"Orang bilang benci dan cinta itu beda tipis"
-Author
***"Ghea! Naura! Selamat ya? Kelompok kalian jadi yang terbaik saat MOS kemaren" ucap Serly menghampiri meja Naura dan Ghea diikuti yang lainnya.
"Ya dong, itu karena ada Naura di kelompok kita!" seru Vanya yang satu kelompok dengan Naura.
"Karena kerja keras kita semua, bukan gue aja" ralat Naura.
"Jika bukan karena ide kreatif lo, kita nggak bakalan berhasil Ra" ucap Vanya bersikukuh.
Mereka mulai mengerubungi meja Naura dan Ghea. Bahkan ada yang duduk diatas meja hanya sekedar untuk bercerita.
Naura sesekali tersenyum dan ikut tertawa. Tapi perhatiannya teralih pada gadis yang duduk di meja paling depan.
Naura berdiri dan menghampirinya. Gadis yang sedari tadi hanya memainkan tali tasnya diatas meja menoleh saat ada yang berdiri di samping mejanya.
Naura tersenyum dan mengulurkan tangannya. Gadis itu tampak terkejut membuat Naura bingung.
"Gue Naura, nama lo siapa?" tanya Naura tersenyum.
Gadis dengan rambut sepunggung itu tampak ragu menyambut uluran tangannya.
Naura tersenyum hangat saat gadis itu menerima uluran tangannya.
"Febria Naya, panggil Naya aja" jawab gadis itu tersenyum.
Naura hendak bicara tapi guru sudah masuk.
"Nanti kita bicara lagi" ucapnya Naura kembali ke bangkunya.
Naya tersenyum, ntah kenapa ia merasa Naura orang yang berbeda. Terlihat begitu tulus menyapanya. Dan hanya Naura yang mau menyapanya di sini.
🍂🍂
Sadewa keluar dari labor IPA membawa kotak kaca yang berisi spesimen tengkorak kelinci dan sebuah buku kecil. Langkah lebarnya menyusuri lorong sekolah yang sepi karena masih dalam proses jam belajar.
"Dewa! Tunggu!" panggil Raja menyusul sahabatnya itu.
Sadewa tak berhenti dan malah mempercepat langkahnya. Hingga di persimpangan koridor tak sengaja ia menabrak seseorang.
Prank
"Akh!"
Kaca berisi spesimen tengkoraknya langsung pecah berserakan dilantai, Sadewa langsung menatap orang yang menabraknya. Awalnya ia terkejut melihat siapa orangnya. Seketika tatapannya berubah, ia menatap benci gadis dihadapannya. Gadis yang menjadi mimpi buruknya. Siapa lagi kalau bukan Naura.
"Lo nggak punya mata huh?!" geram Sadewa marah.
Naura tak kalah terkejut terlebih salah satu gelangnya lepas. Naura segera mengambil gelangnya dan menghela nafas sedih saat rantai gelangnya rusak. Naura menggenggam gelang motif kupu-kupu itu didepan dadanya. Tak ingin kehilangan benda berharga itu.
"Maaf kak, aku nggak sengaja" jawab Naura sungguh-sungguh.
"Lo pikir dengan minta maaf semua selesai?!" tanya Sadewa menusuk.

KAMU SEDANG MEMBACA
SADEWA
Teen Fiction[On Going] ⚠️ FOLLOW DULU SEBELUM BACA! 🚫🚫Don't copy paste!!!! ⚠️Warning!! Terdapat kata-kata kasar! Pembaca harus bijak! SADEWA ALGRIO MAHESA. Ketua geng motor DARK EAGLE. Cowok tampan blasteran indo-spanyol. Memiliki Sifat dingin, jutek, galak d...