Hari ini hari sabtu gais. Jadi, gue hari ini ada rencana mau makan malem bareng sama temen temen gue.
Sekarang masih jam 12 sedangkan gue ketemuannya jam 6 nanti. Gue lagi asik asik nge dance ga jelas.
I wanna know know know
What is love
Bla bla bla
Hp gue bunyi.
Sehun hun is Calling
"Halo?"
"Hyo, kamu di mana?"
"Di rumah laaa."
"Nanti ada acara gak?"
"Emm ada sih...ntar ada dinner sama squad aku."
"Saya anter ya...jangan sendirian."
"Apa sih...gapapa kok."
"Hyo udah saya yang anter."
"Udah gausah...yaudah aku mau mandi...dadah babay."
Trus gue matiin deh tuh! Gue langsung cuss masuk kamar mandi trus masak. Eh salah. Trus mandi.
Four hours later
Sekarang gue udah ada di depan restonya. Karna parkirnya ada di sebrang jalan. Semula sih jalan sepi.
Tap
Tap
Tap
Gue nyebrang.
TIIIIIINNNNNN!
Brak
Author pov
Semula, Nayeon dan Kai sudah sampai duluan di resto dan menduduki kursi untuk enam orang. Mereka sedang melihat lihat menu dan mereka juga sudah memesan beberapa dessert.
"Eh itu Chen!" Teriak Nayeon sambil melambai lambaikan tangannya.
Chen pun langsung duduk di hadapan mereka. Tak lama Hoshi pun datang sambil ribet sama bawaannya sendiri.
Nayeon menengok ke jendela yang ada di sebelahnya dan melihat ada truk serta orang ramai ramain disana.
"Itu kenapa sih?"
"Iya kok rame batt yak?!"
"Feeling gue ga enak." Ucap Kai yang membuat semua mata menatapnya.
Kai langsung keluar dan melewati kerumunan.
"JIHYO?!!"
---->
Saat ini Kai dan Nayeon sedang ada di rumah sakit. Mereka sedang lari sambil ikut membantu mendorong kasur roda yang membawa Jihyo yang sudah tidak sadarkan diri, dengan darah yang mengucur dari kepala, tangan dan lainnya.
Kai dan Nayeon menahan diri untuk tidak histeris. Akhirnya mereka nyampe di Unit Gawat Darurat. Kai dan Nayeon pun diminta untuk menunggu diluar.
Nayeon pun ta kuasa dan meluapkan tangisnya di pelukan Kai.
"Jihyo hiks hiks." Kai berusaha menenangkan Nayeon. Sedangkan Hoshi dan Chen sedang memberi tahu orang tua Jihyo.
Selang 1 jam orang tua Jihyo, dan Sehun sudah ada di rumah sakit. Sehun jelas tau karna ia tadi sempat menanyakan kabarnya Jihyo pada Nayeon dan Nayeon pun memberi tau kondisi Jiho sekarang.
Hye kyo alias eomma nya Jihyo sudah terkulai lemas di tempat duduk dengan suaminya. Sehun sedari tadi matanya sudah berkaca kaca.
Tak lama dokter pun keluar.
"Keluarga nona Song?"
Semua pun langsung berdiri.
"Nona Song mengalami pendarahan hebat, keretakan dan patah tulang pada beberapa titik serta benturan yang cukup keras. Dan sekarang ia...Koma."
Semua masih bersyukur bahwa Jihyo masih bersama mereka. Dan harus terus seperti itu.
----->
10 hari sudah terlewati namun Jihyo tak kunjung siuman. Sehun dan teman temannya Jihyo tak kunjung berhenti berdatangan.
Seperti sekarang, Sehun sedang menggenggam tangan Jihyo sambil terus mengucap namanya.
Tak lama, appa Jihyo datang. Sehun pun menghampiri.
"Eh Sehun...makasih ya udah sering dateng terus nemuin Jihyo, saya yakin dia senang." Sehun hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Sudah makan?"
"Aha saya kebetulan belum tadi."
"Ayo kita makan sebentar...saya juga belum sempet ngomong banyak sama kamu."
Dan disinilah mereka. Di kantin rumah sakit.
"Saya mau tanya...kamu pacarnya Jihyo?"
"Bukan...saya cuma gurunya aja."
"Ahaha engga papa jujur aja...ngomong ngomong kok masih muda begini mau jadi guru?"
Sehun menimang nimang jawaban apa yang akan dia berikan karna ia tidak mungkin jujur dengan maksudnya sebagai seorang guru.
"Saya mencintai menjadi seorang guru."
"Oh yayaya...kalo saya kebetulan anak pemilik JYP ent."
Dada Sehun terguncang, pikirannya mulai kemana mana.
"Jyp ent? Should i do it to Jihyo?" - Sehun
KAMU SEDANG MEMBACA
Guru Ooh
Fanfic"Pak, ini gimana?" "Jangan panggil bapak, panggil aja oppa." -ngalus :')- •gabaku •indo language
