Plann membuka matanya perlahan saat merasakan sentuhan di area perutnya. Sentuhan yang lembut dan sensual,menggelitik kulit tubuhnya dengan vulgar.
"Beam!!"
Plann benar-benar kaget. Ia terduduk sambil menggeser tubuhnya menjauh dari Beam yang tengah menggerayanginya. Tubuhnya polos tak tertutup kain sama sekali. Plann mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Mencari bajunya yang tercecer di lantai.
"Kau gila Beam!"
Baru sebelah kaki Plann menyentuh ubin. Namun Beam sudah menarik dirinya untuk kembali berbaring di ranjang.
"Beam!!!"
Plann mendorong tubuh Beam menjauh. Tapi Beam sama sekali tak bergeming.
"Beam!!!"
Panik dan juga ketakutan jelas terlihat di mata Plann. Tapi Beam sama sekali tak menunjukan ekspresi apapun. Mukanya datar. Namun ia tetap merangsek ke arah tubuh Plann. Mencoba menyentuh dan menjamah area sensitifnya.
"Beam!! Sadar Beam..."
Plann masih berusaha mendorong Beam menjauh.
"BEAM!!"
Plann benar-benar hilang kesabaran. Satu tamparan keras mendarat di pipi Beam. Dan hening.
Plann menatap tangannya yang baru saja mendarat di pipi Beam. Tapi tak lama karena sedetik kemudian ia mendorong tubuh Beam membuatnya terduduk di ranjang. Plann memunguti bajunya,mengenakannya dengan terburu-buru. Belum sempat ia mengancingkan kemejanya. Beam menangkap lengannya. Plann benar-benar ketakutan."Beam..."
"Kau kembali bersamanya karena anak itu kan??"
Plann terdiam. Beam tampak sangat menakutkan di mata Plann.
"Aku ingin seorang anak juga!"
"Hah??"
"Aku ingin kau memberiku seorang anak..."
Beam merangsek,menciumi leher Plann. Plann kembali mendorong lalu menampar pipi Beam. Telapak tangannya tercetak diatas pipi putih Beam. Beam mendengus. Cengkraman di lengannya melonggar.
Plann dengan cepat berlari ke arah pintu. Namun pintunya terkunci."Beam... Ku mohon... Aku harus pulang... Sun pasti..."
"AKU INGIN ANAK DARIMU PLANN!!!"
Suara Beam seolah memecah gendang telinga Plann. Plann sungguh takut dan bingung. Ia benar-benar tak tau harus berbuat apa.
"Beam... Ku mohon... Aku harus pulang. Aku harus bertemu anakku. Aku mohon Beam..."
Plann bersujud,mencium lantai. Perasaannya benar-benar kacau. Ia hanya ingin kembali ke rumah. Beristirahat sambil menimang anaknya. Ia bahkan tak sempat memikirkan Mean. Yang ada dipikirannya saat ini benar-benar hanya Sun.
"Aku mohon Beam.... Ahhhh...."
Beam menarik kepala Plann. Memaksa Plann untuk melihat wajahnya yang benar-benar tampak seperti iblis. Plann sudah tidak bisa mengenali Beam. Beam yang di depannya bukan lagi Beam manis yang dulu pernah jadi kekasihnya. Beam yang ada didepannya nampak menakutkan dengan mata yang berapi-api. Dipenuhi amarah,dendam dan sakit hati.
Plann merasakan sakit yang menusuk dada.
"Maaf Beam... Ini salahku... Aku mohon maafkan aku... "
Plann tertunduk. Air mata setetes demi setetes berjatuhan ke lantai.
"Gak bisa Plann... Aku gak bisa memaafkan kamu."
Beam tanpa sadar ikut meneteskan air matanya. Hatinya bergetar penuh kepiluan.
################################
Beam menuntun Plann ke ranjang. Membaringkan pria kecil itu. Plann masih terisak tapi kini ia sama sekali tak melawan. Beam mulai menciumi leher Plann. Tangannya menjelajah permukaan tubuh Plann.
"Kau benar-benar menggairahkan phii... "
Plann memejamkan matanya erat.
"Beam... Kumohon...mmm"
Beam menciumi bibir Plann dengan ganas. Plann berusaha menghindari serbuan bibir Beam. Memalingkan wajahnya ke kiri dan kanan dengan frontal. Plann benar-benar di dera kebingungan. Ia hanya ingin keluar dari tempat itu dan kembali pada Sun. Ia sama sekali tak ingin melakukan hal yang tidak senonoh dengan Beam.
"Beam..."
Plann masih mencoba memohon. Tapi sepertinya Beam sudah tidak mungkin lagi mengasihaninya. Plann membuka matanya perlahan. Ia bisa merasakan tangan Beam mulai menggerayangi area sensitifnya. Plann berusaha menahan tangan Beam. Tapi sepertinya Plann sudah terlalu lelah ia sudah tak bisa mengimbangi kekuatan Beam yang sudah bercampur dengan nafsu.
Plann terus meronta matanya mengedar. Mencoba mencari sesuatu yang bisa membebaskan ia dari Beam. Hingga sebuah kunci yang tergeletak di meja belajar Beam sukses mencuri perhatiannya. Plann menatap wajah Beam yang menyeringai. Plann menendang kejantanan Beam yg setengah mengeras. Membuat Beam mengerang kesakitan. Plann meraih kunci diatas meja,berlari kearah pintu. Membuka pintu itu dengan gugup tapi untung Plann memasukan kunci yang benar. Plann pun langsung melejit keluar. Meninggalkan Beam yang masih mengerang kesakitan.
################################
Plann berjalan tanpa alas kaki. Ia masih ingat daerah rumah Beam. Jadi mudah bagi Plann untuk menuju jalan utama dan mencari kendaraan untuk mengantarnya ke apartemen Mean. Tapi sayangnya ia tak membawa uang sepeserpun. Dan juga perutnya mulai terasa perih karena belum terisi apapun sejak semalam.
"PLANN!!!!"
Plann menoleh dan mendapati Beam dibelakangnya mengendarai sepeda motor. Plann benar-benar panik. Ia berniat berlari tapi ia melihat mobil tua yang terparkir dengan kunci masih menggantung di tempatnya. Tanpa pikir panjang Plann masuk dan menyalakan mesin mobil. Membawa mobil yang entah milik siapa itu menjauh dari Beam. Tapi Beam sama sekali tak menyerah ia semakin kencang memacu motornya. Membuat Plann makin panik. Plann menginjak pedal gas tanpa ragu. Sambil terus memperhatikan Beam dibelakangnya.
Brakkk....
Plann menabrak sebuah mobil,saking kerasnya tabrakan itu membuat ia yang mengendarai tanpa sabuk pengaman terpental ke depan. Tubuhnya menghancurkan kaca mobil,lalu terpelanting keatas kap mesin mobil yang ia tabrak. Bau darah dan juga rasa sakit langsung menyengat sekujur tubuh Plann.
"Plann..."
Dengan kesadaran yang hampir hilang Plann mengangkat kepalanya. Melihat pria pengendara mobil yang ia tabrak.
Mean...
Lalu kegelapan menelannya.
Maaf... Author ngetiknya buru-buru dibawah guyuran hujan disamping gerobak mang cuanki. Jadi kalo ada penulisan yang kurang enak dibaca harap dimaklumi.
Haduhh.... Tragediii.... Tragediii.... Ini semacam cerita romi and julli...
Maafkan author yah...
Tapi janji... Mereka bakal happy ending 😁😁Oya author tadi baca di twitter soal tai lalat di belakang lehernya Plann. Menurut mitos china. Orang dengan tai lalat itu tuh tandanya orang yang gak mau ngelupain cintanya dikehidupan sebelumnya. Dan pasti akan bertemu dengan cinta sejatinya di kehidupan selanjutnya (kehidupan saat ini). So sweet yah... Tapi dikatakan juga kalau perjalanan cinta orang dengan tai lalat disitu tuh bakal sulit. Tapi tetap berakhir bahagia.
Ini sumber bgt sih... Yah?? Semoga aja ada yang mau bikinin fanfic deh pake cerita tai lalat itu 😁😁😁 aku mau baca deh fanficnya 😁😁😁Oya... Tolong kasih vote dan komen yahh 😘😘😘😘
