik Ten kedalamnya. Tak lupa ia juga mengunci pintu rapat - rapat agar tidak ada orang yang mengetahui apa yang akan dia lakukan.


"Cepat kulum ini kalau kau ingin minum!" Taeyong langsung menurunkan celananya dan menampakkan penis panjang yang masih dalam mode off.

"Thank you daddy~~~,"

"Cepat! Kita tak punya waktu banyak,"

Dan Ten langsung mengulum penis Taeyong dengan lahap serta memijit- mijitnya, tak lupa juga memainkan twins ball nya untuk mempercepat cum nya.


"Aaaaahhhh, shit!!!!!" desah Taeyong saat Ten terus mengisapi penisnya hingga sekarang benar - benar sudah mengeras.

Sedangkan Ten, pipinya mengembang dan mengempis seirama dengan hisapannya.

"Aaaahhhh, I'm coming oh god!" dan Taeyongpun langsung menyemburkan semua cairannya didalam mulut Ten. Yang menerimanya langsung meminumnya tanpa ampun.

"Ah, segar,"

"Haaahhhh, kau sudah puaskan? Sebaiknya kita cepat kembali,"

"Aku mau lagi,"

"Shit! Bagaimana jika orang - orang curiga?"

"Aahhhhh, daddy~~~~," Ten terus menggoda Taeyong.

"Berhentilah bersikap seperti jalang di depan ku!"

Dan saat itu juga hati Ten serasa ditusuk - tusuk oleh seribu pisau. Ia sangat sakit hati jika ada orang yang memaki dirinya sampai seperti itu, walaupun kebenarannya dia adalah seorang jalang. Tapi siapa yang tidak sakit hati jika dimaki seperti itu, apalagi oleh orang yang ia sukai mungkin.

"O - -ok, ke. Aaku minta maaf," Ten menahan air matanya yang sudah ada di ujung.

"Eh? Aku tidak bermaksud, maafkan aku," kini Taeyong malah menjadi merasa bersalah sendiri.

"Tak apa, aku terlalu menikmatinya. Hah, aku tidak bisa berpikir jika nanti spermamu itu akan diberikan kepada istrimu nanti," jawab Ten dan kini air matanya sudah meluncur.

"Uljimayo, kau akan tetap bisa menikmatinya. Lebih baik kita kembali," Taeyong mengusap air mata Ten dan langsung menggandengnya keluar dari toilet.

"Kau menyuruhku untuk menjadi baby sugarmu?! Sedangkan kau nanti sudah mempunyai istri?!" batin Ten dengan rasa nyeri di hatinya.









TBC!

Masih ingat cerita ini?

Hhuhuhu, maafkan aku yeorobun kemarin gak bisa up soalnya mata aku lagi sakit. Jadi lama juga gak main hp, tapi untungnya sekarang udaj membaik. Kuharap kalian tidak lari dari cerita ini.

Yaudah deh, jangan lupa vote dan komennya ya!😘
Ku sayang kalian ~~~

사랑을했다 «Love Scenario»📝 •TAETEN•Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang