15. Perpisahan dan Perasaan

682 34 1
                                        

Typo bertebaran..
Enjoy 😘

.....

"Bener, cewek dan cowok itu susah buat menjalin persahabatan tanpa diselingi cinta."

-Alda Faraday

●●●●●

PESTA Perpisahan kelas 12 sudah dimulai beberapa jam yang lalu. Sekarang pentas tengah riuh, seorang siswi kelas 12 yang diminta menyumbang lagu, sukses membuat acara semakin panas saja. Lagu Goyang Dumang, lagu yang sempat populer di berbagai kalangan masyarakat beberapa tahun lalu ini, mampu membuat banyak siswa berjoget di bawah pentas sambil tak lupa berselfie ria.

Acara Sakralnya sudah berlalu, termasuk tangis-tangisan yang selalu mendominasi yang namanya perpisahan. Beberapa siswi susah payah menahan air mata demi menjaga make-up mereka agar tak luntur. Sekarang tinggal acara seru-seruan saja lagi, para Wali Murid juga sudah dipersilahkan pulang satu jam yang lalu. Tinggal para guru dan adik-adik kelas yang menonton para siswa kelas 12 itu.

Alda keluar dari kerumunan bersama Riski, mereka berjalan menjauhi tenda, menuju kantin belakang sekolah untuk mengisi perut dan melegakan dahaga. Bodo amat dengan Kakak kelas yang sedikit-sedikit memanggil mereka untuk minta tolong menjadi fotografer pribadinya. Lebih baik lari dari profesi tak dibayar itu.

"Udah sore, masa mereka belum mau pulang juga, ya?" celetuk Riski.

Alda mengangguk, "Lupa rumah," jawabnya pelan.

Mereka berdua pun memasuki Kantin yang juga sudah mulai sepi lantaran banyak yang sudah pulang. Tersisa anggota OSIS dan beberapa organisasi lain yang belum kembali ke rumah.

"Kita duduk di pojok sana yuk, Al!" Ajak Riski sambil menunjuk meja di pojok Kantin, terletak di samping pintu.

"Yuk,"

"Lo pesen apa? Biar gue yang pesenin," Riski bangkit dari bangku seraya terus menatap ponselnya.

"Apa ya, gue Mie rebus aja deh. Pake telor sama cabe ya." Jawab Alda.

"Sip!" Riski pun meninggalkan Alda yang juga asik dengan ponselnya.

Tiba-tiba seseorang duduk manis di sebelah Alda, cowok dengan Almamater OSIS itu datang sambil tersenyum menatap Alda yang hampir kaget karenanya.

"Revan ish!" Gerutu cewek berambut coklat itu sambil cemberut memonyongkan bibirnya.

"Lho kenapa?"

"Alda kaget tauk." Jawab Alda.

Revan tertawa, benar-benar kalau cewek sudah cemberut wajah mereka malah jadi lebih menarik untuk dilihat.

"Jeng jengg ... Pesanan datang, Nyonya," Riski kembali, membawa sendiri nampan berisi dua mangkuk mie rebut dengan asap mengepul dan juga dua gelas es teh dengan banyak sekali es batu.

"Yeay!" Teriak Alda, tak peduli bagaimana ekspresinya saat ini, yang penting ia sangat lapar sekarang.

"Hai, Revan. OSIS bukannya disuruh kumpul ya tadi?" Tanya Riski pada Revan yang sedang menatap Alda yang begitu antusias menuang saus, kecap dan cabai ke dalam mangkuk mie nya.

THE REASON (COMPLETE✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang