Hanbin menghela nafasnya sejenak sebelum menjelaskan kejadian semalam yang mungkin tidak diketahui oleh temannya ini, "jadi begini, tadi malam sewaktu kita bertemu di kedai kopi, aku melihat seorang pria dengan ciri ciri seperti yang kau sebutkan tadi, dan kemungkinan besar dia adalah jungkook."
Lisa membuka mulutnya sedikit, terkejut dengan perkataan hanbin karena semalam hanya hanbin yang melihat kekasihnya itu,"lalu?"
"lalu, jungkook sepertinya melihat kearah kita, dan kemungkinan besar dia cemburu dengan kedekatan kita, astaga! Atau jangan jangan dia mengira kau selingkuh denganku lis!" hanbin memasang raut wajah sok paniknya yang membuat lisa menjadi semakin bersalah pada lelaki bergigi kelinci itu.
Lisa meninggalkan hanbin, "bayar roti bakarnya ya, aku pergi dulu, terima kasih karena sudah membantuku."
Hanbin hanya diam menatap punggung lisa yang mulai menghilang dari penglihatannya, "aish dasar wanita itu, selalu saja seperti ini, tidak berubah dari dulu."
°°
Setelah memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah milik keluarga jeon, lisa melangkah kearah pintu utama berniat meminta maaf kepada jungkook, ia sudah menyusun kata kata yang tepat untuk meminta maaf kepada laki laki itu.
Tidak lama kemudian setelah ia memencet bel rumah kekasihnya yang terdapat disisi kanan pintu tersebut, keluar gadis dengan rambut panjang dan hitam yang lisa sangat ketahui namanya. Ya, itu tzuyu, "kenapa kau disini?"
Tzuyu tersenyum miring, "memangnya kenapa jika aku berkunjung ke rumah temanku, apakah itu salah?"
Lisa sebenarnya malas dengan gadis dihadapannya ini, terlalu cerewet pikirnya, "oh, jika begitu tolong panggilkan jungkook, aku ada urusan dengannya"
"jungkook tidak ada" tzuyu berbohong kepada lisa, dia tidak mengizinkan jungkooknya bersama wanita lain. Heol,apa katanya? Jungkooknya? Cih, dasar berharap.
"ada apa ini?" sepersekon kemudian, pria dengan kaos putih polos serta celana jeans yang panjangnya sebatas lutut serta rambut yang basah karena ia baru saja selesai membersihkan diri datang dengan raut wajah yang nampak mendeskripsikan rasa bingung diwajahnya.
Tzuyu sangat kesal, kenapa jungkook datang tiba tiba disaat ia ingin berbohong pada pacarnya itu, "lisa ingin bertemu denganmu" ucapnya malas.
Jungkook melihat Lisa dengan wajah yang cukup datar dan membuat lisa merinding, apakah mungkin jungkook semarah itu dengannya, "h-hai.. Bisa bicara?" jika boleh jujur, lisa rasanya sangat gugup karena harus berbicara dengan lelakinya ini.
Padahal ia tidak salah disini, tetapi entah kenapa setelah melihat jungkook ia menjadi takut untuk menyatakan kebenarannya.
Jungkook tidak menjawab, dia melihat kearah tzuyu seakan msmberikan isyarat untuk segera masuk kedalam rumahnya dan menyisakan keduanya saja.
Lantas tzuyu segera pergi dengan wajah yang sangat kesal, bagaimana tidak? Jika harus merelakan laki laki yang ia cintai berduaan dengan wanita lain, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa untuk sekarang, rasanya mulai detik ini ia ingin menyerah mendapatkan hati jungkook, tapi bagaimana bisa melupakan orang yang sudah menempati hatinya bertahun tahun dengan mudah. Tidak semudah memutus benang dengan gigi pikirnya.
Setelah tzuyu masuk, lisa segera menarik jungkook ke area taman yang terletak di halaman depan sebelah kiri yang terdapat disana. Jungkook hanya memperhatikan lisa dari belakang, melihat tangannya yang digenggam erat oleh gadisnya itu.
Keduanya duduk disalah satu besar yang memang sengaja diletakkan pada area taman tersebut, sama sama diam, tidak ada yang memulai pembicaraan, entah kemana pikiran keduanya saat ini, yang jelas lidah mereka terasa kaku walau hanya untuk mengatakan sepatah kata saja.
sampai pada akhirnya lisa yang memilih untuk memulai pembicaraan diantara mereka, "kamu marah ya?"
Tidak ada jawaban, jungkook hanya mendengarkannya sambil menatap rerumputan yang berwarna hijau muda dibawah kedua kakinya.
"maaf jika aku menyakitimu"
Masih tidak ada jawaban, lisa kesal, sungguh kesal, jadi ia putuskan untuk beranjak dari duduknya sebelum sebuah tangan memegang pergelangan tangannya yang membuatnya harus berhenti bergerak untuk sesaat.
Jungkook berdiri dan menarik lisa untuk berada tepat dihadapannya sampai kedua pasang mata mereka bertemu, "apa hubunganmu dengan pria itu?"
Lisa membeku, pasalnya sekarang jungkook tengah menatap kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan dan terdapat kesan mematikan dari setiap tatapan yang ia berikan akhir akhir ini,"siapa? Apakah itu hanbin?"
Jungkook melepas tangan lisa yang sebekumnya masih ia genggam dan menghadapkan tubuhnya kearah lain, "entahlah, aku tidak mengetahui namanya, yang jelas kalian sanagt dekat seperti memiliki hubungan spesial"
Lisa tersenyum dengan penuturan jungkook yang tak sengaja mengungkapkan rasa cemburunya, ia mendekati jungkook "kau cemburu ya?!" ia mengangkat kedua alisnya, berusaha menggoda lelakinya ini sekaligus untuk memecahkan kecanggungan diantara keduanya.
Dengan cepat jungkook menjawab, "tentu saja, lelaki mana yang tidak cemburu ketika melihat gadisnya bersama laki laki lain, bermesraan pula"
"hahahaaaaa...........dengarlah kook, aku tidak punya hubungan apa apa dengan hanbin, dia adalah teman masa kecilku saja, tidak lebih. Dia barusaja pulang dari Australia dua hari yang lalu, dan semalam waktu kamu melihatku bersamanya itu hanya salah paham kook, percayalah aku hanya teman baiknya saja, tidak lebih."
Jungkook menatap lisa lekat, "apa yang kau katakan benar?"
Lisa mengangguk mantap, "iya kook"
Didetik kemudian terukir senyum yang lisa tunggukan beberapa jam yang lalu, senyum yang terukir pada wajah tampan jungkook, senyum yang membuat hatinya tenang.
"lalu, kau dengan gadis itu bagaimana?" lisa bertanya soal eunha tadi pagi, apakah jungkook hanya mengerjainya, atau benar benar melakukannya.
Jungkook menarik lisa kedalam pelukannya, "tentu saja tidak! Aku hanya ingin membuatmu kesal saja karena semalam"
Lisa memukul dada bidang jungkook berulang kali, membuat sang empu mengaduh kesakitan dan mencoba melepas pelukannya dan ingin berlari.
Benar, keduanya saat ini tengah mengejar satu sama lain, mengitari taman yang cukup luas, "awas kau jeon Jungkook, aku akan memukulmu"
Jungkook menjulurkan lidahnya mengejek, "kejar saja jika bisa, aku tidak peduli, mana bisa kau menangkapku, dasar lemah"
"tunggu saja kau jeon jungkook"
Sekitar sepuluh meter dari tempat itu, tepatnya dari balik jendela kaca rumah keluarga jeon, tzuyu sedang berusaha menahan bulir bulir bening yang hampir saja lolos dari pelupuk matanya, "aku akan berusaha melupakanmu jeon jungkook, sepertinya kau lebih bahagia jika bersama lisa, dan aku akan berusaha menerimanya sepenuh hati."
°°
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.