selamat membaca semuanya..
enjoy your imagination !
😘😘😘
Terik pacaran sinar mentari disiang hari ini nyatanya cukup membuat orang-orang diluar sana mengeluh akan dampak dari yang ditimbulkan, namun berbeda dengan remaja yang baru saja mengecap sedikit kebebasan, seterik apapun sang surya menembakan sinarnya tetap masih belum bisa remaja manis dengan balutan baju pasiennya ini rasakan secara langsung, karna faktanya tubuh lemah itu masih terjebak dalam sangkar emas dengan segala fasilitas VVIP yang menajubkan.
Terlebih beberapa waktu sebelumnya, tubuh yang kini bisa ia bawa untuk duduk di tepi ranjang pesakitan telah ditempeli beberapa alat kedokteran yang membuatnya tampak seperti robot atau mencit sebuah penelitian oleh beberapa dokter yang selalu memantau kondisinya dan siap siaga apabila suatu hal buruk sewaktu - waktu terjadi.
Sadar dari coma nyatanya masih belum bisa membuat pihak keluarga dan beberapa tenaga medis yang menanganinya bisa bernafas lega.
Amatoksin, salah satu racun paling mematikan yang seharusnya tak tersentuh manusia pada akhirnya berhasil masuk tanpa hambatan dan mengacaukan beberapa system organ vital milik remaja yang kini mencoba melangkah untuk meraih kursi roda yang tak jauh dari jendela kamarnya dengan susah payah.
Brukkk..
Usaha tak pernah menghianati hasil.
Setelah menyeret kakinya yang memang tidak normal ditambah keadaannya yang baru membaik , Namjoon akhirnya berhasil meletakan tubuhnya untuk duduk diatas kursi roda dengan nyaman,
Drrrrtt drrrrtt ...
Handphone hitam dalam saku baju pasiennya bergetar, satu-satunya kontak person yang dimiliki ponsel ini terlihat dibayar dengan dua ikon gagang telfon yang berwarna merah dan hijau. Dua ikon yang menunggu si pemegang ponsel untuk menggeser salah satunya.
Sejenak sepasang mata kecilnya membiarkan bagaimana gambaran layar datar masih tetep sama untuk dia bisa memberikan kemantapan pada hatinya yang kembali dilema seperti saat bagaimana sinar mentari mulai bisa sedikit ia rasakan teriknya..
Selembar potret yang menampakan senyum secerah mentari mengisi kekosongan atap lemari kecil yang semula dijadikan Namjoon sebagai rumah dari fas bunga transparan dengan setangkai lili sebagai pemilik sah.
Satu potret kebersamaan keluarga yang diambil baru baru ini, menampilkan bagaimana kebahagian dan aura positif terpancar dari wajah berseri mereka, meski salah satu diantara mereka nyatanya masih menampilkan wajah pucat khas pasien rumah sakit.
"maafkan aku eomma..."
Lirih suara yang mengudara berhasil menambah sesak ruang hatinya.
Drrrt ...drrrrt..
"datanglah... aku sudah siap untuk ikut denganmu."
Meski hati meronta menolak lidah berkata tak sejalan, pada akhrinya keegoisan akan rindu yang semakin tak terkontrol menjadi pemenang dalam keputusan yang akan membawa luka bagi mereka yang ikut memeluknya dalam sebentuk cinta kasih berupa keluarga.
"kookie, tunggu hyeong saeng..."
Ceklekkk !
Tap tap tap...
"ayo hyeong..."
=======
Cerahnya sinar biru yang menyombongkan diri diluar sana, tak ayal membuat sosok remaja manis yang masih meringkuk dalam tebalnya selimut putih bergegas menampakan wajahnya yang kuman kearah kucel.
Baginya semua yang masih bertahan Di sisinya sampai detik ini tak lagi berarti, mengingat sang pemberi arti kini sudah terlampau jauh dari genggaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Son Our Brother [END]
Fiksyen PeminatOriginal cover by @naomyarmy Cast : Jungkook ( B ) NamJoon ( T ) Yoon-Gi ( S )
![My Son Our Brother [END]](https://img.wattpad.com/cover/141781632-64-k957346.jpg)