Alessa Vaugh editor majalah fashion terkemuka selalu menutup diri dengan yang namanya cinta. Seks dan sepatu dua hal yang tidak bisa ia lepaskan begitu saja.
Di lain pihak, Neal Andrews berusaha membuktikan dirinya bahwa ia bisa terbebas dari bayang...
Matahari belum tinggi namun Neal memiliki energy yang tinggi untuk melakukan sesuatu. Bangun dan mendapati dirinya di selimuti wangi strawberry membuatnya terkenang akan malam ajaib yang ia alami semalam. Ia meraih bantal dan mencium aroma strawberry yang tertinggal disana. ia mendekapnya erat sambil tersenyum seperti orang gila. ini konyol sekaligus menyenangkan. Pantas mereka semua menyukainya jika itu membawa dampak membahagiakan bagi pria. Seperti candu... dan aku tidak merokok, pikir Neal menyeringai.
Neal menghirup dalam-dalam aroma bantal sebelum meletakkannya kembali ke tempat tidur, berjanji tidak akan mencucinya selamanya. Ia mengambil boxer baru, celana olahraga dan sweater bertudung. Tidak lupa menyiapkan baju bersih dan memasukkannya ke dalam tas selempang kerjanya. Memasang sepatu kets, Neal turun ke bawah dan pintu dapur restoran terbuka. Mrs. Umberto melambaikan tangannya dan Neal membalas sebelum berlari menuju tempat bekerja.
Memakan waktu 30 menit berlari untuk sampai, dan kantor masih sepi. Hanya ada beberapa cleaning service dan penjaga tadi malam yang menguap lebar menunggu giliran selanjutnya datang. Neal langsung memasuki kamar mandi lantai 1 dan membersihkan badan.
Masuk ke dalam ruangan, Neal hampir menjerit kaget. Nina berpakaian serba putih, berdiri di pantry sambil menyeduh kopi.
"kau membuatku kena serangan jantung ringan" ucap Nina mengelus dada, kemudian menambahkan. "kau datang pagi sekali."
"kau juga datang pagi."
"aku memang selalu datang pagi. Kalo kau?" Nina meniup kopinya. Neal meletakkan tas kerja ke dalam loker dan mengalungkan name tag ke leher. "aku bangun kepagian dan ku pikir kenapa tidak ke kantor saja."
"apa ada yang belum kau kerjakan?" tanya Nina menyeret bangku untuk duduk di samping Neal. "tidak ada, hanya..." Neal mengendikkan bahu. Nina mengangguk, "mau sarapan bersama?"
"ada yang buka sepagi ini?"
Nina tersenyum, "ayo kutraktir."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ale mematikan alarm dan kembali merebahkan kepalanya ke bantal. ia masih ngantuk dan tidak ingin kemana-mana. namun, perkerjaan menang. Ia beranjak turun dari tempat tidur dan pergi membuka tirai jendela. Ketika mendorong lipatan-lipatan kain berat itu ke samping, seberkas sinar matahari memasuki ruangan, menyebabkan serpihan-serpihan debu yang melayang di udara berkilauan. Ale meregangkan tangannya tinggi-tinggi, berolahraga ringan sebelum melepas T-shirt oversize dan pergi ke kamar mandi.
Sudah berdandan dan mengenakan dress midi hitam bercorak, ditampilkan dengan potongan dada rendah dan rok lebar. Ale meraih mantel hitam dan Gucci nya kemudian berjalan kearah dapur.
Menyiapkan kopi adalah hal termudah bagi Ale, membuat sarapan juga. Itu pekerjaan yang selalu di kerjakannya sewaktu kecil. Dengan cekatan ia memotong roti dan membakarnya di toaster, menggoreng telur mata sapi bersama beberapa bacon dan tomat mini.