22. Alda Hilang

635 32 8
                                        

Typo bertebaran.
Jangan lupa vote sebelum baca.
Selamat membaca😙.

"Yang kuinginkan hanya satu. Kamu memilihku, bukan dia."

-Budi.D.Revanza

●●●●●●

ALDA menepuk seekor nyamuk yang baru saja selesai menikmati darahnya. Nyamuk itu mati mengenaskan di telapak tangannya.

"Ini kita mau kemana sih?!" Tanyanya kesal.

Pandu tertawa kecil melihat tingkah gadis itu yang sibuk menghalau serangga penghisap darah yang banyak terbang di sekitar mereka.

"Kan kita mau cari kayu api."

"Buat apa?"

"Buat ntar malem, kita mau bakar-bakar."

"Bakar apaan?"

"Bakar kamu."

Alda merengut kesal. Cewek itu langsung diam enggan menanggapi lagi. Melihat itu Pandu tersenyum tipis. Meski jutek, gadis ini ternyata menggemaskan saat merajuk.

Pandu menoel pipi Alda dengan usil.

"Apasih!"

"Yaelah galak banget,"

"Makanya jangan jail,"

"Abis kamu gemesin,"

"Dih."

Mereka pun kembali mencari kayu bakar, memungut satu per satu ranting kayu dan dahan-dahan yang sudah di tanah.

"Cape,"

"Ya udah, kamu istirahat. Duduk situ dulu," komentar Pandu seraya menunjuk di bawah pohon rimbun.

Alda mengangguk, dengan bibi manyun, "lagian, kenapa harus kita yang nyari kayunya? Kenapa gak suruh yang lain aja?"

"Biar kamu ada pengalaman,"

"Apaan ih,"

"Kamu kan gak pernah masuk hutan,"

"NYEBELIN."

Pandu terkikik geli, "Aku ke sana dulu. Kamu jangan kemana-mana ya."

"Siap."

Pandu pun pergi menjauh dari Alda untuk mencari kayu bakar lebih banyak.

Lima belas menit kemudian cowok itu kembali ke tempat Alda berada, namun Alda tidak ada di sana.

"Al?"

"ALDA?"

"Kamu di mana?!"

"Aldaaa!"

Pandu menyusuri hutan, mencari Alda dan terus meneriakkan namanya.

Langit semakin sore. Semburat jingga semakin lama menjadi gelap. Nyamuk-nyamuk pun semakin lancang menggigiti Pandu yang mencari Alda dengan cemas.

"Alda, kamu di mana?!"

Alda tidak ditemukan di mana pun.

●●●●●●

"Lepasin..." suara Alda semakin lirih memohon agar tali yang melilitnya dilepas secepatnya.

"Aku ... aku mohon,"

Alda kembali menangis. Rambutnya yang berantakan, keringat di pelipisnya membuatnya semakin terlihat menyedihkan.

"Sa-kit.."

"Shhhttt.. Diem dong sayang.. Kamu mau mulut kamu aku tutup juga?"

Alda menatap cowok di depannya dengan memohon. Namun cowok itu malah tersenyum sinis seolah bahagia dengan penderitaan gadis itu.

"Enggak.."

"Bagus, jadi kamu bisa diem sekarang sayang."

Alda tertunduk.

Cowok itu mendekat ke ranjang reot yang diduduki Alda, mengusap lembut pipi Alda, "Kamu laper sayang? Aku ambilin kamu makan ya."

"I-iya.."

"Jangan rewel sayang," ucapnya sambil berlalu mengecup singkat kening Alda yang kembali menangis diam-diam.

●●●●●●●

Jangan lupa vote,
Maaf partnya pendek ya, see you next time semua.
BilqisAT

THE REASON (COMPLETE✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang