Eunha itu ...
Anti sosial.
Jika tidak sedang bersama Jungkook, jangan harap Eunha bisa nyaman berdiri di tengah keramaian.
To : Jimin.
Sekali lagi gue bilang, kayaknya ini bukan ide yang baik.
From : Jimin.
Yaelah. Kalo lo mau ubah kepribadian Eunha, lo harus buat dia terbiasa. Tinggal aja dia di keramaian. Awalnya mungkin gagal tapi lama-lama pasti terbiasa.
To : Jimin.
Kalo Eunha kenapa-kenapa emangnya lo bisa apa?
From : Jimin.
Gue yakin dia nggak napa-napa.
"Kookie lagi ngapain sih? Seru banget sama ponselnya."
Jungkook tersadar. "Bukan apa-apa." Lalu menyimpan ponsel di saku.
Saat ini mereka sedang berada di festival.musim panas di tengah kota. Tentu saja ramai. Dan sesuai rencana.
"Na, gue ke toilet sebentar ya," permisi Jungkook.
"Hm, Una ikut!"
"Nggak usah. Lo nunggu di sini aja. Kalo lo ikut nanti antriannya bisa dipotong."
Lima menit yang lalu, Jungkook sengaja mengajak Eunha untuk membeli harum manis, sebagai alasan agar Jungkook bisa pergi sendiri.
Eunha tampak bimbang. Raut wajahnya sangat cemas. "Nggak mau! Una mau ikut!"
"Sebentar doang, Na. Janji."
Menimang sebentar akhirnya Eunha melepas genggamannya di lengan panjang Jungkook sebagai tanda mengizinkan cowok itu pergi. Walau penuh keraguan.
Jungkook melirik Jimin dan Yerin yang bersembunyi lalu pergi.
Lama menunggu.
Eunha telah selesai membeli harum manis dan menunggu Jungkook. Tetapi, entah berapa lama Eunha menunggu, rasa takutnya menyebar dengan cepat.
Eunha melihat sekelilingnya. Kericuhan membuat pikiran Eunha kacau. Pandangan Eunha membulat penuh ketakutan. Seluruhnya adalah orang asing. Dan sangat ramai.
Ramai.
Ramai.
Ramai.
"KYAAAA!!!" Eunha menjerit begitu saja. Menjatuhkan tubuhnya sampai terduduk melupakan harum manisnya.
Sekeliling Eunha menatap bingung cewek itu. Eunha terlihat histeris. Ia memeluk dirinya sendiri sambil menggumam, "Kookie di mana?"
Dan dari persembunyian, Jungkook ingin keluar. Ditahan Jimin lebih dulu tetapi Jungkook memberontak. "Minggir bangsat!"
Jimin pun tak bisa berbuat perlawanan dan membiarkan Jungkok berlari kencang menghampiri Eunha.
Jungkook langsung memeluk Eunha erat dan berusaha menenangkan cewek itu. "Jangan nangis, Na. Gue di sini." Jungkook mempererat pelukannya lagi dan berbisik. "Maaf udah ninggalin lo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Si Pintar Dan Si Bodoh.
FanfictionJungkook si pintar yang berusaha melindungi Eunha si bodoh. Segalanya akan Jungkook berikan pada Eunha karena Eunha lebih dari segalanya bagi Jungkook. Begitu pun sebaliknya. Namun Eunha yang terlalu bodoh tidak pernah menyadari perasaannya atau pun...
