Jungkook masih fokus dengan kemudi serta jalanan didepannya, sesekali melirik kesampingnya, melihat seseorang yang sangat ia cintai. Ia senang bahwa lisa tidak marah dengannya, bahwa lisa bisa memahami jungkook, bahwa lisa bisa menahan emosinya jika di dekat tzuyu.
Jujur jungkook tidak ingin menyakiti keduanya, kemdati keduanya adalah sama sama orang yang baik pikirnya, walau pada dasarnya ia tidak tahu menahu tentang sifat asli dari teman smp nya itu.
Lisa melihat keluar jendela mobil, sesekali mengedipkan matanya karena merasa perih akibat rasa kantuknya, "kook, aku ingin beli buah itu"
Jungkook menoleh kearah gadisnya dengan wajah bingungnya, kendati lisa tiba tiba meminta buah yang dijual dipinggir jalan, tepatnya buah kiwi, "kau ingin kiwi?"
Lisa mengangguk mantap, "iya aku ingin itu" tanganya terulur untuk menunjuk deretan kios buah yang terletak beberapa meter dari penglihatannya.
Lantas jungkook segera memarkirkan mobilnya ditepi jalan yang tidak begitu ramai, "baiklah baiklah ratu" ia menekankan kata ratu dalam kalimatnya.
Lisa tersenyum puas, entah kenapa dia ingin buah kiwi saat ini, apa karena ia lapar atau karena alasan yang lainnya, yang penting sekarang adalah ia dapat menikmati buah itu dengan gratis, tentu saja jungkook yang bayar semuanya.
Setelah turun, lisa segera berlari kearah kios buah tersebut, matanya berbinar seperti mendapatkan berlian yang sudah lama menghilang, "wahh, aku suka ini, aku mau beli yang ini, dan itu wahh, itu besar, aku mau itu"
Jungkook hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, memperhatika lisa yang sedang asik memilih buah kiwi tanpa memperdulikan jumlahnya. Jika harga, jungkook tidak memperdulikannya, tapi ia sedikit bingung dengan gadisnya ini, kenapa tiba tiba lisa suka buah kiwi pikirnya.
Paman pemilik kios itu menyerahkan dua kantong plastik putih berisi tiga kilogram buah kiwi, "dia yang membayar pak"
°°
Sudah sepuluh menit lamanya jungkook menunggu lisa yang sedang berkutik di dapur, entah apa yang dilakukan olehnya, jungkook tidak tahu itu, "lis... Cepatlah... Sangat lama, sebenarnya sedang membuat apa sih?"
Tidak lama kemudian, gadis manoban itu datang dengan nampan yang berisi cake kiwi chocolat, entah apa yang merasuki dirinya sehingga tiba tiba memiliki ide untuk membuat kue itu, "makanlah, ini sangat enak, aku sangat menyukainya"
Jungkook mengabil salah satu potongannya, "mmmm..... Enak banget lis, kamu jago deh"
Lisa mengibaskan rambutnya sombong, "iya dong, lalisa manoban gitu"
"pacar siapa dulu geh" jungkook menaikkan kedua alisnya, menggoda lisa yang sedang mulai mencicipi hasil karyanya itu.
Lisa mendelik geli melihat jungkook yang tengah berusaha menggodanya, "pacar siapa sih"
Jungkook berkacak pinggang dengan wajah yang dibuat sok marah dan jangan lupakan bibirnya yang berkomat kamit layaknya dukun yang sedang membacakan mantranya, "jadi tidak mengakui ya kalau lalisa manoban adalah kekasih dari jeon jungkook"
"hmm"
Lantas jungkook berdiri dan melangkah keluar melewati pintu utama rumah lisa, "baiklah lupakan saja, aku pulang"
Lisa tertawa lepas dengan tingkah laku lelaki itu, kenapa ia sangat mirip dengan bocah berumur lima tahun, lisa membiarkan jungkook pergi. Toh, pasti itu hanya bercanda saja.
°°
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mau nanya sedikit nih, gimana menurut kalian dengan cerita aku yang ini? Butuh sedikit saran untuk cerita ini, mau happy ending atau sad ending? Kalo aku sih suka happy ending!
Buat kalian yang setia baca dan vomment, aku berterima kasih banget sama kalian, terutama yang ngevoment ya!!
Dan untuk cerita aku yang satunya itu gimana? Kaliam baca gak si? Itu bagus banget kalo memurut aku, dan banyak juga readers setia aku pada baca itu juga, karena mereka menganggap itu sangat bagus.
Jadi sedikit cuplikan nya : disitu menceritakan lisa yang sangat mencintai jungkook, sedangkan dia sangat sulit untuk mendapatkan pria tersebut, banyak sekali rintangan, dan disitu lisa punya kakak laki laki namanya taeyong dan adik perempuan namanya yein, sumpah bagus banget cerita itu....
Kalian mau cerita ini sampai chapter berapa? Kalo aku mau nya cuma sampai dua puluhan aja, gak banyak banyak, soalnya kadang banyak yang gak suka panjang panjang...
Jangan lupa kalo baca cerita aku vote n comment ya! Butuh dukungan kalian buat lanjutin cerita ini, kalo kalian ga voment itu radanya gak ada niat buat lanjutin part selanjutnya, gapapa aku lebay, tapi memang seperti itu.
Maaf kalo aku disini buat tzuyu jadi pemeran antagonis, maaf banget bagi yang biasnya tzuyu atau yang suka tzuyu. Abis bingung kau siapa yang jadi pemeran antagonisnya.