🐦12

4.2K 376 11
                                        

Lisa tidak bisa tidur sekarang, pikirannya masih tertuju pada lelaki yang kini tengah membaringkan tubuhnya di kursi panjang yang terletak di balkon kamarnya. Tanpa pelindung dari angin malam.

Sebenarnya ia tidak tega pada jungkook, ucapannya yang menyuruh jungkook untuk tidur diluar hanya bercanda, tapi pria itu malah menganggapnya serius, apakah pria itu sangat mencintainya.

Sekarang sudah pukul 23.16, lisa semakin tidak tenang, lantas ia berdiri dari tidurnya, dan berjalan kearah balkon, dilihatnya lelaki yang sedang menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya dengan mata tertutup serta keadaan tidur menyamping ke kanan.

angin malam ini cukup membuatnya dingin, bagaimana bisa jungkook bertahan
malam ini, sungguh lisa sangat merasa bersalah sekarang.

Ia berjalan mendekati jungkook, mengusap lembut pada bagian dahinya, memperhatikan wajah tenang kekasihnya yang sedang terlelap.

Tetapi didetik berikutnya jungkook membuka matanya, membuat lisa terkejut, wajahnya sudah semerah tomat, jungkook menatap kearahnya layaknya sedang menangkap basah pencuri yang memasuki rumahnya.

Lisa memutus kontak mata, "tidurlah didalam, angin malam ini akan membuatmu sakit"

Jungkook masih terdiam, tapi didetik berikutnya ia mengukir senyum khasnya, tanpa sengaja lisa sudah memperhatikannya.

"hei apa kau tidak mendengarkanku?" lisa sangat geram dengan kekasih menyebalkannya ini, kekasih yang membuatnya merasa khawatir, kekasih yang membuatnya bahagia jika berada didekatnya, dan kekasih yang selalu membuatnya marah dengan tingkah konyolnya seperti saat ini.

Lelaki itu mulai bangkit dari posisi tidurnya, "tidak, aku tidak mendengarnya, coba ulang sekali lagi"

Lisa mendecih kesal dengan pria bergigi kelinci itu, "yaakk! Apakah perlu?"

Jungkook mengangguk dengan smirknya, "sangat perlu"

Lisa menghela nafasnya kasar, "tidurlah didalam, angin malam ini akan membuatmu sakit"

Kalimat lisa membuat jungkook tak henti mengukir senyum diwajahnya, baginya semua yang terucap dari bibir lisa akan membuatnya bahagia walaupun itu hanya sedikit.

Lisa berbalik dan berjalan memasuki kamarnya yang diikuti oleh jungkook, "aku akan tidur dimana?"

"apa maksudmu?" jujur lisa tidak mengerti perkataan jungkook yang baru saja dilontarkan.

Jungkook diam tidak menjawab, ia berjalan kearah ranjang king size milik lisa, dan membaringkan tubuh tegapnya disana, lisa membulatkan matanya, apakah malam ini dia akan satu ranjang dengan kekasihnya ini.

Walaupun tidak melakukan hal yang tidak tidak, jujur lisa merasa takut jika harus seranjang dengan orang lain, terutama untuk seorang lelaki yang barusaja ia kenal akhir akhir ini.

"aku tidak akan berbuat yang tidak tidak, tidurlah disini" jungkook berbicara layaknya mengerti dengan pikiran gadisnya sambil menepuk ranjang bagian kirinya.

Lisa berjalan kearahnya dengan perasaan yang cukup gugup, pasalnya baru kali ini untuknya tidur dengan orang lain selain ibu dan ayahnya sewaktu lisa kecil.

Ia membaringkan tubuhnya disisi kiri jungkook, pria itu sudah menutup matanya, "jangan macam macam ya!"

Jungkook terkekeh geli dengan perkataan lisa, sangat menggemaskan baginya, "tenanglah lis, aku tidak akan melakukan itu dengan orang yang sangat aku cintai"

Lisa tersenyum lega, "baiklah"

Kemudian dua insan tersebut menutup matanya dengan posisi saling membelakangi.






°°






Setelah memakirkan mobilnya, jungkook dan lisa berjalan bersama menuju kelasnya masing masing, saat melewati koridor, lisa sedikit memicingkan matanya, memperhatika wanita yang tengah berjalan kearah mereka.

Lisa melihat kearah jungkook yang sedang melihat wanita itu, "siapa dia?"

Jungkook mengalihkan tatapannya terhadap lisa, "dia temanku, dia yang kuantar kemarin lis"

Lisa kembali memperhatikan wanita yang semakin mendekat kearahnya. Setelah tepat didepan mereka, tzuyu tersenyum lebar kepada mereka. Oh tidak, lebih tepatnya kepada jungkook.

Tanpa diduga, tzuyu menarik lengan kekar kekasihnya. Hei, apakah dia sedang mencari masalah sekarang. Bagaimana bisa seenaknya begitu, apakh dia tudak tahu jika sekarang pria bergigi kelinci itu sudah mempunyai kekasih.

Jungkook meronta, tapi tzuyu tidak melepaskan tangannya, justru gadis itu malah menggandeng. Oh, sangat gila pikirnya.

Lisa hanya memperhatikan keduanya yang kini sudah mulai menghilang dari penglihatannya, jungkook menatapnya seakan berkata bahwa ia akan menjelelaskan semuanya.

Lisa mendesah kesal, ia berjalan menyusuri koridor dengan kaki yang dihentakkan berulang karena merasa kesal dengan wanita asing tersebut. Ia tidak marah dengan jungkook karena ia tahu jika jungkook tidak memiliki perasaan apapun kepada gadis menyebalkan itu.






°°

>jeonicaa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

>jeonicaa

Revolution | liskook✔[END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang