18. PENYELAMATAN

10.8K 420 2
                                    


Sadewa mencengkram ponselnya dengan rahang berkedut.

"Wa, apa--" tanya Raja ragu.

"Agra menculiknya" jawab Sadewa dingin membuat semua teman-teman nya terkejut.


"Agra siapa?!" tanya Ella menuntut.

Raja menatap Sadewa, pasti Agra pernah bertemu Naura saat lagi bersama Sadewa.

Sadewa tidak menjawab, ia bergegas untuk pergi.

"Wa tunggu! Lo nggak bisa pergi sendirian! Ini jebakan Agra" cegat Raja menahan helm yang akan dipasang Sadewa.

Ella yang mulai mengerti mendekati Sadewa dengan marah.

"Jadi ini karena lo! Musuh lo yang culik teman gue! Kalau sampai Naura kenapa-kenapa! Gue nggak akan maafin lo!" teriak Ella marah mendorong lengan Sadewa kasar.

Ciko yang tidak terima Sadewa digituin melangkah maju. Tapi Raja menahannya.

"Agra minta gue datang sendiri! Jika tidak, nyawa Naura taruhannya" ujar Sadewa dingin membuat Ella dan Naya kembali terkejut.

"Tapi Wa--"

"Jangan ada yang hubungi polisi! Gue bakal bawa dia kembali!" tekan Sadewa menghentikan ucapan Banu.

Sadewa memasang helm dan menghidupkan motornya, melesat begitu saja.

"Naura hiks..hiks.." Ella kembali menangis membuat mereka bingung.

Naya berusaha menenangkan Ella.

Raja tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Ia hanya bisa menunggu instruksi Sadewa. Ini menyangkut keselamatan Naura.

Naura membuka matanya, ia meringis pusing. Setelah benar-benar sadar ia menatap sekeliling. Rahang kosong dan ia terikat di kursi.

Naura mencoba mengingat apa yang terjadi. Seorang pria berusaha menculiknya. Saat didalam mobil ia terus berontak sampai pria bertopeng itu menutup mulutnya dengan sapu tangan. Setelah itu Naura tidak tau apa yang terjadi.

Naura mencoba melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya kebelakang.

"Lo udah sadar?"

Naura terkejut melihat pria yang berada tak jauh didepannya.

"Masih ingat gue?" tanya orang itu.

Naura masih mengingatnya, cowok yang pernah menyerang Sadewa saat mereka pulang dari makan malam. Agra.

Agra mengambil kursi dan duduk berhadapan dengan Naura.

"Lo mau apa?" tanya Naura.

"Gue mau Sadewa berada di sini! Dibawah kaki gue! dia akan datang sebentar lagi" tekan Agra menunjuk lantai dihadapannya.

Naura yang mendengar itu terkejut.

"Jangan sakiti dia" pinta Naura khawatir.

"Kita lihat saja nanti, lo hanya perlu diam disini sampai dia datang" ucap Agra berdiri dan meninggalkan Naura begitu saja.

Naura mulai panik. Bagaimana jika Sadewa benar-benar datang.

SADEWATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang