10. Kehadiran tiba tiba

313 66 3
                                    

"Kita harus secepatnya pergi dari sini" Jungkook memberi jawaban pada Somi dan Yerim.

Keterkejutan tidak dapat disembunyikan oleh Somi dan Yerim, mereka bertukar pandang dan mengangguk mengiyakan usulan Jungkook demi keselamatan mereka sementara ini. Alhasil Jungkook, Yerim dan Somi pulang ke apartement Somi dan berkemas barang barang mereka yang akan mereka bawa. Rencana tujuan mereka sementara akan pergi ke kota Toronto.

Ditengah tengah kegiatan berkemas mereka, Jungkook dan Yerim mencium bau vampir dari Klan Bluelight mendekat kearah mereka. Jungkook dengan segera berlari ke ruang tengah apartement dan bersiaga dengan segala kemungkinan yang terjadi mengingat keadaan diluar sedang kacau banyak makhluk immortal lain sedang berkeliaran. Yerim dan Somi menyusul Jungkook ke ruang tengah melihat apa yang terjadi.

"Kalian jangan lengah dan tetap berada dibelakangku" Jungkook mewanti wanti Somi dan Yerim. Tidak ada hal yang terjadi di apartement Somi dan membuat Jungkook dan Yerim semakin mempertajam indera penciuman mereka untuk melacak jejak vampir disekitar mereka.

"Dia berjumlah satu orang dan ----" Yerim semakin menajamkan indera penciumannya dan membelalakan mata "Kakak" gumam Yerim.

Sontak Jungkook dan Somi menoleh kearah Yerim yang bermonolog cukup keras menyebutkan kakaknya. "Bau ini aku yakin, bau kakakku" yakin Yerim pada Jungkook dan Somi. "Bukankah kakakmu ada di Belgia yer ?" tanya Somi pada Yerim karena Somi binggung kakak Yerim berada di Belgia tapi Yerim tidak mungkin salah mengandalkan indera penciumannya.

Brakkk

Jungkook, Yerim dan Somi mengalihkan pandangan mereka ke arah jendela dapur yang dibuka paksa sampai menimbulkan suara yang cukup keras sampai ketiga orang itu terlonjak kaget.

"Hello everybody" seorang lelaki berwajah tampan dengan iris mata kebiruan dan senyum lebar yang tercetak pada wajahnya tanpa dosa bertengger di jendela dapur apartement Somi yang dibuka paksa olehnya.

Jungkook sudah dapat memastikan bahwa lelaki vampir itu berasal dari Klan Bluelight, bahkan Jungkook sudah berniat menghampiri lelaki itu sebelum Yerim melesat cepat mendahuluinya dan langsung memeluk lelaki vampir itu.

"Kakak, kenapa bisa sampai kesini ?!" tanya Yerim cukup keras sembari memeluk lelaki itu yang ternyata kakak tercintanya dari Belgia. Jungkook dan Somi bertukar pandang untuk memastikan apa yang mereka dengar bahwa lelaki itu adalah kakak Yerim.

"Kamu baik baik saja kan yer ?" kakak Yerim mengurai pelukan Yerim dan menatap adiknya dari atas sampai bawah sembari menanyakan keadaan adiknya.

Yerim tersenyum "Iya kak, Yerim baik baik aja" lalu memeluk kakaknya lagi. Sadar ada orang lain diruangan itu kakak Yerim menoleh kearah Jungkook dan Somi dan mengurai pelukan Yerim mengajak Yerim kearah Jungkook dan Somi.

Yerim yang tersadar langsung memperkenalkan sosok kakaknya pada Jungkook dan Somi "Jungkook, Somi ini kakakku yang di Belgia yang sering aku ceritakan, namanya kak Taehyung" lalu Taehyung merasa diperkenalkan oleh Yerim memberikan senyum andalannya dan mengajak Jungkook juga Somi bersalaman.

"Kalian harus cepat pergi dari sini" tanpa berbasa basi lagi Taehyung menyuruh Yerim, Jungkook dan Somi untuk segera pergi dari tempat ini.

"Kami memang akan pergi dari sini" Jungkook menambahi dan secara tidak langsung mengiyakan ajakan Taehyung untuk segera pergi dari Vancouver.

"Kakak kenapa bisa sampai disini dan ----" belum sempat Yerim bertanya pada Taehyung tentang niat dan tujuan kakaknya ke Kanada, Taehyung segera memotong perkataan Yerim "Yerim, cepatlah berkemas nanti saja kita mengobrol" seperti diburu waktu Taehyung  menyuruh Yerim untuk segera berkemas dan pergi dari Vancouver secepatnya.

Taehyung sudah gemas dengan gerakan lambat Yerim dan Somi yang sedang berkemas lalu melesatkan dirinya cepat memasukkan semua baju dan barang barang Yerim dan Somi yang masih tercecer kedalam koper berukuran besar dan menentengnya keruang tengah, Yerim dan Somi hanya mengangga melihat Taehyung menyelesaikan pekerjaan mereka dalam sekejap. Dan tak lama Jungkook juga selesai berkemas dan sudah menenteng kopernya ke ruang tengah berkumpul dengan Taehyung, Yerim dan Somi.

Taehyung mengeluarkan sesuatu dari tas ranselnya dan membagikan pada Jungkook, Yerim dan Somi. Mereka bertiga saling menautkan alis saat mengetahui barang yang Taehyung berikan adalah paspor, visa dan tiket pesawat.

"Jadi kemana kita akan pergi ?" hanya Jungkook yang bisa langsung memahami alasan kenapa Taehyung memberikan paspor, visa dan tiket pesawat kepada mereka, sementara Somi dan Yerim masih saling pandang kebingunggan.

Taehyung membenahi letak tas ranselnya dan mengatakan tujuan mereka pergi "Rusia" lalu menambahkan perkataannya setelah menjeda sebentar "Didalam paspor itu ada nama dan identitas samaran kalian yang sementara kalian gunakan untuk berpergian, aku sudah mengurus semuanya --- sementara kita akan bersembunyi ke Rusia sampai keadaan kondusif dan menyusun rencana kita selanjutnya" Taehyung menjelaskan detail rencana yang sudah dia susun.

Sementara Jungkook, Yerim dan Somi membolak balikan meneliti paspor, visa dan tiket pesawat ditangan mereka.

"Samantha Louise ?"

"Yosevina Louise ?"

"Jason Louise ?

Jungkook, Yerim dan Somi membaca nama yang tertera di paspor mereka lengkap dengan foto mereka, ntah darimana Taehyung mendapatkannya.

Taehyung tersenyum lebar dan mengeluarkan paspornya "Dan aku Vincent Louise" lalu membuka lembar paspornya yang menunjukkan identitasnya.

"Untuk sementara ini kita akan dikenal sebagai keluarga Lousie dan ingat ingat nama samaran kalian, ini demi keselamatan kita semua. Kita tidak punya banyak waktu tetapi aku pasti akan menjelaskan semuannya pada kalian dan ---- lebih baik kita pergi dari sini sekarang" Taehyung melihat jam yang berada dipergelangan tangannya dan mengintrupsi semua orang untuk segera pergi menuju bandara.

❄❄❄❄

Pesawat dari Vancouver ke Rusia yang ditumpangi keempat orang itu telah lepas landas sekitar setengah jam lalu. Yerim duduk bersebelahan dengan Somi dan Jungkook dengan Taehyung. Taehyung menengok kearah tempat duduk Yerim dan Somi mendapati kedua perempuan itu sedang terlelap dalam tidur mereka. Taehyung menoleh kearah Jungkook yang sedang sibuk mendengarkan lagu dari headphonenya.

Taehyung menyengol pelan Jungkook dan membuat Jungkook menoleh kearah Taehyung disebelahnya "Apa kau menerima sepenuhnya adikku sebagai matemu ?" Jungkook menaikan alisnya sebelah atas pertanyaan Taehyung, jujur Jungkook tidak mengerti darimana Taehyung mengetahui bahwa Yerim adalah mate Jungkook.

Taehyung tersenyum lebar karena Jungkook tidak kunjung menjawab pertanyaannya dan mengetahui jalan pikiran Jungkook "Aku mengetahui semua tentang adikku termasuk dirimu yang menjadi matenya walaupun aku di Belgia, aku berasal dari keluarga kaya jadi bukan masalah berat jika aku menyewa orang untuk mengawasi adikku" Taehyung menyombongkan dirinya dan mendapat senyum miring dari Jungkook.

"Jadi bagaimana apa kau menerima sepenuhnya adikku menjadi matemu ?" Taehyung mengulang pertanyaannya pada Jungkook. Jungkook terdiam sesaat dan menerawang jauh kedepan sebelum menjawab pertanyaan Taehyung.

"Aku mencintai Yerim"

❄❄❄❄

CHARTREUSETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang