Curiga

1.2K 28 8
                                        

"Aku hanya berusaha,-"

"Tidak usah mengelak, ayo singkirkan!"

"Baiklah!, tapi jika terjadi sesuatau jangan salahkan aku!"

"Aku tidak,-" kata zahra yang tak diteruskan.

Lif tiba-tiba saja berhenti tapi pintu lif tak terbuka, membuat semua orang panik.

"Syah, aku takut" ucap rara sambil memeluk Aisyah.

"Hey tolong... Buka lifnya..." beberapa orang berteriak sambil berusaha membuka pintu lif.

"Mohon perhatian, lif sedang mengalami masalah kalian yang ada didalam mohon tenang agar tidak terjadi sesuatu yang buruk. Kami akan segera menyelamatkan kalian, mohon tenang"

penguman yang barusan membuat semua orang tenang, mereka pun diam di tempat masing-masing. Semakin lama keadaan dalam lif semakin pengap, keadaan semakin panas, beberapa orang juga sudah duduk dilantai tak kuat lagi untuk berdiri.

"Ya allah, berapa lama kita disini syah? Aku sudah tidak kuat" kata rara yang kini mulai duduk diikuti aisyah.

"Aku juga bingung ra, katanya segera tapi belum juga ada yang datang membuka lif" jawab Aisyah lalu meminum Air.

"Hey tuan mall... Buka pintunya... Kau ingin membunuh kami disini, ayo buka..." teriak zahra yang sudah tak kuat dengan keadaan ini.

"Tenang ra, kita pasti keluar" kata arif coba menenangkannya

"Kapan?" tanya zahra dengan nada tinggi.

Tiba-tiba lampu dalam lif berkedip-kedip membuat semua orang kembali panik.

"Tidak tidak tidak! Jangan lampunya juga , jangan!"katanya mulai takut, lampu pun mati total membuat keadaan didalam sana menjadi gelap.

" akhh..."zahra berteriak sambil memeluk Arif yang ada dihadapannya,"lampunya... Aku takut gelap, kumohon cahayanya kumohon!"pinta nya semakin mengeratkan peluk pada arif.

Arif terdiam sesaat, ada getaran aneh saat zahra memeluknya seperti itu. Perlahan dia membalas pelukan zahra, tangan kanan nya mengelus kepala zahra, matanya tertuju pada wajah zahra yang ketakutan.

"Semuanya akan baik-baik saja" ucapnya pelan.

.........
................

Disisi lain ali tengah tertawa dengan teman-temannya. Tiba-tiba yusuf teman satu kamarnya mengatakan sesuatu yang membuat semua orang langsung terdiam.

"Serius?" tanya anwar

"Iyah"

"Gila..... Baru juga 20 tahun udah mau nikah ajah, siapa nama calonnya?" tanya adi

"Em... Siapa yah?" katanya kebingungan,"gak tau juga sih, cuman katanya suka di panggil ra-ra gitu"

"Aeh.. Masa calon istri sendiri gak tau namana,konyol kamu mah" kata si wawan

"Hahaha... Gak papa, do'a in ajah biar waktu rapalan dia gak salah sebut namanya" kata ali yang disetujui teman-temannya.

"Tapi ngomong-ngomong, cewek yang suka kamu telepon itu siapa?" tanya adi,"kamu juga suka manggil dia ra-ra gitu"lanjutnya.

Ketika Cinta BertasbihTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang