Apa kabar kalian, Jung-Ra?
Jika ditanya seperti itu, Jungkook akan menjawab jika kabar mereka lebih dari baik-baik saja. Mereka … sempurna.
Tentunya ada maksud lain dibalik kata sempurna itu sendiri, karena nyatanya sekarang Jungkook dan Nara hanya berdua di rumah sebab anak mereka, Jeon Minho, tengah dititipkan ke rumah orang tua Nara.
Jelas sebuah kebahagian duniawi jika akhirnya ia bisa berdua saja bersama sang istri seperti ini. Bukannya Jungkook tidak suka jika Minho di sini, hanya saja semakin besar, Minho jadi semakin suka memonopoli Nara untuk dirinya sendiri. Jungkook kan jadi cemburu. Kesal sekali. Ingin menelan anak sendiri rasanya.
Karena itu, sekarang adalah waktu yang paling di tunggu oleh seorang Jeon Jungkook. Dia bebas, Bung!
Sekarang saja dia sedang menempeli Nara bak benalu. Pria yang tidak sadar badan itu sedari tadi memeluk Nara yang tengah memasak dari belakang, menumpukan setengah berat badannya pada sang istri.
"Ish, Oppa! Menjauh dariku, kau berat!" Nara mencoba melepaskan pelukan Jungkook di perutnya.
Jungkook sendiri menggeleng. "Tidak mau. Kalau Minho memelukmu saat masak saja kau tidak marah. Kenapa sekarang kau kesal padaku!"
Nara menghela napas. Sejak tadi suaminya ini memang bertingkah sangat kekanakan, membuat Nara gemas sekali ingin menggoreng Jungkook bersama dengan ayam yang tengah dimasaknya.
Tapi Nara sabar, itu suami sendiri, jangan digoreng bersama ayam, nanti tidak ada yang memberi jatah bulanan.
Namun walau begitu, Nara benar-benar merasa Jungkook sangat manja padanya hari ini. Mulai dari Minho pergi tadi pagi, sampai siang ini, Jungkook sama sekali tidak melepaskannya barang sedetik.
"Oppa, jika kau terus seperti ini, aku tidak bisa menyelesaikan masakanku, lalu kita juga tidak akan bisa makan," kata Nara dengan nada lembut.
"Tidak apa-apa. Aku bisa memakanmu saja," balas Jungkook. "Minho sedang pergi, Nara Jeon, kenapa tidak lepaskan semua bahan masakan ini lalu habiskan waktu denganku?"
Nara menghela napas panjang. Ia mematikan kompor. "Oke, fine. Aku menyerah. Sekarang apa?" Wanita itu berbalik menatap Jungkook.
Si pria sendiri menyunggingkan senyuman lebarnya. Huh, Nara memang istri yang sangat penurut! Jungkook kan senang!
Jungkook mengecup bibir Nara sebentar lalu membawa istrinya untuk masuk ke kamar mereka. Nara pun hanya bisa mengikuti sang suami.
Jungkook mendudukkan Nara di ranjang mereka. "Ayo nonton film bersama!"
"Nonton apa?"
"Aquaman. Itu loh, yang pemeran utamanya mengalahkanku dalam list orang paling tampan sedunia," kata Jungkook.
Nara hanya mendengus. Wanita itu membiarkan Jungkook berkutat dengan peralatan untuk menonton film.
Kemudian setelahnya, pria itu menutup tirai kamar mereka dan duduk di sebelah Nara untuk menonton.
"Oke, ayo mulai. Aku ingin lihat setampan apa orang yang sudah membuatku hanya berada di posisi kedua." Jungkook membenarkan posisi duduknya.
Setengah jam pertama, Nara dan Jungkook menonton film itu dengan serius, di menit-menit selanjutnya, pasangan suami istri itu terlihat sudah tertidur di ranjang sambil berpelukan.
Hah, biarkanlah mereka.
***
Nara bangun saat jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Wah, gila. Apa ia tertidur selama itu? Ck, pelukan Jungkook memang selalu membuatnya menjadi wanita malas yang bangun terlambat. Mau bagaimana lagi, pelukan Jungkook nyaman sekali, sih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear, Mr. Jeon
Fanfiction"Because she thought that she was nothing even though she was something." Kadang, Nara bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana dia bisa menikah dengan pria sekeren Jeon Jungkook? Apa yang Jungkook lihat dari gadis biasa-biasa saja sepertinya? Namun...
