"Sun."
Plann tersenyum lebar saat melihat anaknya kini dalam buaian Mean.
"Sun?"
Mean mengernyit tapi senyum tak lepas dari bibirnya.
Plann mengangguk antusias sebagai jawaban dari tanya Mean.
"Dia... Seperti matahari untukku,seperti awal dari sebuah hari baru,seperti hangat yang selama ini menemaniku dalam dingin."
Tak ada getar kesedihan dari kalimat Plann tapi entah,Mean merasa kalimat itu menusuk tepat di jantungnya. Mean menatap wajah Plann yang terus merona,terus bersinar,terus memancarkan kebahagiaan. Betapa rindunya Mean dengan wajah itu.
"Plann... Aku mencintaimu."
Deg...
Jantung Plann seolah berhenti berdetak. Memori indah masa lalunya bersama Mean kembali mengisi otaknya. Plann menutup matanya rapat mencoba menyingkirkan segala bayangan indah itu.
"Mean..."
Dan Mean tahu apa yang ada dalam pikiran Plann.
"Aku sudah tahu semuanya. Aku tak apa... Aku bisa mencari pekerjaan lain kalau memang fans atau para produser tidak mau lagi melihatku di dunia hiburan."
"Tapi Mean..."
"Phii Zanook pasti akan mengerti dan menerima keputusanku."
"Tapii..."
"Plann... Anak ini... Juga milikku kan?? Aku berhak untuk bersamanya dan memberinya kasih sayang."
Plann terdiam. Matanya serius menatap,menyelam jauh ke dalam gelapnya manik Mean. Mencoba mencari celah untuk menghindari Mean. Ia bukan tanpa alasan tidak ingin menerima Mean. Tapi Mean masih muda,karirnya pun tengah cemerlang,ia sama sekali tak ingin menghancurkan kerja keras yang telah Mean dan phii Zanook bangun mati-matian. Ia masih ingat betapa dulu Mean hanya seorang model tanpa nama dan juga aktor yang hanya tampil untuk sekedar pemanis adegan. Betapa Mean berjuang begitu keras. Berjalan kesana kemari,melewati casting demi casting tiap harinya. Hingga akhirnya kini ia bisa berdiri tegak dengan nama yang sudah pasti seantero Thailand mengenalnya bahkan mungkin terdengar hingga ke luar negeri. Semua kerja keras itu. Apa Plann tega untuk menghancurkan kerja keras Mean begitu saja??
"Kau masih bisa datang untung menengoknya ke rumahku Mean. Aku akan kembali ke Bangk..."
"Apa maksudmu menengok??"
Plann berusaha meraih bayi dalam buaian Mean. Tapi Mean menjauhkan bayinya dari gapaian tangan Plann.
"Mean..."
"Kita akan tinggal bersama! Aku ingin bersama anakku!"
"Tapi dia ju..."
"Aku juga ingin bersamamu! Dan stop mengambil keputusan sepihak!! Dia juga bagian dari diriku! Darah dagingku,aku juga ingin merawatnya!! Dan kau,Plann kijworalak! Aku benar-benar tak ingin ditolak! Aku mencintaimu. Jadi menikahlah denganku!!"
"Me...meni...kaahh???"
Mean mengangguk mantap lalu mengecup bibir Plann yang sedikit terbuka karena shock.
"Aku mencintaimu..."
################################
Beam gelisah di dalam studio tempat ia biasa menghabiskan waktunya. Baik untuk sekedar bermain musik atau menciptakan lagu. Tapi kini ia disana bukan untuk alasan keduanya.
"Sialan!!!!"
Beam menendang dinding kedap suara dalam studio. Suara Mean masih terus berdengung di telinganya. 8 bulan lalu ia merelakan Plann untuk menjauh. Meninggalkan ia,memutuskan tali asmara antara mereka. Karena Plann berjanji kalau ia pun tak akan mendekati Mean.
Bila aku tak bisa memilikimu,maka begitu pula dengan Mean.
Dan itu adalah kesepakatannya bersama Plann.
Tapi kemarin saat ia menelpon Plann. Jelas suara Mean tertangkap oleh line telepon Beam. Membuat ia meradang."Arrrgghhh!!!!!! Brengsek!!!"
Beam mulai melempar alat-alat musiknya. Dadanya sesak karena amarah.
"Gak... Aku gak akan pernah lepasin Plann. Apalagi buat si brengsek Mean dan anaknya!! Ya... Aku harus lenyapin mereka berdua!!! Arrgghhh!!!! Anjiiingg!!!! Arrggghhhh!!!!"
Beam terduduk di sudut ruangan. Mengerang dan terus mengerang. Seolah ingin membebaskan sakit yang mulai menghimpit dadanya.
################################
Plann menatap jauh ke suasana Tokyo malam hari dari jendela kaca ruang inapnya. Ia sudah sejauh ini berlari. Menyembunyikan kehamilan dan juga perasaannya dari Mean. Tapi Mean tetap saja bisa menemukannya. Plann tertunduk. Ia sadar akan perasaannya pada Mean. Saat Mean mengatakan bahwa ia ingin menikahinya. Ingin bersama-sama membesarkan buah hati mereka,Plann benar-benar terharu sekaligus bahagia. Mean adalah pria yang baik,sangat baik malah. Sejak awal kehamilan pun Plann yakin kalau Mean pasti akan senang sekali bila mengetahui ia tengah mengandung benihnya. Namun Plann terlalu takut. Takut membuat karir Mean hancur. Dia amat sangat tahu bagaimana perjuangan Mean untuk bisa seperti sekarang. Rasanya tak adil jika Plann mengoyak kesuksesan itu begitu saja.
"Huffttt.... Eh..."
Plann terperanjat saat sepasang lengan kekar melingkar di dadanya. Mean menyenderkan dagunya di bahu kecil Plann.
"Memikirkan apa sayang??"
Plann gugup. Ini adalah pertama kalinya mereka sedekat ini setelah kejadian di Pattaya beberapa bulan lalu.
"Aku..."
Plann terdiam saat Mean mendaratkan ciuman di pipi gembulnya. Lengan Mean semakin erat merengkuhnya. Plann benar-benar gugup.
"Kau gugup??"
Mean berbisik di telinga Plann dengan lembut memaksa Plann untuk memejamkan matanya. Plann merasa lemas seketika. Teringat memori mereka di Pattaya. Tapi tersadar saat Mean berusaha menciumi lehernya.
"Hhmmeannhh..."
Plann berusaha melepaskan pelukan Mean.
"Please... Aku hanya ingin mencium aroma tubuhmu."
"Tapi Mean..."
"Aku tak akan melakukan yang lebih,please..."
Plann menatap kedalam kelamnya mata Mean. Matanya begitu hangat,teduh namun juga memancarkan kesedihan dan juga kerinduan yang mendalam.
"Please..."
Mean memohon. Dan kini giliran Plann yang bergerak. Tangannya meraih leher Mean,menariknya agar bibir mereka bisa bertemu. Menyentuh,menghisap dan memagut satu sama lain. Plann begitu mencintai Mean. Dan sungguh ia kini tak bisa menahan dirinya sendiri. Ia ingin sekali memiliki pria itu.
Kumohon...
Kali ini...
Biarkan aku memilikinya...
Tanpa kekhawatiran.Hohohooo....
Bagaimana ini??? Apa yang akan dilakukan Beam?? Dia anak yang baik ya kan?? Iya kan?? 😭😭😭
Author takuttt.... 😖😖😖Hari ini Jum'at kawan... Siapa yang gak sabar nonton #2wish??? 😁😁😁
Oya... Aku dapet gosip katanya #TinCan bakal sad ending di season ini. Apakah benar?? Aku gak mau sad ending 😖😖😖Vote dan Comment nya ya gays.... 😁😁😁
