"Terima kasih Dok"
"Sama-sama" jawab sang dokter ramah dan berlalu pergi.
Naura yang duduk di tepi ranjang rumah sakit menghela nafasnya, luka di bahu tidak dalam. Hanya goresan pisau, beruntung bahan bajunya cukup tebal.
"Gue nggak mungkin pulang dengan baju berlumuran darah begini. Papa pasti khawatir, apalagi kalau abang tau" gumam Naura bingung.
"Lo mau tidur disini! atau gimana?!"
Naura menoleh dan melihat Sadewa berdiri di pintu ruangan yang ia tempati. Ia turun dari ranjang dan menghampiri Sadewa yang terus memandangnya tajam.
Sadewa menatap datar Naura yang melewatinya. Ia mendengus dan mengikutinya dibelakang.
Naura terkejut saat tubuhnya melayang begitu saja. Ia terdiam saat Sadewa menggendongnya.
"Lo jalan ke siput! Lelet!" ketus Sadewa melangkah lebar.
Naura yang mendengar itu terdiam, jantungnya berdegup begitu cepat.
Sadewa menurunkan Naura di sebelah mobilnya. Ia melepas jaket levis yang melekat ditubuhnya dan melemparnya pada Naura.
Naura terkejut dan langsung menangkapnya. Ia menatap Sadewa.
"Apa?!" tanya Sadewa galak.
Cuaca cukup dingin dan ia tadi merasakan tangan gadis itu yang dingin.
"Kak Dewa aja yang pakai" ucap Naura memberikan jaket Sadewa kembali, karena cowok itu hanya memakai kaos hitam berlengan pendek.
"Lo mau buat gue dimarahin Opa lagi?! Nggak cukup apa?! lo buat gue dipaksa jalani hubungan sialan ini huh!" ketus Sadewa kesal. Ia sudah berbaik hati, tapi gadis itu malah sok nolak. Ntar kalau sakit, ia lagi yang disalahin.
Naura yang mendengar itu memilih memasang jaket Sadewa yang kebesaran di tubuhnya. Bahkan kedua tangannya tidak kelihatan membuatnya melipat lengannya beberapa kali.
Sadewa mendengus kesal dan masuk kedalam mobilnya.
Naura ikut masuk dan tanpa bicara lagi Sadewa melajukan mobilnya.
Setelah beberapa menit mobil Sadewa sampai didepan gerbang rumah Naura.
Naura keluar dari mobil sport hitam itu setelah berpamitan pada Sadewa.
Sadewa menatap punggung kecil itu yang menjauh dengan tatapan datar. Setelah gadis itu masuk kedalam rumah ia langsung pergi dari sana.
Naura bergegas naik kelantai 2, berharap tidak ada yang menyadarinya.
Naura membuka pintu kamarnya dan menutupnya cepat. Ia menghela nafasnya lega dan berbalik.
Deg
Naura mematung saat melihat Nathan yang berdiri di sebelah ranjangnya.
Melihat tatapan marah dan kecewa itu membuat Naura menghampirinya.
"Bang aku--"
"Kamu masih anggap Abang sebagai kakak kamu?"
"Maaf.." ucap Naura sungguh-sungguh.

KAMU SEDANG MEMBACA
SADEWA
Teen Fiction[On Going] ⚠️ FOLLOW DULU SEBELUM BACA! 🚫🚫Don't copy paste!!!! ⚠️Warning!! Terdapat kata-kata kasar! Pembaca harus bijak! SADEWA ALGRIO MAHESA. Ketua geng motor DARK EAGLE. Cowok tampan blasteran indo-spanyol. Memiliki Sifat dingin, jutek, galak d...