7

5.1K 365 22
                                    


"Ten, aku ingin bertanya tentang yang ehmmm tadi," Taeyong memulai pembicaraannya lagi.

"Yang apa?" Ten tidak ingat karna tadi ia terlalu menikmati permainanbya dengan Taeyong.

"Kau pernah melakukannya,"

"Oh, itu sebenarnya aku itu seorang........"



"Rapat akan segera dimulai, mohon seluruh kru dan ketua untuk menuju ruang meeting secepatnya," suara perempuan yang berasal dari pengeras suara memberitahukan agar semua yang bersangkutan dengan projek besar ink untuk segera menuju ruang meeting.

"Ayo kita menuju ke ruang meeting secepatnya," alih Ten.

"Kau belum menjawabnya,"

"Tidak ada waktu lagi, cepatlah!" akhirnya Taeyong hanya meng - iyakan perkataan Ten dan langsung bergegas menuju ruang meeting.





-


Saat mereka sampai di ruangan tersebut, kru beserta lainnya sudah ada di tempat. Dan saat Taeyong masuk, semuanya membungkuk. Ten hanya bersembunyi di belakang Taeyong karena ia merasa malu. Setelah Taeyong duduk di tempatnya barulah semua tadi yang membungkuk bengkit kembali. Ten duduk agak jauh dengan Taeyong jadi ia tidak bisa apa - apa.

"Baiklah, kita akan segera memulai rapat ini. Kita langsung saja, film ini akan diambil di dua tempat yaitu Korea dan Jepang. Kita akan memulai syuting seminggu kedepan dengan lokasi pengambilan di Pulau Jeju sedangkan pada saat di Jepang kita memilih di Osaka," ucap Taeyong menjelaskan sebagai permulaan.

"Sajangnim, kita juga harus membahas siapa yang akan menjadi tokoh dalam film tersebut," tambah namja bername tag Mark.

"Kita sudah memilikinya, aku sendiri yang memilihnya," jawab Taeyong sambil melirik ke arah Ten.

"Siapa itu?" tanya kru yang lain.

"Aku sendiri dan pria manis itu," Taeyong langsung menunjuk ke arah Ten dan ia pun langsung membungkuk.

"Ten ibnida," ujarnya gugup.

"Anda yakin?" ragu Mark pada putusan Taeyong.

"Sure, aku sudah memilihnya dan tidak ada yang boleh menggantinya ini sudah keputusanku," tegas Taeyong dan tak ada lagi yang berani merubahnya.

"Baiklah, kita lanjut ke biaya produksi. Biaya yang terkumpul kira - kira sudah seratus juta won," lanjut Taeyong lagi. Ten hanya ber wow didalam hati, itu uang yang sangat banyak.

"Sajangnim, apakah itu cukup dengan membayar artis kita?"

"Aku sudah menyiapkan yang sendiri untuk itu, apa lagi yang perlu di tanyakan?" jawaban Taeyong membuat semuanya terdiam. Penjelasan Taeyong sudah jelas bukan? Tanpa bertele - tele.

"Jika sudah tidak ada, sebaiknya kita akhiri rapat ini dan mulai mempersiapkan semuanya," dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri rapatnya dan segera kembali pada tugas masing - masing entah itu menyiapkan barang yang diperlukan nanti atau kamera - kamera.

"Ten! Kau kembali ke ruangan ku," seru Taeyong keras.

"Ne, sajangnim," jawab Ten sekali - kali menggunakan embel - embel pada Taeyong.

"Kkkk, ayo ayo!" Taeyong mengacak rambut Ten dan segera menggandeng tangannya.

Dan untuk kesekian kalinya, Ten benar - benar dibuat terpesona oleh paras Taeyong yang sangat tampan bak pangeran itu. Hidung mancung, mata bulat bak anime oh! Jangan lupakan rahang tegas yang menjadi daya tariknya. Apalagi rambut kecoklatan yang membuatnya tambah tampan, sungguh sayang jika kalian belum pernah melihatnya secara langsung.

사랑을했다 «Love Scenario»📝 •TAETEN•Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang