Part 16

6.4K 372 133
                                        

Jiyeon tersenyum sepanjang hari, saat ia tiba dikantor ia tersenyum lebar hingga orang lain pikir yeoja itu bisa membuat wajahnya sakit karena kebanyakan tersenyum. Jiyeon merasa di dahinya tertulis "calon isteri Choi Minho" dan yeoja-yeoja yang mengidolakan Minho hanya akan bermimpi karena sekarang...

Namja itu miliknya.

Jiyeon terkikik, apalagi jika ia mengingat Yora.

"Apakah tidak ada yang ingin menitip makanan? aku akan membelikan makanan untuk kalian."

Semua orang didalam ruangan itu diam dan hanya menatap Jiyeon, kemudian kembali fokus dengan pekerjaan mereka. Jiyeon hanya tersenyum dan membereskan mejanya untuk makan siang.

"Ada apa dengan semua orang?" batin nya.

Minho sudah menunggunya dilantai atas untuk makan siang bersama, jadi Jiyeon akan turun sebentar untuk membeli makanan dan naik ke lantai atas untuk bertemu Minho. Kenapa semuanya berjalan sangat cepat? baru kemarin rasanya namja itu kembali dan masih bersikap dingin padanya, namun sekarang namja itu malah seakan sangat dekat dengan nya.

Saat masuk ke lift, Jiyeon menekan lobby. Perusahaan ini adalah gedung pencakar langit, lantainya banyak sekali hingga kadang Jiyeon pusing menentukan dinomor berapa kantornya.

Ruang kerja Minho berada dilantai 5, dan ruangan Minho sangat besar karena dilantai itu hanya di isi olehnya dan beberapa sekretaris juga beberapa bodyguard yang berjaga.

"Tumben sekali kau hanya memesan dua makanan." Jiyeon tersenyum

"Mereka tidak ingin menitip."ucap Jiyeon pada kasir yang melayaninya.

"baguslah, aku kasihan padamu biasanya."

Jiyeon membayar dan mengucapkan terimakasih.

Namun saat didepan pintu masuk, ia melihat beberapa bodyguard berdiri dan sebuah mobil mewah melintas didepan Jiyeon , kemudian berhenti didepan perusahaan. Yora keluar dengan penuh pesona, hari ini yeoja itu menggunakan dress hitam yang seolah memperlihatkan kulit putihnya dan juga baju yang ia kenakan lumayan terbuka.

Dia artis.

Tapi untuk apa dia disini?

Jika ada dia rencana makan siang dirinya dan Minho akan gagal.

"Park Jiyeon."

Jiyeon berharap nenek sihir itu tidak melihatnya namun ternyata mata itu masih bisa menangkap kehadiran dirinya. Yora adalah artis yang mempromosikan salah satu brand yang dikeluarkan oleh perusahaan Minho, sangat sulit untuk menjalin kerja sama dengannya ditengah namanya yang sudah sangat meroket.

"Ah...kau"

"Senang melihatmu disini."

"aku tidak senang melihatmu." jawab Jiyeon ketus

"kau jujur sekali."

Jiyeon berjalan menuju lift.

"kau ingin bertemu dengan Minho juga?" tanya Yora saat mereka berdua didalam lift.

Minho tidak mengatakan padanya bahwa hari ini Yora datang dan itu mengganggu Jiyeon.

"ya."

"Kau membawakan nya makan siang?" tanya Yora

"ya."

"Kau serius membelikan untuknya makanan seperti itu? Minho seorang CEO, dia pemilik dari ratusan perusahaan dan juga pengusaha yang diakui dunia, dan kau memberikan untuknya makanan kotak?" tanya Yora dan kemudian mengangkat makanan yang dia belikan direstauran mahal.

"Aku mengenalnya dari sejak kami masih didalam kandungan , jadi kau tidak perlu seolah kau mengenalnya."

"kita lihat saja." ucap Yora.

Should i confess?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang